Quality Time

Setelah mandi, Kayla langsung menuju dapur menyiapkan sarapan untuk dirinya dan Vano. Hari ini Kayla memasak sup iga kesukaan Vano.

“Vano pasti suka.” Gumamnya.

“Sayang, kamu dimana?” Teriak Vano.

“Aku di dapur, lagi masak.” Jawab Kayla.

Vano langsung menghampiri Kayla, lalu memeluk Kayla dari belakang. Kayla kaget tetapi Kayla tidak memberontak, Kayla hanya tersenyum.

“Masak apa sayang?” Tanya Vano, masih dengan posisi memeluk Kayla.

“Sup iga kesukaan kamu.” Jawab Kayla.

“Udah mateng nih, lepas dulu ya peluknya? Nanti sup nya tumpah kalo kamu terus-terusan meluk aku.” Pinta Kayla, sambil mematikan kompor.

Lalu Vano melepaskan pelukannya.

“Yah, baru sebentar peluknya.” Vano merengek seperti anak kecil.

“Iya nanti dilanjut lagi ya.” Ucap Kayla, lalu memindahkan sup nya ke meja.

“Beneran? Awas aja kalo boong, soalnya kamu suka gitu.”

“Iya sayang iya.” Jawab Kayla.

“Ayo sarapan dulu, nanti keburu dingin nih sup nya.” Sambungnya lagi.

“Okay sayang.”

Vano langsung beralih duduk di meja makan, lalu mulai menyantap masakan Kayla.

“Wah sayang, ini sup nya bener-bener enak banget.” Puji Vano mengacungkan jempol.

“Haha makasih Vano.” Ucap Kayla.

Setelah sarapan, Kayla duduk santai di ruang tamu sambil menonton tv, lalu Vano menghampirinya dan langsung memeluk Kayla.

“Astaga Vano.” Kayla menepuk jidatnya.

“Kan kata kamu nanti di lanjut lagi, berarti sekarang yaa?” Ucap Vano makin mengeratkan pelukannya.

“Yaudah iya.” Jawab Kayla pasrah.

Hampir 20 menit Vano memeluk Kayla, lalu Vano melepaskan pelukannya.

“Eh sayang ayo kita nyiram tanaman.” Ajak Vano.

“Tiba-tiba?”

“Kan waktu itu kamu pernah bilang, pengen banget nyiram tanaman sama aku kalo kita sama-sama libur kerja.” Ucap Vano lalu menarik tangan Kayla.

“Ayo sayang, nanti habis nyiram kita jogging.” Sambungnya lagi.

“Iya iya ayo.”

“Kamu masih inget ternyata Van.” Batin Kayla lalu berjalan mengikuti Vano.