245

Pada akhir bulan Januari tahun 2022 sekitar pukul 11 malam ketika Bella sedang berdiri dipinggir jalan dengan disampingnya 1 koper dan juga beberapa tote bag ditangannya tiba-tiba saja sebuah mobil berhenti didepan Bella. Bella kira itu adalah taksi online yang dipesan olehnya, namun melainkan Jevera. Jevera pun keluar dari mobil dan menghampiri Bella. Hubungan keduanya sejak beberapa bulan terakhir sangatlah tidak baik, bahkan setelah Jevera meminta Bella untuk menjauhi keluarganya, keduanya sudah tidak pernah berkomunikasi, bahkan ketika bertemu di kampus keduanya saling abai satu sama lain.

Mau kemana malem malem gini Bell?

Namun ketika Jevera bertanya handphone Bella berdering dan itu ternyata dari supir online yang dipesannya.

Dimana ya pak? Tanya Bella pada driver sembari melihat lihat mobil disekitarnya.

Mba yang lagi sama laki-laki dibelakang saya bukan ya?

Oh iya pak sebentar saya kesana. Balas Bella, Bella pun mengakhirkan panggilan itu dan mulai. Berjalan menghampiri mobil yang sedang menepi didepannya.

Pak Sandi ya?

Dengan mba Bella, yang mau pergi ke Bandung?

Iya pak, tunggu sebentar ya pak saya mau ambil koper dulu.

Oh iya mba.

Namun ketika Bella mau mengambil koper tiba-tiba saja Jevera menghampiri driver tersebut, dan membatalkan pesanan Bella, lalu memberi jumlah uang sesuai perjalanan Bella dan juga sedikit tip dari Jev sebagai permintaan maaf karena sudah mengcancel pesanan Bella. Ketika Bella akan menghampiri drivernya lagi, driver tersebut akhirnya pergi. Bella pun menatap Jev, dimana Jev berjalan menghampiri Bella.

Lo apa apaan si bang? Ucap Bella ketus.

Lo mau pulang ke Bandung? Gue aja yang anter ya?

Namun Bella tak menghiraukan pertanyaan jev dan mulai sibuk menghubungi driver yang dipesan Bella tadi. Namun sama sekali tak ada jawaban. Tak lama Jevera mengambil koper dan memasukkan koper itu ke dalam mobil, saat itu Jevera baru saja pulang setelah pergi nongkrong dirumah temannya. Jevera membukakan pintu mobil sebelah kiri.

Masuk sekarang ya?

Gue ga mau. Keluarin lagi koper gue. Balas Bella dingin.

Bell, ini udah malem, gue aja yang anter lo pulang ke Bandung.

Namun Rey tiba-tiba saja menelepon Bella.

Iya bang gimana?

Udah dimana? Tanya Rey dari balik telepon.

Aku masih nunggu driver bang.

Ini daritadi drivernya belum dateng juga de?

Iya bang, aku harus nunggu lagi. Ibu gimana sekarang?

Ibu udah tidur ko, ade secepatnya pulang ya? Ibu daritadi nanyain ade terus.

Heem bang.

Jev memperhatikan Bella yang masih berbicara dengan Rey lewat telepon, terlihat wajah Bella yang sedih namun jev tak berani menanyakan pada Bella. Setelah Bella mengakhiri panggilan Rey, Bella memutuskan untuk masuk ke dalam mobil Jev. Bella pulang setelah mendapatkan kabar dari Rey bahwa Salma sang ibu dirawat dirumah sakit. Rey pun memberitahu Bella bahwa Salma dan beberapa keluarga di Bandung sudah mengetahui soal Bella yang bekerja dengan Bara, dimana seorang tetangga dirumah sebelumnya bekerja di sebuah club yang sering didatangi oleh Bella dan Bara. Setelah diberitahu, Bella pun akhirnya memutuskan untuk pulang ke Bandung. Dalam perjalanan jev dan Bella sama sekali tak berbincang, hening menyelimuti perjalanan keduanya dan hanya terdengar lagu-lagu dari radio dengan volume yang kecil. Selama di perjalanan Bella hanya memejamkan matanya, namun Bella tidak tidur, melainkan memikirkan banyak hal di kepalanya. Dan tanpa sadar air matanya mengalir di kedua pipinya, namun ketika Bella mengusap air matanya Jev berniat untuk menepuk nepuk pundak Bella namun jev akhirnya mengurungkan niatnya.

