Jatuh ke Lee Jaehyun itu sederhana.
“Anak-anak udah bobo, Yah?” Jaehyun bertanya setelah selesai mencuci peralatan makan mereka.
“Barusan bobo, tadinya nggak mau tidur sibuk nyariin Papanya.”
“Hahaha ya biasanya kan mereka bobo sama aku, karena kamu pulang pas jam mereka bobo kadang.” Jaehyun ulurkan secangkir coklat hangat ke arah Younghoon.
Younghoon gumamkan terima kasih sebelum meminum coklat hangat itu. Matanya meneliti raut lelaki yang sudah jadi suaminya dalam kurun tiga tahun itu.
Tangannya mengusap bawah mata Jaehyun yang kini berhias hitam dan kantung mata yang semakin tebal. Pasti lelah ya.
“Capek, ya? Tadi tidur siang nggak?”
“Nggak sempet, anak-anak agak rewel hari ini. Terus kerjaanku deadline-nya mepet.”
Bibir semerah buah ceri itu melengkung ke bawah, hingga buat Jaehyun uraikan tawa di malam sunyi. Ia usap helai yang baru diwarnai itu, “kenapa cemberut gitu? Kayak bayi.”
“Maaf ya?” Pintanya.
Jaehyun mengernyitkan dahi bingung, “untuk?” Younghoon tak melakukan kesalahan padanya, lantas kenapa minta maaf?
“Kamu harus ngurus anak-anak sambil ngerjain kerjaan kamu, jadi makin capek.”
“Lucu banget kenapa sih?” Jaehyun tertawa sembari mencubiti kedua pipi Younghoon. “Kan aku juga orang tua mereka, masa aku nggak ngurus anak aku karena capek kerja?”
Jatuh cinta dengan Lee Jaehyun itu tak rumit. Semua perlakuan dan perkataannya itu mampu buat Younghoon jatuh cinta. Jaehyun itu apa adanya dan Younghoon suka. Jaehyun mau terima Younghoon dan segala kurang yang ia miliki.
Jaehyun itu luar biasa.
Jatuh cinta dengan Lee Jaehyun itu sederhana. Sesederhana hujan yang turun basahi bumi, terus mengalir turun walau terhempas jauh, mengalir mencari kemana hingga akhirnya ia bermuara.
Ibaratkan air hujan itu adalah Younghoon, yang mengalir dan kini bermuara pada pemuda Lee.
Dan Younghoon tak pernah menyesalinya.
“Tapi omongan anak-anak tadi buat kamu sedih, 'kan?” Younghoon menatap Jaehyun.
“Ya sedih sih, tapi setelah aku pikir-pikir bocah banget nggak sih aku kalau marah sama mereka? Mungkin maksud mereka nggak begitu?”
“Anak-anak ngerasa bersalah dan takut kamu marah, mereka itu sayang sama kamu, Je, cuma nggak tahu harus gimana ngungkapinnya,” kata Younghoon, “mereka masih gengsi kalau mau manja-manjaan sama kamu.”
“Gengsian kayak Yayah-nya,” ledek Jaehyun.
Younghoon cemberut, “terus aja.”
“Aduh lucu banget sih.”
Setelahnya malam itu dihabiskan dengan cubitan di pipi Younghoon dan Jaehyun yang tertawa.
Hari ini, tak buruk juga ternyata.