Ngidam.

Melihat Vano tertidur di kursi, akhirnya Kayla juga ikut merebahkan tubuhnya di kursi sebelah Vano karena ia sangat malas untuk naik ke kamar.

3 jam berlalu, Vano terbangun ia melihat istrinya itu sedang tertidur pulas tetapi tubuhnya kedinginan. Vano langsung berdiri dan menggendong Kayla, memindahkannya ke kamar mereka.

Setelah sampai di kamar, Vano merebahkan tubuh Kayla, tidak lupa menyelimuti nya.

Sekarang pukul 12 malam, masih lama menuju pagi, Vano memutuskan untuk tidur kembali.


Pukul 2 dini hari, Kayla terbangun, perutnya sedari tadi berbunyi, ia lapar dan memutuskan untuk membangunkan Vano.

“Mas bangun ih.” Panggil Kayla sambil menggoyangkan tubuh Vano.

“Hm, kenapa sayang?” Jawab Vano setengah sadar.

“Aku pengen ayam bakar mas, cepetan ih bangun aku laper.” Ucap Kayla.

“Sekarang jam berapa?” Tanya Vano.

“Jam 2 subuh mas.”

“Ya Allah sayang, mana ada tukang ayam bakar jam segini. Kamu ada-ada aja ah udah tidur-tidur.”

Kayla merengek “Gak mau mas, mau ayam bakar, cepetan mas bangun ih.”

“Aku ngantuk, mau tidur.” Ucap Vano menarik selimutnya.

“Mas bangun.”

Tak berapa lama, Vano mendengar suara tangisan, Vano terbangun lalu melihat istrinya sedang menangis.

Vano mengusap rambut Kayla “Ya Allah, kamu kenapa sayang?”

“Mau ayam bakar huhu.” Jawab Kayla.

Vano menghembus napas kasar “Yaudah iya aku beliin ya, udah jangan nangis lagi kamu tunggu disini.”

Kayla tersenyum “Beneran mas? Aaaa makasih mas.”

Cup.

Kayla mencium pipi Vano.

“Iya, yaudah aku pergi dulu kunci rumah aku bawa ya.” Ucap Vano lalu beranjak dari tempat tidurnya.

“Okayy.”