Aku capek, Van.
Vano malam ini sedang menunggu Kayla pulang di ruang tamu, ia marah karena melihat postingan Kayla tadi.
Apa maksud Kayla memposting mantannya itu, mana makan siang bareng, giliran dengan Vano Kayla tidak mau. Sebetulnya Kayla kenapa sih.
Itu yang sedang ada di pikiran Vano, dari tadi Vano tidak bisa berhenti memikirkan itu semua.
Hampir tengah malam, Kayla tidak kunjung pulang, Vano geram ia akan segera menjemput Kayla sekarang juga.
Disaat Vano hendak membuka pintu, Kayla pulang.
“Darimana aja lo?” Tanya Vano dengan nada emosi.
“Aku lembur Van, kerjaan aku banyak maaf aku pulang selarut ini.” Jawab Kayla, sambil berjalan menuju dapur hendak mengambil air minum.
“Kerja atau berduaan sama mantan lo itu?” Ucap Vano berjalan membuntuti Kayla dari belakang.
“Maksud kamu?” Tanya Kayla.
“Ya iya lo kerja atau berduaan sama mantan lo, gue liat lo tadi makam siang bareng ya sama mantan lo.” Jawab Vano.
“Aku emang makan bareng sama Aksa, dia yang ajak terus dia foto aku yang lagi makan yaudah aku foto balik. Kamu kenapa sih Van? Ucap Kayla dengan nada yang mulai meninggi.
“Sarapan sama gue gak mau, giliran sama mantan mau.”
“Aku di ajak Vano bukan aku yang mau, emangnya kamu berduaan sama perempuan di kamar mana peluk pelukan lagi.” Ucap Kayla dengan nada sindiran.
Vano tersentak, ternyata benar Kayla melihat dirinya dengan Kiara yang sedang berpelukan.
“Sama aja lo tuh PENGKHIANAT!” Ucap Vano tangannya menggebrak meja.
“KAMU YANG PENGKHIANAT VANO, AKU SELAMA INI UDAH SABAR YA KAMU NGATA-NGATAIN AKU, KAMU REMEHIN AKU, KAMU GAK ANGGEP AKU ISTRI AKU SABAR YA VANO SELAMA INI.” Ucap Kayla kali ini ia benar benar marah.
“Terus katanya bilang lo anggep gue suami, kenapa lo berduaan sama cowok lain di luaran sana?” Tanya Vano.
“DENGER YA VANO, AKU SAMA AKSA ITU GAK ADA HUBUNGAN APA-APA, CUMA SEBATAS BOS SAMA PEGAWAI.”
“Terus ngapain post foto dia?”
“AKU KAN UDAH BILANG TADI, KAMU KENAPA SIH VANO JADI NYALAHIN AKU? UDAHLAH AKU CAPEK, VAN.” Final Kayla lalu pergi ke kamarnya.
Kayla membereskan baju baju nya ke dalam koper, ia memutuskan untuk pergi meninggalkan Vano karena Vano sudah sangat keterlaluan kali ini.
“Lo mau kemana?” Tanya Vano sambil berusaha mencegah Kayla.
Kayla tidak menjawab langsung menepis tangan Vano, lalu pergi meninggalkan Vano.
“Kayla tunggu.” Teriak Vano.
Kayla tidak menggubris, ia terus berjalan meninggalkan rumah.