Gender reveal.
Hari ini adalah hari yang di tunggu-tunggu oleh Kayla dan Vano, hari dimana mereka akan mengumumkan jenis kelamin anak mereka.
Kini Vano dan Kayla tengah bersiap-siap Kayla memakai pakaian berwarna pink sedangkan Vano berwarna biru.
Vano berjalan menghampiri Kayla “sayang kamu cantik banget.”
“Masa sih? orang aku gendut gini.”
“Astaga sayang kamu itu cantik, mau gendut, kurus, tinggi, pendek, kamu tetep cantik dimata aku.”
Kayla memukul lengan Vano pelan “Dih dasar buaya.”
“Aku bukan buaya, beneran loh sayang kamu itu cantik banget.”
“Kamu juga ganteng.” Ucap Kayla pelan sangat pelan.
Vano pura-pura tidak mendengar “Apa sayang? Coba bilang sekali lagi.”
“Gak mau, udah gak mood.”
Vano mengerucutkan bibirnya “Yah sayang gitu ih.”
“Diem mas, diem. Jangan gemes-gemes nanti aku cubit.”
“Yaudah cubit aja nih.”
Disaat Vano dengan Kayla sedang berduaan, tiba-tiba pintu kamar terbuka.
Ceklek
“Eh Mama, Papah.” Ucap Vano dan Kayla bersamaan.
“Iya nih, duh Mamah udah gak sabar pengen tau cucu Mamah perempuan atau laki-laki ya?”
Andika ikut bergabung bersama mereka “Papah juga nih.”
“Haha sabar ya Mah, Pah.”
“Vano kamu apa kabar? Kamu ini sombong banget jarang chat Mamah, bahkan main ke rumah Mamah pun gak pernah.” Tanya Nita.
“Hehe maaf ya Mah, Vano sibuk banget.” Balas Vano lalu merangkul pundak Kayla.
Kayla menatap Vano tajam “Hilih sibuk, sibuk, alesan dia Mah. Padahal di rumah mas Vano cuma tidur, nonton, bantuin aku beres-beres gak ada sibuk-sibuknya tuh.”
“Kamu ini ya banyak alesan.” Nita memukul lengan Vano lalu duduk di samping Andika.
“Aduh Mah sakit.” Rintih Vano.
“Sakit, sakit, orang Mamah mukulnya pelan.” Balas Nita.
“Makanya mas, kamu tuh jangan gitu sama orang tua, jangan sombong.”
“Iya sayang maaf.”
Acara pun dimulai, tidak banyak tamu yang datang hanya keluarga Kayla, Vano, dan teman-temannya.
Anika dan Yunita berjalan menghampiri Kayla.
“Kayla lo apa kabar? Wih perut lo makin gede aja nih.” Ucap Anika.
“Baik gue baik kok, kalian berdua apa kabar?”
“Gue baik Kay, si Anika juga baik.” Jawab Yunita.
Disaat Kayla sedang berbincang-bincang dengan Anika dan Yunita, teman-teman Vano datang beramai-ramai.
“Wei bro, apa kabar?” Tanya Harsa menepuk-nepuk pundak Vano.
“Baik, baik, gue baik.” Balas Vano.
Lalu Rendi pun datang, ia terlambat karena mobilnya tadi mogok.
“Eh Van, sorry nih gue telat.” Ucap Rendi.
“Gapapa kali, lagian acaranya belum mulai.”
Rendi hanya mengangguk, lalu ia melihat ke arah Kayla, dan Rendi terkejut ternyata pacarnya ada disini juga, ya pacarnya Yunita. Yunita juga kaget lalu berjalan menghampiri Rendi.
“Sayang, kok kamu ada disini?” Tanya Yunita kaget.
“Aku di undang sama Vano sayang.” Balas Rendi yang tak kalah kaget.
“Jadi, Rendi itu pacar lo?” Tanya Kayla bingung.
“Iya Kay.” Jawab Yunita.
“Wah dunia sempit banget ya, gue gak nyangka.” Ucap Kayla.
“Lo kenapa sih gak kasih tau gue kalo lo pacarnya Rendi? Temen suami gue?” Lanjutnya.
“Ya maaf, gue gak sempet cerita ke kalian berdua.”
“Yaudah-yaudah gak apa-apa.” Ucap Kayla.
Acara telah dimulai dan kini Vano dan Kayla telah berdiri di depan semua tamu, untuk mengumumkan jenis kelamin anak mereka.
“Baik Pak Revano, ibu Kayla silahkan.” Ucap MC.
Vano dengan Kayla berbarengan mengucapkan jenis kelamin bayi mereka.
“It's a boy!” Ucap Revano dan Kayla bersamaan.
Semua tamu bersorak gembira dan bertepuk tangan.
“Wah congrast broo.” Teriak Harsa.
Vano dan Kayla hanya tersenyum lalu Vano menatap Kayla mencium keningnya, merangkul pundak Kayla serta memeluk Kayla.
“Wah selamat ya Pak Revano dan ibu Kayla, bayi mereka ternyata berjenis kelamin laki-laki.” Ucap MC.
Dan disaat Vano tengah mencium bibir Kayla tiba-tiba Harsa memotongnya.
“Woi gue laper nih.” Teriak Harsa.
Seketika ciuman itu terhenti.
Rendi menatap tajam kearah Harsa “Lo bisa diem gak sih? Ganggu mereka mulu.”
“Wah anjing lo Harsa.” Batin Vano.