Ketika jev ingin bertanya atau berbicara sesuatu selalu ia urungkan, karena melihat Bella yang sepertinya sedang tidak baik-baik saja pada saat ini. Keduanya melewati jalan tol cipularang, namun Bella sepertinya pada saat ini sedang tertidur dan selama 6 jam perjalanan akhirnya keduanya sampai dirumah Salma yang berada di kota Bandung. Ketika sampai, terlihat Indri yakni ibu Rey yang sering dipanggil ambu ini, datang menghampiri Bella yang sedang keluar dari mobil. Tangisan Bella pun pecah setelah dipeluk oleh Indri.

Ambu, maafin Bella.

Engga teh, ambu yakin teteh ga ngelakuin apa-apa kemarin. Tapi ambu mohon, nanti teteh jelasin semuanya apa yang terjadi disana sama kita.

Bella pun mengangguk paham. Jev mulai berjalan mendekati keduanya, Indri pun melepaskan pelukannya dan mulai mengusap air mata Bella.

Istirahat dulu ya teh? Teteh pasti cape banget, kerumah sakitnya nanti siang aja ya teh? Teteh ga perlu khawatir disana ada abang Rey sama Rania. Pokoknya teteh sekarang istirahat aja dulu, ga perlu mikirin apa-apa, Ambu yakin pisan kalo ibu pasti sembuh, akhir-akhir ini juga udah mulai banyak lagi makannya.

Bella hanya menganggukkan kepalanya dan masuk ke dalam rumah, Bella sama sekali tak menghiraukan jev pada saat ini. Yang ada dipikirannya hanyalah memikirkan kesehatan sang ibu. Dimana Salma ternyata sudah sakit dalam sebulan ini dan terkena penyakit tbc, dan baru beberapa hari dirawat. Setelah masuk kedalam, Indri mengajak jev untuk masuk, dan memintanya untuk beristirahat juga. Jev pun di bawa ke kamar tamu oleh Indri dan membiarkan keduanya untuk beristirahat.

Sekitar pukul 7 malam jev dan Bella berada di ruang rawat inap di salah satu rumah sakit militer di kota Bandung. Jev memindahkan Salma ke ruangan VIP yang ada disana. Bella pun mengetahui hal ini ketika Bella datang kerumah sakit siang tadi. Dan ternyata jev sudah mengetahui hal ini sebelum Bella tahu, dimana Rey mengabari jev ketika Salma baru saja masuk ke rumah sakit. Namun diam diam jev pergi ke Bandung dan memindahkan Salma ke ruang rawat inap VIP. Rey pun sama, Rey kaget ketika diminta oleh suster disana untuk pindah kamar beberapa hari yang lalu. Bella pun setelah datang ke kamar rawat inap sempat curiga karena sang ayah hanyalah seorang pensiunan TNI AD tak mungkin jika dipindahkan keruangan VIP. Dan Bella pun langsung terpikir kepada jev, namun untuk sekarang Bella tak ingin mempermasalahkan ini dulu, Bella ingin soal Bara selesai lebih dulu. Malam ini semua berkumpul di ruangan, ada Indri, Rey, Rania, Jevera, dan Bella. Mereka berbincang dan bercanda ria bersama dengan Salma. Walaupun Bella tertawa tapi hatinya sedih ketika melihat tubuh sang ibu yang terlihat sangat kurus, karena turunnya berat badan. Salma pun meminta Bella dan Jevera untuk pergi keluar untuk membeli makanan. Entah kenapa hubungan keduanya kini mulai membaik, mungkin karena dimulai dengan obrolan obrolan mereka tadi siang. Jev dan Bella berjalan di trotoar yang mengelilingi rumah sakit ini. Keduanya memutuskan untuk mencari makanan yang tidak jauh dari rumah sakit, namun ketika sedang memilih milih apa yang akan dibeli. Tak sengaja dari arah berlawanan Bella melihat ADC sedang bersama seorang wanita di atas motor cross berwarna putih, dimana DC ini merupakan seseorang yang disukai olehnya.

Lah itu DC?

Namun entah kenapa tiba-tiba saja terlintas dipikiran jev untuk menjahili Bella.

