Tentang Nahen & Lalitha

“Mah, aku mau ke rumah Nahen,” ucap Lalitha.

Ia melihat Ibunya sedang duduk di sofa dan menghiraukan dirinya.

“Assalamuallaikum,” pamit Lalitha.

Tak ada jawaban, Ibunya hanya fokus dengan ponselnya dan menghiraukan Lalitha.

Lalitha memang dilahirkan di keluarga yang lumayan berada, orang tua lengkap, apapun selalu diberikan oleh orang tuanya tapi semua itu dibayar oleh nilai sekolah Lalitha. Jika nilainya turun, orang tua Lalitha akan memarahi Lalitha bahkan sampai bermain fisik dengan Lalitha.

Lalitha selalu merasa kesepian karena orang tuanya sibuk bekerja dan tidak pernah peduli dengan Lalitha. Mereka hanya peduli dengan nilai Lalitha dan dengan pekerjaan mereka.

Lalitha mempunyai teman baik dari kecil yaitu Nahen. Nahen yang selalu ada untuknya, jika Lalitha sedang punya masalah di rumahnya pasti Lalitha akan pergi ke rumah Nahen.

Keadaan Nahen pun tak jauh berbeda dengan Lalitha, bedanya ia tinggal dengan Ayah dan Ibu Tirinya.

Ya, Ibu kandung Nahen telah tiada karena sakit.

Saat Ibu Nahen meninggal, Ayah Nahen tidak peduli dan ia pergi bersama selingkuhannya yang sekarang menjadi Ibu Tirinya.

Kejadian itu meninggalkan luka yang sangat mendalam bagi Nahen.

Lalitha dan Nahen adalah dua insan yang saling menguatkan untuk tetap bertahan hidup.