Rumah Sakit.
Setelah melihat notifikasi chat dari Kayla, Vano langsung berlari kencang menuju parkiran mobil, ia cemas karena takut terjadi yang tidak-tidak dengan Kayla.
Padahal dirinya tadi sudah memperingatkan Kayla agar tidak bekerja terlalu keras.
Butuh waktu sekitar 25 menit untuk sampai ke rumah sakit, dari kantor tempat Vano bekerja. Sesampainya di rumah sakit, Vano berlari bahkan sampai menabrak brankar rumah sakit.
Setibanya di administrasi, Vano menanyakan kepada petugas rumah sakit apakah istirnya itu benar ada disini ataukah di rumah sakit lain.
“Permisi maaf saya ingin bertanya, apakah ada pasien yang bernama Kayla Shaqeena?” Ucap Vano ngos-ngosan.
“Oh ada Pak, pasien di rawat di ruangan mawar nomor 96.” Ucap petugas rumah sakit itu.
“Baik terima kasih.” Ucap Vano, lalu pergi meninggalkan petugas itu.
Sesampainya di ruang mawar, Vano melihat Aksa yang sedang duduk di depan ruangan itu, kepalanya menunduk.
Vano berjalan menghampiri Aksa “Gimana Kayla?”
“Masih di tangani sama dokter.” Jawab Aksa.
“INI SEMUA GARA-GARA LO.” Ucap Vano tangannya menarik kerah kemeja kerja Aksa.
“Kayla begini pasti dia kerja terlalu berat, dan ini gara-gara lo.” Lanjutnya lagi.
“Gua tau gua salah, gua minta maaf karena udah buat istri lo begini, gua juga udah ingetin Kayla tadi, tapi dia tetep keras kepala, katanya dia mau selesaiin pekerjaan nya yang udah lama tertinggal.”
“Ya lo bisa suruh orang lain.”
Disaat perseteruan antara Vano dengan Aksa, pintu ruangan terbuka. Menampakkan sesosok dokter yang memeriksa Kayla.
“Apakah bapak-bapak ini keluarga ibu Kayla?” Tanya dokter.
“Saya suaminya dok.” Ucap Vano sambil menunjuk dirinya sendiri.
“Oh baik, bapa boleh ikut saya ke ruangan saya.”
Sesampainya di ruangan dokter, dokter itu memulai percakapan.
“Baik pak jadi begini, ibu Kayla pendarahan bisa disebut juga flek, Flek saat hamil adalah bercak pendarahan ringan yang keluar dari vagina. Kondisi ini bisa terjadi selama masa kehamilan, terutama trimester pertama. Sekitar 20 persen wanita mengalami perdarahan di 12 minggu pertama kehamilannya. Namun, tidak semua pendarahan selalu menandakan masalah kesehatan yang serius. Beberapa pendarahan ringan seperti bercak-bercak kecil masih dianggap normal selama kehamilan. Jadi bapa tidak perlu panik. Tetapi ibu Kayla harus beristirahat total, tidak boleh bekerja yang berat-berat, jangan berhubungan intim untuk sementara waktu sampai kandungannya kembali normal, dan selalu perhatikan warna darah jika ada darah yang keluar.” Ucap dokter itu.
“Tidak boleh berhubungan intim dok?” Tanya Vano.
“Iya pak demi menghindari terjadinya pendarahan seperti ini lagi.”
“Baik, terima kasih dok, apakah istri saya sudah bisa di jenguk?”
“Sudah pak silahkan.”
Vano membuka pintu ruangan Kayla pelan, Kayla sedang tertidur tetapi ketika Vano melangkahkan kakinya masuk Kayla langsung bangun.
“Mas.” Ucap Kayla lemas.
“Sayang, kamu baik-baik aja kan?”
“Iya aku gak apa-apa, apa kata dokter tadi?”
“Kamu flek, tapi gak apa-apa kok kamu gak perlu khawatir, tapi aku sedih.” Ucap Vano kepalanya menunduk.
“Loh kenapa? Kok sedih?” Ucap Kayla sembari mengusap rambut Vano.
“Untuk sementara waktu ini kita gak boleh berhubungan intim sampai kandungan kamu bener-bener stabil.”
Kayla tertawa “Haha dasar mesum.”
“Dih, wajar lah sayang kan kita suami istri.” Ucap Vano.
“Iya, kamu yang sabar ya hahaha.”
“Eh Aksa mana?” Tanya Kayla.
“Dia udah balik lagi ke kantor.”
Kayla ber-oh pelan.
“Sayang kamu itu gak boleh kecapean kenapa sih udah aku ingetin juga, jadinya kan gini.”
“Iya maaf mas, aku cuma mau nyelesaiin pekerjaan aku yang udah lama tertinggal.”
“Tapi kamu gak perlu maksain juga sayang.”
“Iya maaf.”
“Aku kasih tau Mama sama Bunda dulu ya kalo kamu di rawat.” Ucap Vano sambil mengeluarkan handphone dari saku celananya.
Kayla menahan tangan Vano “Eh jangan.”
“Udah gak apa-apa sayang, mereka juga kan perlu tau.”
“Yaudah deh iya.”