ADC. Teriak jev dengan sangat kencang.

Walaupun sudah pergi dan menghilang dari pandangan, namun entah kenapa Bella merasa malu, dan mencubit pinggang jev.

Lo apa apaan si bang? Ish nyebelin banget si. Ah elah.

Namun tak lama dari arah belakang terdengar suara motor yang menghampiri Bella dan Jev.

Kalian manggil saya? Tanya DC.

Bella berbalik badan dan melihat DC dengan seorang wanita keudang masih berada di atas motor dengan keadaan motor yang masih menyala.

Oh itu, em apa ya? Ucap Bella kikuk, Bella terlihat sangat bingung ketika lelaki yang disukainya menanyakan sesuatu. Namun Bella tak sengaja melihat sebuah baliho didepannya yang tertulis nama brand batu baterai.

Oh itu, tadi temen saya teriak batu baterai ADC. Iya itu.

Muka kamu ko kaya familiar ya, apa kita pernah sekolah disekolah yang sama?

Eh? Oh, Em, engga kayanya, saya ga kenal sama kamu.

Namun setelah mendengarkan percakapan diantara keduanya, jev mengerutkan keningnya sembari sesekali melihat Bella juga DC, Jevera bingung mengapa keduanya tak saling mengenal, padahal Bella selalu ceria ketika bercerita soal laki-laki yang selalu disukai oleh Bella ini. Bahkan Bella sudah mengetahui beberapa hal tentang DC, soal keluarganya pun Bella sampai tahu.

Mba maaf ya. Mungkin kedengeran kaya manggil nama pacar saya, soalnya kebetulan Inisial nama pacar saya sama kaya nama merek batu baterai. Ucap sang kekasih daie DC sembari tersenyum.

Iya teh gapapa. Maaf juga jadi ganggu perjalanannya. Balas Bella sembari tersenyum.

Tak lama keduanya pun pergi meninggalkan jev dan Bella. Bella pun membalikkan tubuhnya dan melihat jev dengan tatapan wajah yang bingung. Bella kembali melanjutkan perjalanan untuk mencari makanan. Namun dalam perjalanan keduanya sedikit berbincang bincang.

Lo si bang, ngapain dipanggil panggil.

Ini gue beneran ga ngerti Bell, jadi lo sama si DC itu ga saling kenal?

Yap.

Terus kenapa lo bisa suka sama dia? Bahkan lo banyak tau soal dia. Lo selalu ngikutin kegiatan si DC?

Enggalah gila. Buat apa juga ngabisin waktu gue buat ngikutin dia.

Ya bukan gitu, rugi banget sampe puluhan taun gini suka sama orang.

Dih ko gitu sih.

Kita tuh satu sekolah, gue sama DC tuh satu SMP.

Sekelas.

Engga, kita ga pernah sekelas.

Hah?

Napa si bang? Aneh banget kalo gue suka sama orang yang ga dikenal? Ucap Bella sembari tertawa yang melihat wajah Jevera seperti orang yang kebingungan.

Istilah dari mata jatuh ke hati itu beneran ternyata bang. Ini kejadian sama gue sendiri. Jadi waktu gue kelas 1 SMP pas pulang sekolah, gue ga sengaja tatap tatapan sama DC. Kalo ga salah DC itu kelas A apa B gitu, gue kelas apa H. Gue lupa kelasnya si DC tuh dibawah apa di atas, pokoknya antara itulah. Entah kenapa waktu itu gue pulang sendirian, padahal biasanya selalu bareng sama temen temen gue. Nah terus pas lagi jalan, jadi gini bang, posisi nya tuh kaya ada jalan gitu, kaya trotoar apa ya? Pokoknya disampingnya tuh lapangan dan dipinggirnya ada jalan.

SMP 079 Negeri Bandung?

Ko tau? Ibu cerita sama lo ya?

Ya itu juga sih, tapi gue sempet ada urusan di sekolah itu.

Hm gitu.

Terus gimana?

Apanya?

Awal lo suka sama DC.

