Morning Time
Hari sudah menjelang pagi, kini kayla sedang sibuk memasak di dapur, menyiapkan sarapan pagi untuk vano yang kini sudah menjadi suaminya.
Pagi ini kayla memasak nasi goreng telur mata sapi, kesukaan vano, sebelum memasak kayla juga sempat menanyakan apa makanan kesukaan vano kepada mamanya Vano dan kayla berinsiatif untuk memasak makanan kesukaan vano sebelum vano berangkat bekerja.
Vano berjalan gontai menuju meja makan, dan di sambut oleh senyuman manis khas kayla.
“Siapa yang siapin baju gue? Perasaan semalem gue belum nyiapin apa apa loh buat ke kantor.” Tanya vano.
“Aku hehe, kan di rumah ini cuma ada kita berdua, maaf tadi aku lancang masuk ke kamar kamu. Aku gak ngapa ngapain kok aku cuma nyiapin baju buat kamu ke kantor aja abis itu aku langsung masak.” Jawab kayla tenang membelakangi tubuh vano.
“Oh makasih.” ucap vano pelan
“Kamu gak perlu bilang makasih, aku istri kamu udah seharusnya.”
“Udah gih sana mandi, kamu kan mau ke kantor.” sambungnya lagi.
10 menit sudah vano mandi, dan makanan pun sudah tertata rapi di meja disertai kopi hitam kesukaan vano.
“Makan dulu Van biar semangat kerjanya.” pinta kayla.
Vano langsung mencicipi makanan masakan istrinya itu, vano berpikir bagaimana bisa istrinya ini tahu makanan dan minuman kesukaannya, padahal ia dengan kayla saja tidak begitu dekat bahkan membicarakan hal hal kecil seperti ini pun tidak pernah.
“Kenapa lo bisa tau makanan sama minuman kesukaan gue?” Tanya vano masih dengan memakan nasi goreng masakan istrinya itu.
“Aku semalem nanyain ke mamah kamu, terus aku berinisiatif buat masakin makanan kesukaan kamu pagi ini.” Jawab kayla tersenyum.
Vano hanya ber-oh pelan, dan langsung menghabiskan nasi gorengnya.
“Yaudah gue berangkat.” ucap vano sembari memakai jas kantor nya.
Kayla langsung berdiri dan hendak mencium tangan vano, tetapi vano langsung menepisnya.
“Gak perlu, gue buru buru.”
Vano langsung pergi meninggalkan kayla.
“Sabar Kayla, mungkin vano belum terbiasa.” batinnya.