Kamu jahat.
Kayla menutup ponsel nya, lalu beranjak keluar dari kamarnya hendak menghampiri Vano. Disaat Kayla berjalan menuju kamar Vano, terlihat Vano keluar dari kamarnya terburu-buru.
Kayla langsung mencegah Vano.
“Vano tunggu, kamu mau kemana?” Tanya Kayla, tangannya menggenggam tangan Vano.
Vano menepis genggaman itu “apaan sih, bukan urusan lo.”
“Kamu gak seneng aku hamil?” Kayla menundukkan kepalanya.
“B aja sih, lagian itu juga bukan anak gue.” Jawab Vano enteng.
“Ini anak kamu Vano, bukan anak orang lain. Aku gak pernah tidur sama orang lain kecuali sama kamu suami aku, kamu kenapa sih gak pernah percaya sama aku? Udah aku jelasin berkali-kali, tapi kamu tetep gini aku harus gimana lagi?” Ucap Kayla, dirinya sudah lelah karena sudah menjelaskan beribu-ribu kali tetapi Vano masih saja tidak percaya.
“Gue gak percaya, jelas-jelas gue punya buktinya.”
“Itu bukan aku, oke emang bajunya, rambutnya sama kayak aku, tapi itu bukan aku Vano, bukan aku.”
“Mana mungkin lo ngaku.”
“Aku jujur Vano aku gak ngelakuin hal itu, aku mohon percaya sama aku.” Ucap Kayla memohon.
“Alah bohong, lo seminggu di Bali lama banget, mana ada kerja selama itu, yang ada lo malah berduaan tuh sama mantan lo itu.”
“Aku nggak berduaan sama Aksa, aku juga kan selalu ngabarin kamu, oke aku ngaku salah waktu itu pernah nggak ngabarin kamu, tapi aku ada alasannya Vano. Bukannya berduaan sama Aksa.”
“Udahlah gue udah gak mau lagi denger alesan lo yang gak berguna itu, yang jelas anak yang lo kandung itu bukan anak gue mending lo pergi dari rumah ini bawa semua barang-barang lo, kita pisah.” Final Vano lalu pergi meninggalkan Kayla.
Kayla langsung memasuki kamarnya, dan menangis tersedu-sedu. Memikirkan omongan jahat suaminya itu.
“Kamu jahat Vano, aku bakal pergi.”
“Nak, ayo kita pergi Papa kamu jahat sama Mama.” Ucap Kayla sembari mengelus perutnya.