Revano and Friends
Harsa dan teman temannya sudah sampai di rumah vano, harsa sangat bersemangat sekali karena ingin bertemu kayla.
“Vano yuhuuu.” Panggil Harsa.
“Brisik amat lo, ketok aja pintu nya gak perlu tereak.” Ucap rendi.
Tak lama vano membukakan pintunya.
“Masuk.” Ajak vano.
“Waw rumah lo gede banget van, Lo tinggal berdua sama bini lo?” Tanya Ricky.
“Iya gue tinggal berdua.” Jawab vano santai.
Disaat mereka sedang mengobrol, kayla datang membawa cemilan dan jus untuk mereka.
“Silahkan.” Ucap kayla tersenyum.
Harsa langsung melirik Kayla “Jadi lo istrinya si vano? Cantik banget masya Allah, ceraiin dong si vano terus lo nikah sama gue mau gak?” Ucap harsa sembari mengedipkan matanya genit.
Kayla tersenyum “Makasih tawarannya, tapi aku gak mau hehe.”
“Hahahaha kasian banget si harsa.” Rendi tertawa terbahak bahak.
“Makanya jangan macem macem, mampus dah lo.” Ucap ricky.
“Oke dah, tapi inget ya van lo jangan pernah nyakitin bini lo itu putusin si kiara dia gak baik buat lo. Awas aja ye kalo lo sampe nyakitin bini lo, gue cekek.” Ancam Harsa.
“Gak bisa gue gak bisa putusin si kiara, gue sayang sama dia.” Jawab vano.
“Yailah sayang doang, itumah bisa berubah kali kapan aja, menurut gue ye si kiara itu gak baik buat lo dia cuma manfaatin lo doang.” Ucap harsa sambil memakan cemilan yang tadi di bawa oleh kayla.
Kayla yang mendengar obrolan mereka hanya tersenyum sayu sembari mengusap dadanya pelan.
“Sabar kayla.” Batinnya.