Kamu Kenapa?
Kayla sudah sampai di depan rumah Vano, kini ia turun dari mobil.
“Aksa makasih banyak udah anter aku pulang.” Kayla tersenyum.
Aksa hanya mengangguk.
“Yaudah gue pamit.” Sambungnya lagi, sambil menyalakan mesin mobilnya.
“Iya hati hati.” Ucap Kayla melambaikan tangan ke arah Aksa.
Di sisi lain, Vano dari tadi memandangi Kayla dengan Aksa di kaca jendela rumah nya. Jujur hati Vano saat ini panas sangat panas entah apa yang terjadi padanya akhir akhir ini.
Ia selalu berfikir, apakah dia sudah mencintai Kayla? tetapi Vano langsung menepis pikiran itu.
Setelah Aksa menghilang dari pandangannya, Kayla mulai berjalan memasuki rumah Vano.
Disaat Kayla hendak membuka pintu, pintu itu langsung terbuka dan menampakkan sesosok Vano.
“Eh Vano, aku kira siapa.” Kayla kaget, ia pikir hantu ternyata Vano.
“Lo pulang sama siapa barusan?” Tanya vano ketus.
“Oh aku pulang sama Aksa.” Jawab Kayla, berjalan memasuki rumah dan langsung duduk di sofa ruang tamu.
“Perasaan gue selalu denger, setiap lo pulang kerja dianterin dia mulu. Lo balikan lagi sama dia?” Tanya Vano penasaran, ia juga tidak tahu kenapa ingin bertanya perihal hal ini kepada Kayla.
“Dia bos aku, dia yang selalu nawarin aku pulang bareng. Aku sama dia gak ada hubungan apa-apa cuma sebatas bos sama karyawannya.” Jelas Kayla.
“Oh jadi selama ini lo kerja di kantor dia?” Vano kaget, ternyata Kayla bekerja satu kantor dengan Aksa mantan Kayla sendiri. Vano pikir Kayla bekerja di kantor lain bukan di kantor mantannya.
“Iya.” Jawab Kayla.
“Jadi lo bohong selama ini sama gue?”
“Bohong apa? Aku gak pernah bohong sama kamu, aku mau kerja bilang ke kamu terus kamu ngizinin kan? Jadi aku bohong apa?” Tanya Kayla, ia tidak mengerti kebohongan apa yang ia perbuat kepada Vano.
“Lo gak bilang kalo lo satu kantor sama mantan lo.” Jawab vano kesal.
“Ya kamu gak nanya, kan kamu juga bilang terserah aku.” Kayla menjawab dengan nada yang sedikit meninggi.
“Kamu kenapa?” Sambungnya lagi.
Vano hanya terdiam, memang betul sih ia sendiri yang bilang 'Terserah' ketika Kayla meminta izin untuk bekerja tetapi Vano saat ini kesal karena tahu bahwa Kayla satu kantor dengan Aksa.
“Intinya aku gak ada hubungan apa apa sama Aksa Van, aku masih menganggap kamu suami aku. Aku gak mungkin menjalin hubungan dengan orang lain disaat aku udah bersuami, udahlah aku capek Van. Aku ke kamar dulu.” Final Kayla langsung pergi meninggalkan Vano.
Vano hanya terdiam.