the kisses.


taesjae hybrid from the hybrid chronicles universe, spesial my baby moots's bday


Tecan loves Je so much, tapi karena dia adalah kucing, dia tidak terlalu gamblang menyatakan perasaannya.

Malam itu, Je mengirimi banyak sekali pesan pada Tecan, Je bilang dia dan ibu habis membuat coklat. Ini kali pertama Je membuat coklat sendiri bersama ibu, biasanya hanya beli di minimarket. Rasanya seru, menyenangkan dan melelahkan.

Rasa coklatnya enak, mirip seperti yang dijual di minimarket, bedanya hanya bentuk coklatnya saja yang sedikit abstrak karena Je tentu merecoki ibu dengan semangat.

Hybrid golden retriever itu sangat bersemangat dan riang gembira dari malam hingga pagi besoknya. Ia tidak sabar membagikan coklat hasil karyanya pada teman-teman, tentu Taesan ada di nomor pertama. Je tidak memberikan coklat pada semua teman sekelas, coklat yang tersisa hanya sedikit karena ibu juga memberikannya pada pacarnya; padahal bulan valentine sudah lewat empat bulan lamanya.

Je hanya mengantongi lima buah coklat saja. Dua untuk tecan, satu untuk Zhanghao, satu untuk Wonyoung dan satu untuk dirinya sendiri.

Sebenarnya Je masih punya coklat di rumah sih, tapi ibu bilang itu untuk stock cemilan Je.


Pagi itu, Je diantar ibu, tidak dijemput dengan mobil sekolah. Alhasil, Taesan menunggu Je di depan kelas. Biasanya Je dan Tecan akan duduk sebelahan di mobil sekolah, Je akan menyambutnya dengan senyum lebar dan tawa yang ceria ketika Tecan membuka pintu. Tapi hari ini, Je bilang ia diantar ibunya. Jadi, Taesan menunggu. Menunggu Je di depan pintu kelas sambil tersenyum tipis menjawab sapaan teman-teman sekelas yang baru tiba.

Telinga kucing Taesan berdiri saat mengenali sebuah mobil putih parkir tepat di depan gerbang sekolah, oh itu Je, katanya dalam hati.

Ia menegakkan duduknya, kedua tangannya meremat tali ransel yang ia gendong lalu berjalan sedikit cepat menuju gerbang sekolah.

Je, si hybrid golden retriever itu turun dengan semangat, dengan baju serba kuning cerah ceria dan kepalanya dihiasi oleh topi yang membuatnya semakin lucu. Wangi dari parfum dan minyak telon bisa Tecan cium dari jarak ini, Je menarik ranselnya lalu melambai pada Taesan.

Ibu Sharlyn, ibu Je, turun dan mengusap rambut Taesan untuk menyapa. Setelah diberi sedikit wejangan untuk tidak nakal, skip makan siang dan membuat onar, ibu akhirnya melambai, pergi bekerja meninggalkan Je sekolah.

“Halo tecan!”

Taesan tersenyum kecil lalu menggumam. Taesan mengulurkan tangannya lalu dengan senang hati Je menggenggam tangan itu, keduanya berjalan dengan lucu beriringan penuh cinta masuk ke kelas.

“Je happy!”

“Oh iya”

“Tecan nanti coba coklat Je ya! Enak sekali-!! Je happy membuat coklat dengan ibu”

“Iya”

“Je gives you two, it's secret hihihi” Jaehyun cekikikan setelah membisikan rahasia kalau Taesan spesial dan akan mendapatkan dua coklat, sedangkan Taesan hanya tersenyum malu sambil mengangguk.


Si kecil golden retriever itu bergegas membuka ranselnya setelah dua sahabatnya; Zhang Hao dan Wonyoung tiba. Tangan gendut nan buntet yang menggemaskan itu segera membagikan coklat lucu berbentuk hatiㅡ meskipun sedikit penyokㅡ kepada tiga temannya yang sudah duduk melingkar di bangku sekolahnya.

“Lho kok Taesan dapat dua, Je? Hao juga mau dua!!”

“Ih, Tecan dapat dua karena Je titip untuk Ihan, saudara Tecan” katanya berbohong, tentu Taesan sempat manyun, tapi teman-temannya tidak boleh tahu kalau dia spesial.

“Coklatnya ada isinya ya?”

“Iya!! Ada strawberry jam nya disana hihi, Je bantu ibu membuat coklat ini semalam, Je hebat kan?”

Zhang Hao dan Wonyoung mengangguk mengiyakan, membuat si kecil itu membusungkan dada karena bangga. Zhang Hao dan Wonyoung memuji Je karena coklatnya enak. Mereka menghabiskan makanan manis itu dengan lahap membuat hati Jaehyun menghangat.

“Enak, tecan?”

Ekor Je dan Taesan bergoyang kesana-kemari excited, Taesan menyukai coklat pemberian Je, maka ia mengangguk membuat Jaehyun memekik senang sambil memeluknya. Telinga Taesan semakin tegak, ekornya juga bergerak semakin acak. Efek jantungnya yang bertalu ribut ini membuatnya tidak swag ya.


Siang itu, Je yang sedang bermain capung di depan kelas bersama hybrid anjing lainnya bergegas masuk setelah mendengar kabar bahwa Taesan mencakar Sungho, seorang teman hybrid ragdoll yang memiliki mata cantik. Teman-teman sekelas mencoba melerai pertengkaran dua hybrid kucing yang sibuk melempar desis dengan sorot mata bengis itu.

Je segera menarik Taesan saat anak itu maju untuk mencakar tangan Sungho lagi, “TECAN, DON'T!”

