abang jangan sedih

Dalam hidupnya Heeseung selalu bersyukur dipertemukan dengan Sunghoon. Pemuda yang punya banyak cara 'tuk buat Heeseung tersenyum.

“Utututu bayi gede aku lagi nangis,” Sunghoon terkekeh kala lihat wajah Heeseung memerah, disertai air mata yang mengalir.

“Hoon,” keluhnya sembari sembunyikan wajah di pundak sang kasih.

Tepukan mampir di kepala Sunghoon berikan untuknya, beberapa kali hingga ia tersenyum. Tak lama ia dipeluk lagi, rasanya hangat, Heeseung suka.

“Jadi abang tuh memang susah, ya? Nggak apa, pacarku keren banget, makasih ya udah jadi abang paling keren,” suara halus sapa telinga.

Heeseung tak tahu lagi harus apa selain bersyukur akan hadirnya Sunghoon disisi.

“Aduh kok nangis lagi? Kata papa harus dipuk-puk biar nggak nangis,” kata Sunghoon lagi.

Sunghoon hangat seperti Papa.

Sunghoon hangat hingga Heeseung ingin selalu ada didekatnya.

“Makasih, sayang,” bisik Heeseung, ia lingkarkan kedua lengan di pinggang Sunghoon, balas memeluknya erat.