Night Drives

Malam yang indah, bulan bersinar terang, gedung-gedung menjulang tinggi, jalanan ramai. Itulah yang selalu menghiasi kota Jakarta di malam hari.

Kayla sangat menikmati malam ini sambil melihat pemandangan malam kota Jakarta, indah tentu saja. Tetapi ini lebih indah lagi karena dinikmati bersama orang yang dicintai.

Akhirnya Kayla bisa Night Drives bersama Vano, Kayla sangat senang karena sebelumnya ia menikmati keindahan kota Jakarta ini hanya bersama Aksa, karena Aksa yang selalu mengantar Kayla pulang.

Tautan tangan mereka tidak terlepas sedari tadi, genggaman itu semakin kuat di iringi dengan lagu To The Bone yang semakin membuat keduanya menikmati Night Drives ini.

“Aku seneng banget hari ini.” Kayla bersuara tersenyum lebar, sembari menatap Vano yang sedang menyetir.

“Ayo cerita apa yang buat kamu bahagia hari ini.” Jawab Vano, pandangannya fokus ke depan tetapi sesekali menatap Kayla.

“Aku bahagia karena jabatan aku naik di kantor, ummmm bentar.” Kayla berfikir sejenak.

“Oh iya selain itu juga, aku bahagia karena bisa menikmati indahnya kota Jakarta di malam hari bersama kamu. Aku bahagia banget.” Sambungnya lagi, menatap Vano dengan tatapan yang sangat tulus tidak lupa juga Kayla tersenyum manis.

“Kamu bahagia?” Tanya Vano.

“Of course aku sangat bahagia.” Jawab Kayla.

“Syukur deh aku juga ikut bahagia, maaf ya selama ini sikap aku gak baik sama kamu, aku gak peduli sama kamu, bahkan Night Drives bersama kamu pun gak pernah. Aku minta maaf.” Ucap Vano dengan nada penyesalan.

“Hey, gak apa-apa Vano. Kamu gak perlu minta maaf terus aku udah maafin kamu, yang lalu biarlah berlalu jangan di ungkit lagi ya? Aku mau kita menikmati setiap moment yang Tuhan kasih buat kita, aku bersyukur akhirnya kita bisa seperti ini.” Ucap Kayla.

“Aku terharu, terima kasih ya sayang udah mau maafin pengkhianat kayak aku.”

“Kamu bukan pengkhianat, kita bukan pengkhianat. Jadi stop nyalahin diri kamu sendiri.” Ucap Kayla lembut lalu mencium pipi Vano.

Vano yang sedang fokus menyetir, sontak kaget karena Kayla tiba-tiba menciumnya.

“Kaget, nanti aku cium balik ya.” Ucap Vano menatap Kayla lalu mengedipkan sebelah matanya genit.

“Gak mau wleee.” Kayla meledek.

Vano dengan Kayla sama-sama bahagia, karena bisa menikmati setiap detik moment yang terjadi diantara keduanya.