sex doll

myungreun : sungdaeng, taesjae, ringmong, handaeng.

boypussy! MJH

SEGGGGGSSSSSSSSSS, anal sex, vaginal sex, rimming, nipple suck, degradation, gangbang, handjob, blow job, doggy style, vagina slapping, overstimulation, squirting, etc.

pendek aja dan tipis-tipis.


Suara lenguhan tercipta ketika lidah dan bibirnya menyusur, menjelajah bak seorang pelaut yang melanglang buana di samudera. Badannya menggeliat heboh disela-sela desahannya. Kekehan kecil menggema saat rungunya menangkap suara becek dan porno yang menyebar ke satu ruangan.

Myung Jaehyun, namanya. Seorang leader dari satu grup yang kian membesar.

Seorang leader yang cantik jelita terperangkap dalam tubuh pria yang cukup tinggi di kalangan remaja.

Myung Jaehyun menggeliat, meremas surai halus milik lawan mainnya yang tengah sibuk menjelajah disana; di bagian selatan sensitifnya.

Suara kekehan itu keluar lagi saat dengan sengaja lidah menyapu bersih seluruh area vaginanya. Ah Myung Jaehyun diajak terbang menuju surga.

“Ahh Yepㅡyeppi..”

Pinggulnya terangkat dan pria berbadan besar bernama Sungho itu bangun untuk mengecup pipi gembilnya.

Jaehyun menarik kalung yang menjuntai dari leher kokoh pemudanya, mempersempit ruang dan jarak keduanya agar bisa bercumbu mesra. Ada rasa asin basah dari mulut yang ia kecup sebab sebelumnya sibuk menjelajah di vaginanya.

Suara pintu ditutup bersamaan dengan langkah kaki yang agak ramai.

“staff benar-benar marah sama kamu, kak”

Suara berat Kim Leehan menyapa, tapi Jaehyun tak bisa sedikitpun memalingkan muka sebab Park Sungho tengah rakus mencumbunya.

“lagian udah dibilang jangan buka jaket, malah nakal”

Kasur yang ia tiduri bergoyang sedikit dan menjadi semakin melengkung, tanda seseorang duduk disana, dan dari suaranya itu sudah pasti Riwoo.

“Kapan sih gak nakal?” Balas Leehan dengan kekehan kecil.

Jaehyun menarik diri, kepalanya ia jauhkan dari Sungho dan pemuda Park itu beralih mencumbu lehernya.

Jaehyun bisa menangkap sosok Han Taesan mendekat kearahnya, berdiri tepat di sampingnya. Han Taesan menatapnya datar meski Jaehyun dengan berantakan berusaha menggapainya. Jemari Jaehyun menggenggam tangan Taesan yang tengah bersidekap, ia memekik kecil saat Sungho menandai selangkanya, “ahhh hngg Taesanㅡ”

“If you're such a slut, take off your pants next on your weverse's live. Jangan setengah-setengah cuma buka jaket dan pamer tete”

Ah, ah, Jaehyun melolong setelahnya.

Sungho tertawa sarkas dan mengelap mulutnya yang basah, “gak diapa-apain udah cum aja”

Tadi, sebelum akhirnya ia terpenjara disini, ia sempat melakukan kegiatan siaran langsung, mengobrol sebentar bersama fans sampai akhirnya ia melakukan taruhan dengan Woonhak si bungsu, jika ia datang, Jaehyun akan membuka jaket yang ia kenakan, dan Kim Woonhak bergegas menyusul si leader setelahnya. Pria sejati memang harus dipegang janjinya, maka Jaehyun benar-benar menanggalkan jaketnya, yang tersisa hanya kaos press body miliknya saja yang memperlihatkan lekukan tubuhnya yang elok.

Dadanya yang sedikit membesar karena olahraga itu ia pamerkan dengan centil meskipun menuai kritikan gemas dari staff yang menjaga mereka disana. Jaehyun tetap melakukannya sambil tertawa-tawa meski di seberang sana keempat kekasihnya mulai kesal dibuatnya.