Taesan menggertakkan giginya marah dan Sungho yang sedari tadi defensif pun ikut emosi, “Aku sudah minta maaf!!”

“Tapi kamu menyebalkan!”

“Tapi aku tidak sengaja dan aku sudah minta maaf-!! Aku adukan kamu ya ke Miss Giselle biar mamimu dipanggil ke sekolah dan kamu tidak bisa ikut singing class!!”

Ekor Taesan berdiri, ugh Park Sungho menyebalkan! Skip singing class artinya ia tidak bisa melihat Jaehyun nyanyi dan menari dengan lucu di depan kelas, padahal itu hal favoritnya selama sekolah.

“Ini ada apa sih? Je tidak mengerti why Tecan attack him”

Taesan manyun lalu segera pergi, tak mengindahkan Jaehyun, Zhang Hao dan Wonyoung yang sibuk memanggil namanya.


Taesan sebal. Taesan benci pindah rumah, Taesan benci pindah sekolah, Taesan benci harus berteman dengan anak-anak asing dan baru, Taesan benci semua anak yang menyebalkan di kelas. Taesan tidak suka Park Sungho. Kucing ragdoll itu menyebalkan. Taesan mendengus, ia semakin sebal saat tangannya menyentuh saku celananya. Taesan duduk di bangku taman belakang sekolah, dengan ekspresi marah bercampur sedih yang kentara.

Taesan mengeluarkan coklat dari dalam sakunya. Coklat pemberian Jaehyun yang ia simpan di dalam tasnya. Jaehyun memberinya dua coklat meski harus berbohong pada Hao dan Wony. Taesan harusnya bisa menjaga coklat ini dan ia makan di rumah setelah memamerkannya pada mami, tapi si kucing ragdoll itu, ugh sebal sekali jika Taesan mengingatnya.

Miss Giselle sudah berkali-kali mengingatkan kalau mau lari-larian itu jangan di dalam kelas tapi Park Sungho dan tiga temannya malah main bola disana. Sebenarnya Taesan tidak terganggu sedikitpun jika saja Park Sungho tidak menyenggol ranselnya membuat seluruh isinya tumpah keatas lantai dan menginjak coklat yang ia jaga.

Telinga kucing Taesan layu. Coklat dalam genggamannya sudah hancur karena terinjak. Ia tidak bisa menjaga dan memakan pemberian dari Jaehyun sahabat favoritnya. Taesan marah, ia berteriak lantang pada Sungho sambil mencakarnya. Karena Sungho sama-sama hybrid kucing, ia tentu membalas Taesan.

Sungho sudah minta maaf, memang. Tapi Taesan rasa permintaan maafnya tidak tulus karena Sungho minta maaf sambil sewot, Taesan tidak terima.

“Tecan?”

Je pelan-pelan duduk di samping Tecan yang masih memancarkan aura negatif. Kucing itu membuang muka enggan menatap Je.

Jaehyun mengusap bahu Taesan yang marah lalu memeluknya, “Jangan marah-marah terus, ibu bilang nanti sakit dan pusing”

“Aku benci Sungho!”

“Iya... Nanti Je beritahu Miss kalau Sungho bermain bola di kelas dan kena Taesan”

Taesan menggeleng lalu menunduk, “tidak kena...”

“Terus kenapa Tecan menyerang Yeppi?”

Ugh Taesan semakin benci pada Sungho setelah Je menyebutnya dengan pet name favorit Sungho.

Pelan-pelan, Je melihat Taesan membuka genggaman tangannya. Hybrid kucing itu semakin lesu, “look... Coklat darimu hancur, diinjak si itu!”

Je terkejut, oh jadi Taesan marah karena ini?

“Dia lari-lari di kelas, menyenggol ranselku sampai semua isinya berserakan, lalu dia injak coklatku! Aku benci!”

Je bisa mendengar Taesan mendesis kesal disela-sela ceritanya lalu Jaehyun terkikik geli. Hybrid kucing selalu menggemaskan.

Jaehyun merebut coklat hancur itu lalu ia ganti dengan coklat yang baru.

“Je tadi curi-curi dari ibu, ibu suruh Je ambil satu saja tapi Je ambil tiga hihihi. Ini for Taesan, jangan marah lagi. Je bisa membuatkan Taesan coklat banyak banyak banyak banyak!! Tapi, menyerang teman itu bad boy, Taesan bukannya good boy ya?”

Taesan mengangguk.

“Je hanya berteman dengan good boy dan good girl, kalau Tecan masih menyerang teman begitu apalagi temannya tidak sengaja dan sudah minta maaf, Je tidak mau berteman lagi ah”

Taesan buru-buru memegang lengan Jaehyun sambil menggeleng, “iyaa good boy! Aku janji tidak menyerang lagi”

Jaehyun tertawa kecil lalu mengangguk, “itu baru tecannya je, hihihi. Nanti temui Yeppi dan minta maaf juga ya sudah mencakar dia. Tadi Yeppi sudah bereskan ransel Taesan dan dia menyesal”

Taesan mengangguk. Ia pandangi coklat baru diatas telapak tangannya lalu tersenyum. Akhirnya ia masih bisa memamerkan coklat buatan Je pada mami, dan makan didepan Ihan yang pasti akan merengek minta juga.

cup.

Taesan seketika diam membeku saat Jaehyun mengecup pipinya sedikit lama. Taesan juga masih membeku saat Jaehyun memeluknya dan mengusakkan wajahnya pada bahu Taesan.

“Je loves tecan so much, jangan bertengkar ya, je tidak mau tecan sakit dan terluka”

Oh, mami, kenapa jantung Taesan bertalu-talu lagi?

“OUCH! WHY YOU ALWAYS PULL JE'S EAR?!!!”

fin..