life after marriage.
Cw : kissing
Sepuluh hari sudah Hyunjae melepas status lajangnya. Sudah genap sepuluh hari, pria bisep tebal itu pindah rumah dari kostan minimalis ke rumah yang disediakan untuk keduanya sebagai hadiah pernikahan. Sudah genap sepuluh hari juga, kalau tidur dia tak lagi sendiri.
Pagi ini, Hyunjae bangun duluan karena cahaya matahari diam-diam menusuk kulit dan matanya. Ia bangun dan menarik gorden, membukanya lebih lebar dan membuka jendela agar udara segar masuk kedalam kamarnya.
Ia garuk rambut coklat ikalnya, sedikit merapikan kolor merah dan kaos oblong coklat yang ia kenakan. Ia tersenyum manis. Duh, enaknya punya teman tidur secantik, setampan, sehangat, selembut dan sesempurna suaminya ini.
Ia bawa tangannya mengusap pelan puncak kepala si tersayang. Ketiban apa ya Hyunjae sampai bisa nikahin dia? Amalan apa yang ia lakukan sampai-sampai bisa diterima sebagai menantu keluarga kaya raya yang disegani banyak orang ini? Hyunjae ini siapa ya di masa lalu, sampai sampai keberuntungannya seakan tak habis-habis.
Younghoon Kim. Kekasihnya selama enam tahun belakangan. Pria manis yang sederhana dan apa adanya meski ia bergelimang harta. Yang mau dibelikan cincin lima ratus ribu rupiah sebagai simbol ikatan cinta dan maju ke jenjang yang lebih serius. Pemuda yang mau menemani Hyunjae yang biasa saja ini dalam suka dan duka.
Duh mimpi apa ya dia sampai-sampai bisa mempersunting pemuda bersinar dan penuh cinta yang mau meniti bahtera cinta selamanya bersama dirinya. Pemuda berparas rupawan dengan pribadi hangat yang siap menjadi tempatnya pulang.
Hyunjae terkekeh geli. Duh salting sendiri deh kalau diinget gimana dia gemeteran buat lamar Younghoon. Gimana takutnya dia menghadap langsung ke orangtuanya Younghoon, gimana rasanya mules dan nahan keringat dingin saat kak Taehyung tiba-tiba jadi lebih sensi sama dia pas tau adiknya mau diajak menikah. Butuh waktu hampir setengah tahun hingga akhirnya Hyunjae bisa bertemu secara proper dengan keluarga sang kekasih dan mempertemukan kedua keluarganya. Dan ya, akhirnya disinilah ia. Bergelung dibawah selimut hangat bersama si terkasih.
Hyunjae merunduk, hendak mencium bibir Younghoon. Namun gerakannya terhenti. Ia kembali terpesona. Duh, gantengnya Kim Younghoon ini. Pipi bulat lembut dan kenyal, hidung mancung, bulu mata lentik, bibir merah kenyal. Hyunjae betah berlama-lama di rumah. Betah berlama-lama bergelung dibawah selimut berbagi peluk hangat. Ia tersenyum. Terimakasih Tuhan, berkatmu, Hyunjae bisa merakan betapa nikmatnya surga yang disebut rumah ini berhiaskan bidadari surga seperti Younghoon yang jadi pendampingnya.
“Kalau kamu gak mau cium, mending aku aja yang cium kamu”
Younghoon ternyata sudah bangun. Tepat saat ia rasakan kasur disebelahnya terasa bergoyang dan deru nafas menyampu permukaan kulit wajahnya. Ia buka mata dan dapati suaminya tengah tersenyum manis menatap paras tampannya. Sampai tidak fokus dan tidak menyahut meski Younghoon memanggilnya beberapa kali.
Ia tenggerkan jemari lentiknya pada rahang tegas Hyunjae, ia usap usap permukaan kulit yang terasa kasar karena suaminya belum bercukur. Pelan-pelan kini lengan Younghoon mengalung pada leher kokoh itu dan ia tarik tengkuk Hyunjae. Ia lumat bibir atas sang cinta dengan lembut. Ia sesap dengan rakus bibir kenyal sedikit pahit karena masih punya kebiasaan merokok itu. Younghoon melenguh saat Hyunjae mengunci pergerakan Younghoon. Ia raih pinggang kecil sang suami, ia dekatkan tubuh mereka berdua hingga menempel. Suara kecipak basah mewarnai pagi mereka. Younghoon mendesah pelan saat tangan Hyunjae menyingkap piyamanya, ia usap perut Younghoon dengan manja.
“Good morning, sayang”
Younghoon yang masih terengah itu hanya menatap Hyunjae, menghadiahkan tawa kecil dari suaminya.
“Bantu aku cukuran yuk. Aku ada meeting sama influencer hari ini”
Hyunjae tarik pinggang Younghoon dan dalam sekali gerak, ia gendong pemuda itu ala bridal masuk kedalam kamar mandi.
Younghoon bergegas mengeluarkan alat tempurnya dan dengan cekatan ia duduk diatas tembok disamping wastafel. Meraih rahang Hyunjae yang kini ia lumuri cream cukur banyak-banyak.
Sesekali Younghoon curi kecupan pada bibir suaminya yang menimbulkan protes. Dengan telaten, jemari lentik Younghoon bergerak diatas rahang Hyunjae, membantunya bercukur.
“Kalau tau nikah ternyata seenak ini, kayaknya aku bakalan minta nikah dari awal ketemu kamu deh, nje”
Hyunjae terkekeh, “aku belum siap dananya dong”
“Gak perlu mahal mahal atau mewah kan? Yang penting itu pernikahannya dan dengan siapa kamu nikah”
“Bisa aja, ah”
“Loh iya tau, nje! Coba sekarang kamu belah dadaku, disana tertulis nama kamu doang hahaha lebay ya aku”
Hyunjae tertawa terbahak-bahak lalu memeluk suaminya. Tak peduli dirinya masih berlumuran krim cukur, ia ciumi pipi suaminya dengan brutal. Menghasilkan pekikan kencang penuh protes dari sang pria.