Kantor dan makan siang.

Kayla sedang dalam perjalanan menuju kantor Vano, ia menaiki taksi online yang ia pesan sebelumnya.

Kayla berniat untuk memberikan suprise kepada Vano, dengan cara membawakan makan siang dan datang ke kantor Vano.

“Nak, kita ke kantor Papa ya.” Ucap Kayla sembari mengelus perutnya yang mulai membuncit.

Sesampainya di kantor Vano, Kayla bertanya terlebih dahulu kepada staff.

“Eh Bu Kayla, apa kabar Bu? Wah kandungannya sudah semakin besar, sudah berapa bulan Bu?” Sapa staff itu.

“Saya baik, kandungan saya baru 3 bulan Rida, tidak begitu besar hehe. Apakah Pak Revano ada di kantor?” Tanya Kayla ramah.

“Pak Revano ada di ruangannya Bu.” Jawab staff.

“Oh baik, terima kasih Rida.”

“Sama-sama Bu.”

Kayla langsung berjalan menuju lift kantor untuk bisa sampai ke ruangan Vano.

Vano sedang berbicara dengan Silvia sekretaris nya, mengenai proyek yang sedang berjalan sekarang ini.

Silvia melihat dasi Vano berantakan, lalu Silvia beranjak dari tempat duduknya hendak membenarkan dasi Vano.

“Pak maaf, dasi bapa berantakan saya rapihkan ya Pak.” Ucap Silvia yang hanya di balas anggukan oleh Vano.

Silvia merapikan dasi Vano dengan sangat hati-hati, Vano hanya diam sambil melihat-lihat berkas.

Disaat Silvia sedang merapihkan dasi Vano, Kayla datang ia shock tetapi Vano dengan Silvia tidak menyadarinya.

BRAK!

Kayla menjatuhkan paper bag yang berisi bekal makan siang untuk Vano.

“Mas.”

Vano dan Silvia kaget untung lah Silvia telah selesai merapihkan dasi Vano, Silvia langsung pamit keluar dari ruangan Vano karena merasa tidak enak.

“Pak pembicaraan kita sudah selesai, karena tidak ada lagi yang perlu di bicarakan saya permisi ke ruangan saya ya Pak.” Pamit Silvia lalu menundukkan kepalanya.

“Ya baik.” Jawab Vano.

Silvia berjalan ke arah Kayla, tersenyum ramah “Bu, permisi.” Ucapnya.

Kayla tak menggubris.

“Sayang kok kamu bisa ada disini?” Tanya Vano sambil memegang pundak Kayla.

Kayla langsung menepis “Jangan sentuh aku mas.”

“Kenapa sayang?”

“Kamu selingkuh kan sama sekretaris kamu itu hah?!” Ucap Kayla suaranya meninggi, terdengar juga sampai ke luar ruangan vano.

Karyawan yang lainnya berhamburan menghampiri ruangan Vano, disaat hendak sampai di ruangan Vano untunglah ada security yang membubarkan, jadi tidak ada yang melihat pertengkaran Kayla dengan Vano.

“Selingkuh apa sayang? Aku gak selingkuh.” Tanya Vano bingung, ya memang benar sih Vano tidak mungkin berani berselingkuh dibelakang Kayla.

“Tadi itu buktinya apa? Sekretaris kamu itu sentuh-sentuh kamu mana sambil senyam-senyum, kamunya juga diem aja.”

“Sayang, tadi sekretaris aku cuma mau benerin dasi aku doang, bukannya selingkuh.”

“Udahlah, capek.” Ucap Kayla lalu pergi meninggalkan ruangan Vano.

“Sayang tunggu.” Teriak Vano, Kayla tidak menggubris dan tetap melanjutkan langkahnya menuju lift.