Aku gak ngelakuin hal itu.
Setelah urusan pekerjaannya selesai, Kayla langsung bergegas pergi ke bandara, Kayla ingin menjelaskan semuanya kepada Vano. Bahwa tuduhan Vano itu tidak benar adanya.
Sesampainya di Jakarta, Kayla tidak kemana-mana lagi ia langsung pulang ke rumah menemui Vano.
“Pulang juga lo, setelah seminggu berduaan sama laki-laki lain.” Ucap Vano menatap Kayla dengan tatapan yang sulit di artikan.
“Aku gak berduaan sama Aksa Vano, disana banyak kok orang lain bahkan ada pak Direktur juga.”
“Bohong, buktinya lo tidur sama laki-laki lain.”
“Aku gak tidur sama laki-laki manapun selain kamu, aku gak kayak gitu.”
“Terus kalo gak tidur kenapa lama banget disana? Bukannya ngomong cuma 3 hari doang?”
“Pak Direktur chat aku, urusan dia sama Aksa belum selesai makannya aku sama Aksa disuruh lebih lama disana. Kamu kenapa sih Vano tiba-tiba nuduh aku?” Tanya Kayla, jujur ia sangat lelah karena baru saja ia pulang sudah di hadapkan dengan amarah Vano.
“Gue gak nuduh, itu emang beneran lo kan?”
“Itu bukan aku Vano, aku gak pernah kayak gitu.” Tegas Kayla.
“Gue gak percaya, udahlah gue mau pergi jangan ganggu gue.” Final Vano, langsung pergi meninggalkan Kayla.
“Vano kenapa banyak banget ujian yang datang di rumah tangga kita, jujur aku capek.” Batin Kayla, dirinya lelah, lelah karena selalu di anggap salah oleh Vano.