Jaehyun sampai tepat lima menit seperti balasannya dichat. Dengan terburu ia membuka pintu kosan Sunwoo, tangannya menepuk pundak Jongho, “Ho, Sunwoo di mana?”
“Eh si mantan, iya di kamarnya, Kak, ada ibunya juga.”
Dengan begitu Jaehyun mengangguk dan berajalan menuju kamar Sunwoo. Sayup-sayup dapat ia dengar suara si wanita yang sarat emosi dan suara lemah Sunwoo yang menyahuti.
Tanganya mengetuk pintu kamar Sunwoo, “Nu? Jadi, pergi cari buku enggak?” Itu hanya lah alibi Jaehyun semata. Ia jelas tahu bagaimana takutnya Sunwoo saat ini dan diam-diam ia bersyukur ketika Sunwoo salah mengirimkan pesan tadi.
“I-iya, Kak, jadi,” pintu kamar itu terbuka membuat Jaehyun masuk dan mengulas senyum ke arah si wanita.
“Siang, Tante,” sapanya.
“Eh nak Jaehyun, mau pergi sama Sunwoo?”
Dih sok baik.
Namun, Jaehyun hanya mengangguk dan masih mempertahankan senyum sopannya, “iya nih, Tan, eh tapi Tante baru dateng ya? Aku ganggu enggak?”
“Enggak sama sekali, Tante juga udah mau pulang. Mau cari buku?”
“Iya, nemenin Sunwoo.”
Si wanita mengangguk paham kemudian senyum tipis terulas di wajah cantiknya, “ya sudah Tante pulang dulu kalau gitu, Mami pulang dulu ya, kalau kamu udah balik kabarin Mami.” Dengan begitu ibunya beranjak pergi meninggalkan dua pemuda dalam diam.
Jaehyun berjalan mendekati Sunwoo, meraih tangan gemetar itu dan dielusnya pelan, “enggak apa, Nu, enggak ada yang jahat lagi ada Kak Je di sini,” katanya pelan.
Sunwoo mendongak, mata bulat yang masih jadi kesukaannya itu memerah, siap menumpahkan air mata kapan saja.
“Kak Je ... takut,” bisiknya bersamaan dengan air mata itu turun dan isak tangisnya terdengar. Badannya bergetar, tangan digenggamannya semakin dingin, bibirnya digigit upaya meredam isakan.
Dengan cepat Jaehyun meraih tubuh yang lebih kecil itu ke gendongannya sebelum ambruk menghantam lantai kosan. Tangannya mengelus punggung itu dengan lembut. Kakinya melangkah menuju kasur Sunwoo dan duduk di sana, membuat Sunwoo ada di pangkuannya kini.
Sunwoo membawa tangannya untuk digigit, hingga berdarah.
“Jangan digigit,” bisiknya sembari membawa kepala Sunwoo agar menyandar di pundaknya, “gigit baju kakak atau pundak kakak aja.”
Jaehyun, kenapa masih sebaik ini padanya?
Jaehyun, tolong jangan begini nanti Sunwoo jatuh lagi.
“Berisik,” gumam Sunwoo tanpa sadar.
Sungguh ia pusing sekali, kepalanya rasanya penuh dengan bisikan memuakan. Rasanya mau pecah, Sunwoo tak tahan. Maka ia arahkan tangannya untuk menarik rambutnya kuat, sesekali memukulnya.
“Hei jangan dipukul, Nu,” Jaehyun menarik tangan Sunwoo yang masih memukul kepalanya, “apa yang berisik?”
“Suaranya berisik, pusing,” gumam Sunwoo, “capek, Kak.”
“Jangan didengerin ya? Apapun yang Sunwoo denger sekarang itu bohong, cukup denger suara kakak aja jangan yang lain.”
Dan tanpa diminta Sunwoo menangis lagi, ia rindu. Rindu perlakuan manis Jaehyun padanya, ia rindu Kak Je-nya.
“Kok makin kenceng nangisnya, pusing banget ya?”
Sunwoo menggeleng, “kangen,” bisiknya dan bisa ia rasakan elusan Jaehyun di punggungnya berhenti.
Ah Sunwoo kenapa enggak bisa menahan rasa kangennya sendiri sih? Kalau Jaehyun sudah punya pacar bagaimana, lalu bagaimana kalau Jaehyun risih?
Persetanan dengan semua kemungkinan yang berkeliaran dibenaknya, untuk kali ini ia membiarkan perasaannya menang dan kalau Jaehyun menjauhinya ya sudah tak apa. Sunwoo sudak tak punya apapun, ditinggalkan adalah hal biasa baginya.
“Kangen Kak Je,” katanya lagi, rematan di kaus Jaehyun semakin menguat.
“Mana sini yang katanya kangen aku, coba lihat mukanya,” dengan perlahan Jaehyun meraih wajah Sunwoo, mendekatkan wajah keduanya hingga kini hidungnya saling bersentuhan.
Sunwoo bahkan bisa merasakan napas Jaehyun menerpa wajahnya. Hal itu semakin membuat Sunwoo menangis, ia benar-benar dimakan rindu. Berbulan-bulan tak mendapati kehadiran Jaehyun di sisinya membuat Sunwoo kehilangan, membuat Sunwoo merindu. Rindu Jaehyun dengan senyum menenangkannya, rindu Jaehyun si tengil, ia rindu segalanya yang ada pada Jaehyun.
“Jangan nangis lagi dong, ini aku udah di sini,” kata Jaehyun sembari menghapus air mata yang membasahi pipi.
Hari itu berakhir Sunwoo tertidur di pelukan Jaehyun dan Jaehyun yang merelakan kelasnya di sore hari, demi Sunwoo.