Jaeyun menatap Jongseong dengan tatapan meledek, raut wajah si pemuda Park itu nampak kesal. Lagipula bisa-bisanya dia salah mem-posting foto, astaga Jongseong bodoh sekali. Tanpa sadar bibir itu cemberut, masih kesal dengan kebodohan yang ia lakukan.

“Kenapa sih? Bukannya enak jadi kalau mau berduaan enggak perlu diem-diem,” kata Jaeyun menenangkan.

“Malu,” gumam Jongseong yang langsung memakan burgernya.

“Lah, bisa malu juga lo?” Ledek Jaeyun.

Jongseong menatapnya galak, “mau gue tabok?”

Si pemuda satunya bukannya takut malah gemas dengan kekasihnya, ia mengulurkan tangannya untuk mengusap surai hitam itu.

“Udah enggak usah peduliin omongan orang, yang jalanin 'kan lo sama gue. Mereka cuma liat luarnya aja,” kata Jaeyun disertai senyum khasnya.

“Penggemar lo tuh banyak, ngeri,” balas Jongseong masih dengan bibir cemberut. “Males kayak waktu SMA.”

Ya, yang membuat Jongseong malas mempublikasikan hubungannya dengan Jaeyun adalah ini. Jaeyun anggota band sedari SMA dan sudah memiliki lumayan banyak penggemar. Sewaktu SMA tak jarang Jongseong mendapat tatapan sinis dari penggemar Jaeyun yang menyebalkan dan itu cukup menganggu.

Makanya, ketika memasuki dunia perkuliahan Jongseong tak mau hubungan keduanya diketahui banyak orang. Singkatnya mereka backstreet. Yang orang-orang tahu Jongseong dan Jaeyun tidak saling kenal.

“Yang kayak gitu enggak usah dipeduliin, susah memang untuk enggak dengerin begituan. Tapi, nih ya penggemar gue pun enggak akan berani sama lo,” kata Jaeyun.

“Kenapa mikir gitu?”

“Nyari mati kali mereka kalau macem-macem sama wapres BEM kampus?”

Oh iya, Jongseong terkadang lupa dengan jabatannya di kampus. Mana ada yang berani mengusiknya, selain itu Jongseong terkenal galak dan mencari masalah dengannya sama saja cari mati.

“Dan juga lo galak, siapa yang berani ganggu coba?” Jaeyun tertawa begitu melihat bibir itu semakin merengut. Lucu sekali.

“Jadi?”

“Apa?”

“Enggak usah sembunyi-sembunyi lagi, ya?” Tanya Jaeyun.

Tangannya terulur mengusap noda es krim di bibir Jongseong.

“Ya udah ketauan juga,” sahut Jongseong cuek. “Lagian kalau ada yang macem-macem 'kan ada lo.”

Perkataan itu mengundang senyum di wajah Jaeyun. Harus dia akui kalau hari ini dia bahagia, tak perlu susah-susah bersembunyi kalau ingin berduaan. Bisa bebas menggenggam tangan Jongseong. Diam-diam ia bersyukur Jongseong salah akun ketika mem-posting fotonya.

Sore itu ditutup dengan rasa bahagia yang menghampiri keduanya.