Oh Jaehyun memang dipacari semua anggotanya, dia senang-senang saja diberi banyak cinta oleh mereka. Jaehyun senang menjalani hari-hari penuh warna bersama kelimanya, menjalin kasih dan meniti karir sambil berpegangan tangan, melakukan hal-hal romantis setelah kegiatan, Myung Jaehyun selalu suka.

Malam ini, setelah kenakalan yang si puppy lakukan, keempat pacarnya (Woonhak tidur karena kelelahan) langsung masuk ke kamarnya, sambil mengomel, keempatnya menyudutkan Jaehyun hingga akhirnya disinilah ia. Berada di bawah kuasa kekasihnya yang berbahu lebar, dan tiga lainnya yang menonton di pinggiran ranjang.

“Nakal”

Jaehyun menjengit saat vaginanya digampari berkali-kali oleh Sungho hingga memerah. Airmata juga meleleh tanpa aba-aba, tapi Jaehyun suka. Jaehyun suka dibawa ke nirwana.

Jaehyun membiarkan Sungho mundur untuk melepas celananya, ia juga bisa melihat ketiga pacarnya yang lain menanggalkan milik mereka.

“Siapa duluan?”

Oh pertanyaan klasik yang biasanya ditanyakan sebelum acara inti. Memiliki banyak pacar membuat mereka terbiasa adil, mengantri dan bertanya hal-hal yang kadang membuat Jaehyun tertawa.

“The one with the biggest dick should be the first, so his vagina can stretch perfectly, gak sih?”

Lalu Taesan menyeringai. Oh come on, dia paling tinggi di grup ini (bersama Woonhak) ukuran kejantanannya sedikit lebih besar diantara yang lain. Miliknya gemuk dan panjang meski lebih panjang punya Leehan. Tapi diameter adik kecilnya memang yang paling enak untuk menjadi yang pertama.

“Taesan mulu yang pertama, bosen”

Oh Lee Sanghyuk dan jiwa kompetitifnya, “yaudah kamu duluan deh sekarang” balas Taesan yang membuatnya sumringah.

Riwoo itu, aduh. He is the one who always make Jaehyun cried. Riwoo itu bergerak seperti pemain handal, dia selalu bergerak dengan lihai, mengacak-acak Jaehyun, mengenai titik manisnya dengan telak bak dia yang menciptakan Jaehyun hingga sedetail itu. Riwoo acts like he is the Geppettos for his Jaehyun. Riwoo knew very well where he had to do something to make his Jaehyun moan.

Dan setelah Leehan membantu mengocok kontol Riwoo, pemuda itu masuk pelan-pelan tapi pasti, vagina Jaehyun sudah basah akibat permainan lidah Sungho dan kini ia semakin basah dan merah. Badannya terhentak dengan kedua tangan yang kini sibuk untuk memompa milik Taesan dan Leehan. Sungho akhirnya membiarkan penisnya masuk ke dalam mulut hangat Jaehyun, dan tak ada jeda bagi Jaehyun untuk berpikir. Badannya dipakai asal-asalan oleh keempatnya, membuatnya pusing dan mabuk. Jaehyun hanya berpasrah diri sambil mendesah disela-sela kegiatannya.

Badan itu terhentak lagi-lagi meski sudah cum berkali-kali.

“Ahh sial Jaehyun jangan kena gigi!”

Sungho secara tak sadar menggerakkan pinggulnya hingga si kecil itu tersedak berkali-kali, mulutnya sudah pegal dan kebas, tangannya juga sudah kesemutan tapi semua pacarnya tak mau berhenti.

