Tiga Sekawan.
Hari ini Kayla berkumpul dengan kedua sahabatnya, sahabat yang ia kenal sejak duduk di bangku SMA.
Kayla berjalan menghampiri Anika, yang sudah ada di Restoran lebih dulu sebelum dirinya datang.
“Hei bestie, apa kabar?” Tanya Anika, langsung memeluk Kayla.
Kayla tersenyum sambil melepaskan pelukannya “Gue baik, lo sendiri gimana? Eh gimana di kantor akhir-akhir ini?”
“Alhamdulillah gue baik, kantor baik, tapi gue ngerasa hampa gak ada lo Kay, pegawai kantor yang lainnya juga kesepian gak ada lo, gak ada yang bawain makanan lagi.” Jawab Anika sedih.
“Aduh haha, jadi pada kangen sama gue itu gara-gara gak ada yang bawain makanan lagi gitu?” Kayla tertawa, lalu duduk di kursi sebelah Anika.
“Nggak nggak haha gue bercanda doang kok Kay, lo kapan masuk kantor lagi?”
“Gue gak tau, tapi gue usahain secepatnya sih soalnya pasti pekerjaan gue numpuk.” Jawab Kayla sambil sesekali mengelus perutnya.
Disaat Kayla dengan Anika sedang berbincang, Yunita datang menghampiri keduanya.
“Halo halo.” Sapa Yunita.
“Hai.” Jawab Kayla dan Anika, langsung memeluk Yunita.
“Apa kabar Ta? udah lama banget gue gak ketemu lo.” Ucap Kayla.
“Gue baik, lo sendiri gimana? Duh ada yang mau jadi ibu nih.” Ucap Yunita.
“Gue juga baik, haha iya Ta, gue juga gak nyangka bakal secepet ini.” Ucap Kayla.
“Gak sabar nunggu ponakan lahir.” Anika bersuara.
Kayla menepuk jidatnya “Masih lama astaga.”
“Oh iya Ta pacar lo mana?” Tanya Kayla, karena ia hanya melihat Yunita datang seorang diri.
“Ada dia nunggu di luar.” Jawab Yunita.
“Suruh masuk dong, masa nunggu di luar kasian.” Pinta Kayla.
“Dia gak mau yaudah gue iya-in aja.”
“Kay suami lo mana kok lo dateng sendiri?” Anika bertanya, karena sudah lama ia tidak melihat Kayla bersama Vano lagi.
“Ah itu, suami gue sibuk.” Jawab Kayla senyumnya seketika memudar.
Anika menatap Kayla sejenak, ia merasa Kayla sedang berbohong kepadanya, mana mungkin Vano sesibuk itu, walau bagaimanapun yang Anika tau, Vano selalu mengutamakan Kayla.
“Oh gitu, lain kali ajak juga dong suami lo biar seru kita ngumpul nya.” Ucap Anika.
“Iya siap.”
“Lo juga Anika cari pacar jangan jomblo mulu lo, masa iya nantinya lo jadi perawan tua.” Ucap Yunita menyindir, karena sampai sekarang Anika, masih tetap menyendiri tidak tahu kenapa padahal banyak laki-laki diluaran sana yang mau dengan Anika.
“Heh anjir lo kalo ngomong kaga pake bismillah dulu.”
“Emang kenyataan nya wlee.” Yunita meledek.
“Dahlah serah lo, asal kan kau bahagia.” Ucap Anika pasrah.
Kayla hanya tertawa melihat tingkah kedua sahabatnya itu, seolah masalah yang sedang ia hadapi hilang dari pikirannya.