Aku minta maaf, Kayla.

Setelah di chat Harsa, Kayla bergegas menuju club yang tadi Harsa bagikan lokasinya. Sejujurnya Kayla untuk sementara ini tidak mau bertemu Vano karena ia masih kecewa dengan perkataan Vano malam itu.

Bagaimana Kayla tidak kecewa, Vano menyebut Kayla pengkhianat padahal Vano sendiri yang pengkhianat bahkan setelah menikah pun Vano masih tetap menjalin hubungan dengan Kiara.

Sesampainya di club, Kayla melihat Vano sudah tidak sadarkan diri, Vano di papah oleh Harsa.

Vano mabuk berat kali ini, karena ia terlalu stress memikirkan Kayla.

“Liat suami lo mabok berat.” Ucap Harsa berjalan menghampiri Kayla sembari memapah Vano.

Kayla hanya tersenyum tipis, lalu beralih mengambil Vano dari Harsa “Sini biar aku aja yang mapah Vano, makasih ya kak udah bantuin Vano.”

“Iya sama-sama, sebenernya kalian ada masalah apa sih?” Tanya Harsa penasaran, karena tidak mungkin juga Vano mabuk berat seperti ini kalau sedang tidak ada masalah.

“Masalah biasa yang sering terjadi sama suami istri pada umumnya.” Jawab Kayla.

Kayla langsung berjalan mendudukkan Vano di kursi dekat taman di bantu juga oleh Harsa.

“Vano kamu kenapa?” Tanya Kayla menepuk-nepuk pipi Vano berharap Vano sadar.

Tak lama, Dengan sedikit pusing di kepalanya Vano membuka matanya perlahan, karena Vano merasa ada yang membangunkannya.

Vano kaget ternyata yang membangunkannya adalah Kayla, Kayla ada disini di hadapan Vano.

“Sayang.” Ucap Vano langsung memeluk Kayla.

“A-aku kangen.” Sambungnya lagi dan makin mengeratkan pelukannya.

Vano menatap Kayla sendu “Aku minta maaf sama kamu, aku nyesel bilang kayak gitu. Aku cemburu waktu itu makanya emosi aku gak terkontrol, maaf karena omongan aku nyakitin hati kamu aku bener-bener nyesel Kayla.”

“Aku minta maaf, Kayla.” Sambungnya lagi.

“Kamu cemburu?” Tanya Kayla.

“Iya aku cemburu, bawaannya pengen marah kalo kamu deket-deket sama mantan kamu itu, aku gak tau kenapa bisa kayak gini. Aku juga pernah mikir apa aku udah mulai mencintai kamu tapi aku selalu menepis pikiran itu, tapi sejak kamu rawat aku waktu aku sakit, aku jadi semakin yakin bahwa aku benar-benar mencintai kamu.” Vano akhirnya mengungkapkan perasaannya kepada Kayla.

Kayla hanya terdiam.

“Aku minta maaf.” Ucap Vano, terhitung sudah tiga kali Vano berbicara maaf.

“Aku maafin kamu, karena bagaimanapun kamu masih suami aku Van. Tapi aku gak mau kejadian malam itu terulang lagi, aku bukan pengkhianat.” Ucap Kayla tersenyum.

“Kalo kamu cinta sama aku, terus pacar kamu gimana?” Tanya Kayla.

“Aku udah putus sama dia sayang.” Jawab Vano.

“Oh gitu syukur deh.” Kayla mengembuskan nafas lega.

“Aku janji, aku gak akan kayak gitu lagi kamu bisa pegang omongan aku sayang.” Ucap Vano tangannya mengusap Surai panjang Kayla.

“Iya aku percaya sama kamu.”

Lalu Vano mendekat ke wajah Kayla, begitupun juga dengan Kayla. Jarak diantara wajah mereka sudah sangat dekat bisa dibilang 2cm.

Disaat Vano dengan Kayla hendak menempelkan bibir mereka, Harsa bersuara.

“Enak banget anjir ciuman di tempat umum, mana gua jadi orang ketiga.” Ucap Harsa.

Kayla dengan Vano kaget lalu menatap Harsa bersamaan.

“Ganggu aja.” Ucap Vano menatap Harsa dengan tatapan tajam.

“Lagian ciuman di tempat umum, pulang pulang.” Usir Harsa.

“Yaudah ayo pulang.” Ajak Kayla.

“Kamu selama ini kemana?” Tanya Vano.

“Aku gak kemana mana, aku lagi pengen sendiri jadi aku pergi ke suatu tempat gak jauh kok.” Jawab Kayla.

“Ayok pulang Vano, masa mau disini terus sih serem tau.” Sambungnya lagi.

“Iya sayang iya, tapi nanti di rumah dilanjut lagi ya.” Ucap Vano dengan nada suara genit.

“Dilanjut apa?” Tanya Kayla bingung.

“Ituloh yang tadi sayang.”

“Oh, gak mau aku ngantuk mau bobo aja.” Ucap Kayla.

“Yah sayang kok gitu sih?” Vano mengerucutkan bibirnya seperti anak kecil.

“Ayok pulang Vano.”

“Iya sayang iya.” Ucap Vano lalu merangkul pundak Kayla.