Setelah Riwoo menuntaskan hasratnya, kini badan Jaehyun diangkat hingga duduk manis diatas badan Taesan merengsek masuk untuk duduk diatas kasur queen size itu. Saat penis Taesan tertelan sempurna di dalam analnya, ada penis Leehan yang menyusul, mengisi lubang lain yang sempat kosong sebab si pacar mengambil jeda. Jaehyun kini benar-benar menangis. Badannya ngilu, gemetar tak karuan karena rangsangan yang datang terlalu banyak. Dan guna meredam suara desahannya yang kencang, Sungho kembali memasukkan miliknya ke dalam mulut hangat si kecil. Riwoo di belakang sana memantik rokok lalu berjalan mendekat, tangannya yang menganggur dipakai untuk menggerayangi dada Jaehyun yang polos. Basah. Semuanya basah. Peluh, peju dan air mata bercampur satu membasahi sekujur tubuh.

Jaehyun menggeliat tak karu-karuan.

Bahkan kini tangan kanannya pun dipaksa untuk memberi service pada penis Riwoo yang sempat melemas karena istirahat. Semua bagian tubuh Jaehyun adalah candu. Semuanya manis lebih dari madu.

“Ah lonteㅡ jangan diketatin-!”

Han Taesan dengan mulut kotornya. Tangan kiri Taesan sedari tadi tak juga diam. Ia memilin, mencubit, memutar dan menekan nipple kiri Jaehyun serampangan. Sedangkan tangan Leehan mengocok miliknya yang tak hentinya disentuh.

Jaehyun yakin ia akan pipis.

Penis Taesan masuk, penis Leehan keluar, penis Sungho masuk, penis Riwoo keluar. Semua bak bisa Jaehyun rasakan dengan jelas. Seluruh tubuhnya digauli hingga pagi. Hingga perutnya kram karena terlalu banyak ejakulasi.

Jaehyun mau berhenti. Tapi ia benar-benar menikmati. Bahkan setelah Leehan dan Taesan selesai, badan lemasnya bergegas diangkat dan disekap oleh Sunghonya yang kini berbaring menggantikan Taesan. Jaehyun diusap penuh sayang meskipun lubangnya kembali diisi, dan dari belakang pemuda bernama Lee Sanghyuk itu kembali masuk menemani penis Sungho yang kini menggagahinya.

Tak berhenti. Tak diberi jeda.

Pantat sintal dan vagina menganganya bak tontonan gratis bagi siapapun yang punya tiket eksklusif.

Taesan dan Leehan mengusap rambut lepek Jaehyun. Setiap pergerakan penis yang mengobrak-abrik dinding vaginanya benar-benar membuat Jaehyun frustasi. Urat-urat di batang kemaluan tiap-tiap penis pacarnya, keras dan beberapa memiliki ujung melengkung membuatnya gila. Ia sudah tak berdaya sebenarnya. Tapi ia suka. Ia suka dipakai asal-asalan, dipakai bergiliran, dipakai sesuka hati hingga pagi, hingga ia tak bisa menapaki tanah lagi, Jaehyun selalu suka. Ia selalu rakus.

Maka, Jaehyun menjerit kencang saat pelepasannya datang. Sungho meredamnya dalam ciuman panjang. Ia biarkan si kecil pipis diantara pelepasannya, membasahi dirinya, membasahi Riwoo di belakangnya, membasahi sprei dan kasur kesayangannya. Ia biarkan Jaehyun merasakan pelepasan dahsyat yang membuatnya mengejang.

Jaehyun ambruk setelahnya. Nafasnya tersengal-sengal dengan energi habis tak tersisa. Badannya dibalik hingga telentang dan terkulai pasrah sedangkan keempat kekasihnya melingkar mengelilinginya, mengocok penis mereka masing-masing dan menyemburkan spermanya kesana. Jaehyun basah total, rusak total, vaginanya menganga basah dengan banyak jejak sperma. Perutnya sedikit menggembung lucu, pipi, wajah, rambutnya lepek dan basah karena keringat dan air mata bercampur dengan mani dari keempat pacarnya.

Jaehyun mau centil lagi. Jaehyun mau menantang maut lagi. Kapan-kapan, Jaehyun akan melakukan hal yang membuat mereka marah lagi.

Tapi malam ini, biarkan dia istirahat hingga pagi.

Fin.