Oh hahahaha, oke gue lanjut. Jadi pas gue jalan tuh DC lagi nyender di pintu kelas, entahlah nunggu siapa, ga tau pacarnya atau temennya, nah kita berdua ga sengaja tatap tatapan, ya akhirnya gue sukalah sama dia. Sampe rumah tuh udah kek orang gila tau bang, mesam mesem sendiri hahahaha. Dan ketika SMA kita beda sekolah, tapi ya gitu selalu ketemu dengan berakhir tatap tatapan. Pernah malem malem pas lagi mau beli makan malem sama kaka. Gue bawa motor, begitu juga sama si DC, berlawanan arah ditikungan, kita tatap tatapan mata lagi, itu dia lagi sama temennya. Dan selanjutnya setelah kita lulus SMA, gue lagi anter kaka gue ke kampus, nah kampusnya yang dibelakang rumah sakit. Dan lagi lagi kita ga sengaja tatap tatapan. Gue yang sama kaka gue, dan DC yang sama temennya. Gue ga tau kenapa Tuhan ngasi takdir tatap tatapan mata ini hahahaha. Dan yang terakhir ya barusan, dan tatap tatapan mata lagi, cuma bedanya sekarang gue lagi jalan sama lo, DC yang lagi ngebonceng ceweknya. Hm ya begitulah ceritanya.

Terus lo tau semua tentang DC?

Temen temen gue rata-rata kenal sama dia, tanpa diminta aja mereka tiba-tiba aja ngasi tau banyak hal tentang DC, entahlah gimana awalnya, mungkin gue koar sana sini sampe temen temen gue ngasih informasi sama gue, bahkan pernah mau dibantu sama temen kelas cowok buat deket sama DC, tapi guenya ga mau.

Kenapa lo ga mau? Padahal kesempatan banget buat lo

Gue masih gendut bang waktu itu bang. Dan gue ga percaya diri, bahkan untuk ngaca aja gue takut banget hahahaha.

Cewek mau kurus, ataupun berisi badannya tetep cantik, mau putih mau sawo matang, tetep cantik Bell. Setiap orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Iya kelebihan, kelebihan berat badan hahahaha.

Gue serius Bell.

Iya iya elah. Ya kebanyakannya tipe cowok gitu, pasti DC juga gitu secara gue tau mantan mantannya dia. Cantik, putih, ya tipe kebanyakan cowok. Gue juga ga munafik sih pertama liat cowok itu ya pasti dari fisiknya dulu, tapi seiring berjalannya waktu, gue sekarang malah lebih nyari yang buat gue nyaman, selalu jujur, berpikiran dewasa dan memperlakukan gue dengan sangat sangat sangat baik, tidak lupa perasaan yang tulus. Tapi kalo udah selingkuh, ga tau deh gue. Walaupun gue temenan sama lo sama Malvynn, tapi masih ada sedikit ga percaya sama kalian berdua tau hahahaha. Pokoknya jangan selingkuh aja sih kalo dari gue.

Jevera memang mendengarkan apa yang Bella ceritakan namun Jevera sesekali melirik dan fokus pada wajah Bella ketika sedang bercerita. Sudah lama sekali Jevera tak mendengar Bella cerita seperti ini. Tak lama keduanya pun memutuskan untuk pergi kesebuah tempat minuman yang tidak jauh dari kampus. Namun ketika sampai di tempatnya tiba-tiba saja Bella berjalan ke belakang tubuh Jev dan memegang baju kemeja yang dipakai oleh jev. Dan ketika je melihat kedepan ternyata ada seseorang yang sudah membuat Bella takut untuk berinteraksi dengan laki-laki. Namun seseorang itu menghampiri Bella.

Hai Bell, udah lama banget ga ketemu, aku kira kamu udah ga tinggal di Bandung lagi, soalnya ga pernah dateng kalo kita lagi reunian.

Namun Bella masih berdiam diri dibelakang tubuh jev, dan ketika Bella akan bergeser, Jevera tak membiarkan itu dan merentangkan tangannya agar Bella diam dibelakang tubuh Jev.

Cowoknya Bella?

Namun tanpa menjawabnya, Jevera membawa pergi Bella dari sana dan meminta Bella untuk menunggu disebuah cafe.

Lo tunggu disini, jangan kemana mana.

Lo mau kemana?

Gue mau pesen makanan dulu.

Pokoknya jangan kemana mana, kalo ada apa-apa langsung telepon gue.

