Tolong
Vano langsung berjalan menuju kamar Kayla, karena ia hanya ingin Kayla menjawab apakah dia melihat dirinya dengan Kiara berpelukan atau tidak. Karena tumben sekali biasanya ketika Kayla pulang kerja, Kayla selalu menyapa atau langsung memasak untuk makan malam.
Setelah sampai tepat di depan kamar Kayla, Vano ragu tetapi ia juga penasaran dengan jawaban Kayla.
Tok Tok
Vano mengetuk pintu kamar Kayla, ketukan pertama tidak ada respon lalu Vano kembali mengetuk dan sama tidak ada jawaban.
Vano memutuskan untuk masuk ke dalam kamar Kayla, karena kebetulan pintu nya tidak di kunci.
“Kay gue masuk ya.” Ucap Vano, berjalan memasuki kamar Kayla.
Ketika Vano masuk, ia melihat Kayla sedang tertidur pulas tetapi masih mengenakan pakaian kantornya Vano lihat mata Kayla sembab seperti habis menangis.
Dugaan Vano benar bahwa Kayla melihat dirinya dengan Kiara sedang berpelukan. Sial benar benar sial.
Baru saja Vano mulai menerima Kayla tetapi ia langsung di hadapkan dengan masalah seperti ini. Tetapi ini semua memang salah Vano. Vano masih saja berhubungan dengan pacarnya yang matre itu.
“Lo beneran tidur?” Ucap Vano mendekat ke arah Kayla.
“Mata lo sembab lo habis nangis ya? Lo juga gak biasanya tidur pake baju kantor, sebenernya lo kenapa sih?” Sambungnya lagi.
Vano mengusap pelan rambut Kayla, mengecup keningnya “Good night istriku, tidur yang nyenyak ya maafin aku.”
Vano langsung keluar dari kamar Kayla karena takut mengganggu.
Setelah Vano pergi dari kamarnya, Kayla membuka matanya pelan lalu tersenyum ia senang karena baru pertama kalinya Vano mengecup keningnya.
“Vano kamu itu ngeselin, tapi aku sayang.” Ucapnya.
“Tapi maaf aku gak bisa jawab pertanyaan kamu, itu terlalu sakit bagi aku Van.” Sambungnya lagi.