Birthday Lunch


Revanda benar-benar terperangah. Bertahun-tahun ia telah mengenal Habrian, namun tetap saja segala perlakuan Habrian padanya kerap mengundang rasa kaget yang luar biasa.

Disinilah mereka. SMA Nusa Global, sekolah tempat mereka dahulu menimba ilmu. Tempat yang menjadi saksi bisu segala wujud perjuangan seorang Habrian Dewananda Pratama dalam mengejar cintanya. Tempat yang menoreh sejuta memori dalam terjalinnya hubungan kasih Habrian dan Revanda yang pada masanya menjadi cerita romansa favorit seantero sekolah.

“Kamu ngajakin aku makan siang disini, mas?” Revanda masih terbelalak seraya mengikuti langkah kaki Habrian dan menggenggam tangan suaminya.

“Iya. Aku tahu, kamu pasti kangen sotonya Bu Dewi deh,” ujar Habrian.

Revanda tertawa pelan. Ia mengangguk dan semakin mengeratkan genggaman. “Kangen banget! Ya ampuuuun, udah lama banget aku ga makan soto Bu Dewi,” tutur Revanda penuh semangat.

“Ya udah, ayo cepet jalannya. Udah laper pasti-”

“Mas,” potong Revanda.

Langkah kaki mereka terhenti tepat ketika nyaris memasuki kawasan kantin sekolah tersebut. Revanda menggerakkan tubuh mereka agar saling berhadapan. Senyuman jelas dilemparkan sosok yang tengah berulang tahun itu kepada sang suami.

“Kenapa?” tanya Habrian dengan dahi yang mengernyit.

Revanda mengikis jarak, memeluk tubuh Habrian dengan erat tanpa mempedulikan tatapan orang-orang di sekitar mereka. “Makasih, ya. Baru begini aja aku udah seneng banget,” hatur si aries.

Habrian tersenyum. Tangannya mengusap punggung mungil Revanda seraya mengangguk, “Sama-sama, sayang. Glad to know that you like it even though this one is just a simple lunch menu in simple place.”

Pelukan sedikit dilonggarkan guna Revanda menengadah, mempertemukan kedua maniknya dengan netra indah Habrian. Revanda tampak enggan melunturkan senyumannya, sehingga ia biarkan terus terpatri di wajah tampannya. “Seperti biasa, kamu selalu ngasih hal-hal sederhana, tapi bisa bikin aku bahagia ga ketolongan,” ungkap Revanda.

“Hahahaha, ya udah mending kita makan sekarang. Jam istirahat aku ga panjang loh, yang,” balas Habrian diselingi tawa kecil. “Lagian nanti sore kita bakal pergi lagi. Jadi, sekarang kita jangan lama-lama. Ini baru hadiah pertama dari aku, soalnya masih ada hadiah-hadiah selanjutnya.”

'Hal-hal mengejutkan apa lagi ya?'


Schonewords