the hybrid chronicles.


“Semuanya sudah membawa cookies and milk yang miss giselle suruh kan?”

Semua anak hybrid di ruang kelas warna-warni itu bersorak ceria menyahuti pertanyaan guru cantik mereka. Setelah diberi izin untuk mengeluarkannya, siang itu semua orang mulai mengeluarkan cookies dari dalam ransel mereka.

Jaehyun, the one and only golden retriever di kelas itu menggoyangkan kepalanya ke kanan dan ke kiri dengan semangat, mengeluarkan empat buah cookies dengan rasa-rasa yang ia pilih.

“Is it matcha, jae?” Jaehyun mengangguk antusias menjawab pertanyaan hybrid kelinci teman sebangkunya, Jang Wonyoung, kelinci cantik yang setiap hari memakai pita di rambut.

Jaehyun tersenyum saat Taesan, si mainecoon berjalan mendekat kearah bangku mereka dengan Zhanghao mengekor di sebelahnya.

Tanpa ba-bi-bu Taesan dan Zhanghao ikut nimbrung untuk ngemil siang.

“I made this, lho, mau coba?” Zhanghao membuka kotak bekalnya dan menawarkan cookies buatannya yang diterima dengan senang hati. Keempat hybrid kecil itu bercengkrama sambil mengunyah cookies yang sesekali dicelup kedalam susu yang mereka bawa sendiri dari rumah.

Miss Giselle tersenyum manis sekali sambil mengabadikan moment kecil ini. Habis snack time, biasanya mereka akan istirahat sampai pukul satu sampai akhirnya masuk sesi bernyanyi dan pulang. Kegiatan sekolah yang sangat menyenangkan.

“Mau coba?” Taesan berbisik pada Jaehyun, menawarkan choco cookies yang ia buat bersama Maminya. Jaehyun menatap cookies besar yang menggiurkan di tangan Taesan lalu mengangguk, si kucing besar itu lalu menyodorkan cookiesnya, membiarkan Jaehyun mengunyah miliknya dengan semangat. Jaehyun tersenyum lebar hingga kuping anjingnya bergerak excited disertai goyangan ekor yang ceria, “ENAK!”

“Hmm” katanya. Taesan diam-diam menahan senyum melihat reaksi si anjing yang cukup menggemaskan. Anak anjing golden retriever itu tidak bisa diam. Tubuhnya bergoyang kesana-kemari dengan mulut sibuk mengunyah dan mengobrol dengan dua teman kelincinya.

Jaehyun menggeser cookies rasa strawberry cheese pada Taesan, “hehe for tecan, makasih sudah give je your cookies”

“Hm”

Jaehyun tersenyum lagi lalu kembali menyantap cookies yang sisa setengah.

“Hari ini dijemput ibu?”

“Everyday je dijemput ibu. Why?”

Taesan menggeleng. Si kucing itu sebenarnya ingin main lebih lama bersama Jaehyun tapi ia sadar akhir-akhir ini sudah sering membangkang pada mami karena selalu minta bermain dan merepotkan mami dengan harus menjemputnya di rumah Je, jadi akhirnya ia bungkam saja meski dengan berat hati.

Jaehyun menelengkan kepalanya gemas dan berkedip lambat, “uh tecan, wait.”

Taesan menggumam sambil menaikkan alisnya lalu, cup ia rasakan ujung bibirnya dijilat, DIJILAT sambil sedikit dikecup oleh si golden retriever. Taesan terkejut hingga kuping kucingnya berdiri tegak.

“Makanmu berantakan, cookiesnya ada di bibir hihi”

Taesan berkedip cepat berkali-kali lalu, “AWWWWW! MISS GISELLE, TECAN PULL JE'S EAR!!!”

fin