Vano mematikan handphone nya, dan langsung berjalan cepat menuju kamar, dengan perasaan gelisah karena takut Kayla marah padanya dan mendiaminya seperti waktu itu.

Sesampainya di depan kamar, Vano menarik napas dalam-dalam lalu membuangnya Vano terus melakukan hal itu sebanyak 3x lalu membuka pintu kamarnya pelan.

Disaat Vano sedang menutup pintu kamarnya, tiba-tiba Kayla memeluknya dari belakang sambil membawa buket bunga yang semalam Vano berikan.

Vano kaget tetapi juga senang karena istrinya itu tidak marah padanya, pikirannya ternyata salah.

“Mas makasih banyakkkkkk.” Ucap Kayla.

“Iya sama-sama sayang, maafin aku ya.”

Kayla melepaskan pelukannya “Iya gak apa-apa mas, aku ngerti.”

“Gimana kamu suka sama bunganya?” Tanya Vano sedikit khawatir, takut Kayla tidak menyukai bunga pemberian nya.

“Sukaa banget, i love you sayang.” Ucap Kayla, lalu mencium bibir Vano sekilas.

Vano terkejut, lalu menarik Kayla dan mempersatukan bibir mereka. Melumatnya dengan penuh kasih sayang begitupula sebaliknya dan disaat ciuman mereka semakin panas perut Kayla tiba-ti da