selamat ulangtahun, kiciw

Content warning : boyslove, rate 17+,berisi peluk-peluk dan kecup-kecup


Jujuyoyo adalah teman sejak kecil. Sampai detik ini mereka belum berpacaran. Tapi orang-orang sudah menganggapnya begitu. Bagaimana Lee Juyeon dan Ji Changmin adalah bagai suatu yang tak bisa dipisahkan. Harus selalu bersama dan akan selalu bersama. Rumah Juyeon yang berjarak lima belas langkah dari rumah Changmin membuat mereka selalu bersama sejak kecil.

Juyeon adalah orang pertama yang tau segala sesuatu tentang Changmin, begitu pun sebaliknya.

Juyeon adalah orang pertama yang akan Changmin cari kala ia kesusahan, Juyeon juga adalah orang pertama yang Changmin ingat setiap membuka mata.

Sudahkah Juyeon mengerjakan pr? Bisakah Juyeon mengerjakan ulangan harian? Dan jika Juyeon kesulitan, Changmin akan datang menyelamatkan kesusahan.

Tok tok tok

Pintu kamar diketuk, Changmin membenarkan piyamanya yang kusut sebab berbaring terlalu lama lalu membuka pintu, menampakan si pemuda berbahu lebar dengan senyuman cerah hingga mata menyipit seperti kucing itu didepan pintu. Dengan kedua tangan menenteng keresek putih yang bisa dipastikan kue ulangtahun dan pudding.

Juyo lama”

Juyeon melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar sahabat kecilnya itu “kan harus bantuin bunda dulu beresin dapur”

Lalu keduanya duduk bersila diatas lantai, “kuenya bikin?”

Si kucing besar mengangguk lalu tersenyum cerah sekali, “kata bunda biar lebih spesial. Ayo kita tiup lilin” Juyeon dengan telaten menancapkan lilin lilin kecil diatas kue lalu menyalakan korek dan mulai bernyanyi. Changmin membuat wish lalu meniupnya dan keduanya bertepuk tangan.

Mau puddingnya kak sang cepet!”

Kue bikinan juyo gamau?”

Puddingnya dulu nyoba sini”

Juyeon menyuapi si tupai dengan pudding buatan kakaknya lalu beralih menyuapinya kue.

Ji Changmin saat mengunyah sangat lucu. Bagaimana pipinya mengembung dengan gerakan mengunyah yang konstan dan wajahnya yang indah juga menggemaskan. Juyeon selalu suka pemandangan seperti ini.

Maka setelah lima belas menit asyik dengan kegiatan suap menyuapi, saat kue dan pudding itu habis, tanpa pikir panjang Changmin langsung bergeser ke arah Juyeon, mendudukkan dirinya diatas kaki Juyeon yang masih duduk bersila. Tangannya melingkar di pinggang Juyeon dan kepalanya dibuat bersandar dibahunya.

Juyeon dengan sigap meraih badan Changmin dan menggendongnya membiarkan Changmin menempel pada badan bagian depannya seperti koala.

Ayo minum dulu”

“Gak mau udah gini aja”

Nanti Changmin cegukan, kamu kalau cegukan rese. Ayo minum dulu”

Katanya mau peluk sampe kebas kok disuruh minum sih” Changmin menggigit bahu Juyeon yang bersikeras memaksanya. Lalu akhirnya si kucing besar mengalah dan merebahkan dirinya dan Changmin diatas kasur bermotif panda itu.

Changmin masih menempel pada tubuh Juyeon seperti lintah. Bahkan semakin merapatkan tubuhnya pada tubuh Juyeon. Tapi siapa Lee Juyeon berani memprotes atas tindakan manusia semenggemaskan ini?

Tangan juyeon dibawa untuk memeluk tubuh si kecil yang terlihat tenggelam. Kepalanya ia kecupi dengan lembut, dahi dan puncak kepala lalu dilanjutkan dengan hidung dan pipi.

Aku mending pacaran beneran sama Juyo gak sih?Kecil gini takut kelindes orang-orang. Juyo kan besar”

Tadi katanya gak takut meskipun badannya kiciiiii???”

Ya soalnya Juyo badannya besar. Pas banget buat dipeluk aku yang kecil ini”

Kalau mau pacaran biar pelukan sampe kebas terus biar bisa ciuman sampe jontor Juyeon juga mau”

Lalu terdengar suara Juyeon mengaduh dan tertawa setelah mendapatkan cubitan dari si tupai.

Tapi aku serius Juyeon, ayo pacaran aja kita”

Ya juyeon juga serius Changmin, kalau mau ayo aja”

Yaudah mau”

Lalu juyeon mempererat pelukannya sambil terkikik geli, “*hehe pacar hehe”

Dan hari itu, bersamaan dengan status keduanya berubah, pelukan itu masih tetap erat, bahkan sampai hari berganti.

[Fin]