peluk!

Siang hari nampaknya tak menyurutkan sifat ceria Eric, hal itu terasa ketika siaran sudah mau selesai. Pemuda itu masih terlihat bersemangat, seolah lelah tak ada dalam kamus Sohn Eric.

“Oke guys kita pamit undur diri, terima kasih udah mau nemenin kita di panas terik hari ini! Gue Kevin-”

“Gue Eric, sampai jumpa minggu depan!”

Selesai.

Eric segera melepas headphone dan merapikan kertas yang berserakan di meja.

“Kak,” panggil Eric ke Kevin yang tengah asik benahi barang-barangnya. “Langsung balik?”

“Iya Jacob udah di depan soalnya. Lo?”

Eric gelengkan kepala, “nungguin Sunwoo katanya dia mau mampir ke sini.

“Ya udah gue tinggal enggak apa 'kan?”

“Enggak masalah, udah sana nanti Kak Jacob nungguin.”

Sepeninggalan Kevin, Eric sembunyikan wajah di kedua lipatan tangan. Masih menunggu hadirnya sang kekasih ke sini. Eric butuh tambahan energi dari Sunwoo.

Ia boleh terlihat bersemangat seolah tak kenal lelah tetapi, berbeda kalau sudah sendiri dan berduaan dengan Sunwoo. Ia dengan bebas tunjukkan rasa lelahnya ke si pemuda.

“Eric?” Ia mendongak ketika dengar suara berat Sunwoo sapa runggunya. Senyum cerah itu kembali hadir.

“Peluk!”

Sunwoo hanya mampu keluarkan tawa ketika melihat kekasihnya menjadi manja begini. Eric itu terlihat semakin menggemaskan kalau sudah manja begini dan rasanya ingin Sunwoo peluk seharian penuh.

Dengan langkah besar Sunwoo hampiri Eric dan ia peluk, “capek?”

Yang ditanya hanya balas dengan anggukan, sibuk menghirup aroma kesukaannya. Mengisi kembali energi yang sudah terkuras habis.

“Nu, ngomong dong,” pintanya.

Ah, kekasihnya ini benar-benar lelah nampaknya.

Sunwoo elus punggung itu perlahan, “pacar Sunwoo keren banget, selalu keren pokoknya. Hari ini capek ya? Nanti abis dari sini kita jajan yang banyak biar enggak capek lagi, mau?” ia berujar lembut seiring elusan di punggung yang tak berhenti, “capek pergi jauh-jauh dari pacar Sunwoo.”

Sunwoo itu selalu bisa munculkan senyum di wajah Eric, selalu bisa tenangkan Eric ketika si pemuda tengah sedih atau gelisah.

“Mau dipuk-puk,” pinta Eric lagi.

Maka, ketika pelukan erat itu terlepas Sunwoo tangkup kedua pipi sang kasih, “aduh kasiannya capek banget kayaknya sampai minta puk-puk.”

Bibir itu melengkung kebawah, “iya.” Setelahnya ia rasakan tepukan pelan di kepala dengan Sunwoo menatapnya lembut.

“Eric keren hari ini bisa selesaiin siaran dengan baik padahal baru selesai UTS, makasih ya?”

Senyum manis yang jadi kesukaan Sunwoo kembali hadir, kini ditemani mata yang berbinar senang, “makasih, Nu. Ayo pulang terus jajan!”

Siang itu memang panas dan membuat banyak orang enggan keluar. Siang itu memang melelahkan bagi banyak orang, terutama Eric. Tetapi, siang itu juga jadi siang yang menyenangkan baginya.

Berjalan sembari lontarkan candaan, tangan saling bertaut, hingga senyum yang tak berhenti muncul.

Siang itu sama seperti siang hari kemarin, cerah dan menyenangkan, setidaknya untuk Sunwoo dan Eric.