Saat ini keluarga Vano dan Bunda Kayla sedang berkumpul di ruang rawat Kayla, mereka baru saja sampai.
“Kayla sayang, kamu kenapa nak?” Tanya Nita langsung memeluk Kayla.
“Hehe Mama, aku kecapean aja kok.” Jawab Kayla cengengesan.
“Bohong Mah, dia kerja terlalu capek, udah aku bilangin juga gak denger.” Celetuk Vano.
“Apaan sih mas diem!” Ucap Kayla dengan sorot mata tajam.
“Mas?” Tanya Nita.
“Iya Mah, aku panggil Vano mas, belum lama sih baru-baru ini. Iseng aja awalnya aku panggil mas eh jadi keterusan, terus Vano juga salting tuh di panggil mas.” Jawab Kayla, alisnya terangkat ke atas sambil menatap Vano.
“Dih dih, siapa yang salting? Orang b aja kok.” Ucap Vano.
“Terus kata dokter gimana?” Tanya Yuna.
“Kata dokter Kayla nge-flek Bun, tapi gak apa-apa kok kalian jangan khawatir. Kayla cuma diharuskan istirahat total agar kandungannya kembali normal.” Ucap Vano, lalu duduk di samping ranjang rumah sakit Kayla.
“Alhamdulillah syukurlah kalo begitu.” Ucap Yuna mengembuskan napas lega.
“Kayla inget ya kamu gak boleh kerja terlalu keras, inget ada nyawa yang harus kamu jaga di dalam perut kamu.” Sambung Yuna.
“Iya Bunda.”