the kind of fun escape

“stop—” seonghyeon menghentikan langkah, yang otomatis membuat langkah keonho di sampingnya jadi ikut terhenti. ”—look at me like that.”

“like, what?” heran keonho.

“i don't know,” jawab seonghyeon jujur. sebab ia sendiri juga bingung harus menjelaskan bagaimana? ia cuma tahu kalau malam ini rasanya berbeda seperti malam-malam dimana mereka bertemu di acara pesta makan malam mewah salah satu kolega orang tua mereka, pasca keduanya sepakat untuk bekerja sama. “you tell me.”

“apa sih?” tanya keonho, tawanya bercampur dengan nada yang bingung. “am i not allowed to look at my boyfriend, or what?”

“nevermind. lupain aja.” lalu seonghyeon lanjut melangkah lagi. sayangnya, di langkah ketiga tiba-tiba ia merasakan nyeri di kakinya. “a-ah,” ringisnya kecil.

“kenapa?”

seonghyeon menjawab dengan menjatuhkan pandangan pada kedua kakinya, yang masih dibalut heel boot yang sebenarnya sudah agak kekecilan dan belum sempat ia pisahkan dari wardrobe-nya. maka ketika tadi tadi berangkat dengan begitu terburu dan asal ambil yang menurutnya oke tanpa benar-benar dicoba terlebih dulu maka berakhirlah seperti sekarang.

maka keonho otomatis berlutut. “lepas sepatunya,” suruhnya kemudian.

“tapi nanti aku jadi nyeker.”

“pakai punya ak—”

”—enggak mau.”

“yaudah lepas dulu.” tapi seonghyeon malah merapatkan kaki, seolah menguncinya. maka keonho mendongak, dan lampu taman menyorot berhasil sempurna seberapa serius air muka keonho sekarang. “seonghyeon,” panggilnya, yang lebih terdengar seperti sebuah teguran.

“don't lookdal at me like that,” protes seonghyeon tak suka, sambil akhirnya tetap menurut untuk melepas sepatunya. lalu tanpa banyak bicara, keonho berbalik. mata seonghyeon membola kaget. “ngapain?!”

“naik.”

“enggak. ken—”

”—kita balik ke mobil dulu. nanti pakai sepatu cadangan aku yang ada, gak apa-apa walau kegedean sedikit. gak usah ditolak kali ini.” potong keonho. “nanti kalau kamu mau balik jalan-jalan di sini lagi, terserah.”

“badan aku berat.”

“it makes everything more interesting.” keonho melempar pancingan dalam balutan nada bicaranya terdengar meremehkan. “seberat apa sih emang?”

dan seonghyeon terjerat dengan begitu mudahnya. ia pun langsung mengambil sepatunya lalu melompat cukup keras ke punggung di hadapannya, sampai si empunya punggung nyarih kehilangan keseimbangan.

“w-wow. chill out, hun.”

“rasain,” cibir seonghyeon cuek. “you asked it youself.

keonho hanya terkekeh kecil setelahnya. kemudian berdiri dengan sekuat tenaga dan benar-benar menggendong seonghyeon menuju mobilnya.

lalu setelah beberapa langkah, keonho pun bicara, “maaf, ya?”

“maaf buat apa?”

“gak bener-bener siapin agenda kabur yang sempurna,” sesal keonho serius.

“aku udah pakai baju kamu dari ujung kaki sampai ujung kepala, emang masih kurang di sebelah mananya sih?” heran seonghyeon. “you're also indulging my very impulsive thought to walk around here. padahal udah mau tengah malem. dingin.”

“ya tapi ini kaki kamu jadi sakit,” keukeuh keonho. “nanti aku belajar dulu dari martin. i know he's mastering at these kind of thing.”

lalu perhatian seonghyeon teralih sepenuhnya pada satu hal. “ini kamu gak pernah kabur ya sebelumnya?”

“it's my first time,” angguk keonho.

entah kenapa, seperti suatu perasaan hangat menjalar dalam dada seonghyeon. “awww... what a good boy you are.”

mendengarnya, keonho refleks mendengus. “as if you ain't the same,” balasnya santai.

“of course we're not the same,” elak seonghyeon. “kamu pasti enggak pernah bolos sekolah buat ngadem di uks, ya? atau minimal kabur dari jadwal les cuma buat main ke mall deh.”

keonho diam, dan seonghyeon refleks tertawa menang. tapi kemudian keonho lempar pertanyaan. “tapi ini pertama kalinya kamu kabur dari gala dinner 'kan?”

“iya sih...”

“so we still are on the same boat.”

seonghyeon terkekeh. “oh, that's quite impressive. i gotta admit.”

“i know.”

“i hope you also know that you're insufferable, most of the time.”

“tahu juga kok. haha.” entah seonghyeon sadar atau tidak, tapi keonho ada sengaja memperlambat langkahnya. “that's why i feel grateful most of the time, too.”

“for what exactly?”

“for you,” jujurnya tegas. “for choosing me.”

seonghyeon tidak menjawab langsung, tapi ia balas dengan semakin merapatkan tubuhnya pada keonho. lalu tersenyum kecil dan berbisik santai setelahnya, “let's have another fun escape next time.”

“sure. challenge accepted.

satu kesepakatan lain telah dibuat. one after another, yang keduanya jelas tahu kalau mungkin ini tidak akan menemukan akhirnya. tapi, siapa peduli? selama ini hanya satu-satunya cara bagi mereka untuk bisa saling menyelamatkan diri.