Jevera berbohong pada Bella, jev akan menghampiri lelaki itu lagi, dan membawanya ke sebuah gang, dimana terlihat sawah yang luas dan keadaan sangat sepi.

Mau ngapain si anjing?

Lo kan orangnya bangsat?

Maksud sia apaan anjing?

Gara-gara lo Bella jadi takut buat deket sama laki-laki.

Lah jadi nyalahin aing. Emang aing salah apa sama si Bella.

Alah gausah banyak bacot lo anjing.

Jevera mulai memukuli laki-laki yang bernama Fahry ini yang pernah diceritakan oleh sang adik yakni Prilly. Namun dibalik itu Bella curiga, kenapa tiba-tiba jev memintanya untuk menunggu dan ketika Bella melihat Fahry pun seolah olah jev tau suatu hal. Bella menyusuri tempat yang tidak jauh dari kampus yang ada disana dan ketika melihat Jevera sedang memukuli Fahry Bella menghampiri keduanya.

Bang Jev, stop.

Dia kan orangnya Bell?

Aing salah apa sama sia Bell?

Anjing. Teriak Jevera pada Fahry.

Jevera kembali memukuli Fahry.

Kalo lo ga berenti, gue keluar dari kampus sekarang juga bang Jev. Ucap Bella.

Mendengar itu membuat jev berhenti dan menjatuhkan Fahry ke tanah.

Aing laporan sia ke polisi, anjing. Udah buat aing babak belur kaya gini.

Kalo lo lapor ke polisi, gue teriak sekarang juga, dan bilang lo pelaku pelecehan seksual, disitu ada bapak bapak yang lagi ngumpul, dan lo bisa aja dipukul habis habisan, bahkan bisa sampe mati.

Oke oke gue ga bakal lapor polisi. Eh tapi ngomong ngomong ko sekarang lo makin cantik ya Bell, tapi sayang tetenya jadi kecil, padahal waktu itu gue pegang gede banget. Ucapnya sambil tertawa.

Anjing bangsat.

Jevera kembali menghampiri Fahry untuk kembali memukulinya lagi, emosi Jevera semakin besar pada Fahry setelah mendengar itu namun Jevera dihalangi oleh Bella.

Lo pergi sekarang, atau gue teriak. Teriak Bella.

Mendengar itu membuat Fahry pergi dari sana, setelah Fahry pergi Jev menumpahkan emosinya dengan memukul benteng yang ada disampingnya.

Kenapa lo diem Bella? Harusnya lo laporin ke pihak sekolah. Apa karena bokapnya dia jadi kepala sekolah di salah satu sekolah? Karena itu lo takut laporin dia? Iya Bell?

Bella yang mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya, bagaimana bisa Jevera tau tentang ini, padahal tidak ada satu orang pun yang tahu, bahkan Bella tak pernah bilang soal ini kepada keluarganya.

Siapa yang ngasih tau lo bang Jev? Gue ga pernah cerita ini sama siapapun.

Namun seketika Bella ingat kalo dia pernah bercerita kepada coach boxing, yaitu Ria.

Lo nyari tau apa yang gue ceritain sama coach Ria? Iya bang?

Tatapan Bella dengan penuh amarah, ini kali kedua Jev melihat Bella semarah ini padanya, suara Bella gemetaran seperti sedang menahan tangis. Bella pun memutuskan untuk tak berbicara lagi, dan memutuskan untuk menelepon Rey agar menjemputnya, namun ketika Bella sedang sibuk mencari nama Rey, tetapi tak sengaja menelepon admin rablestuff, dan terdengar suara dering dari saku celana Jevera. Ketika mendengar itu Bella mengakhiri panggilan dan mulai menelepon kembali. Dan ternyata dering itu benar benar terdengar dari saku celana Jev.

Keluarin bang.

Nanti gue jelasin Bell, tapi ga sekarang.

Gue minta keluarin hp lo sekarang bang Jev. Teriak Bella.

Dengan terpaksa Jevera mengeluarkan ponsel khusus, yang selama ini dipakai untuk menjadi admin. Awalnya hanya satu hari, namun Jev meminta izin pada pemilik brand agar lebih lama mengizinkan meminjam logonya, walaupun awalnya tak diizinkan namun Jev sedikit menjelaskan alasan Jev pada pemiliknya. Bella kembali menelepon dengan nama kontak admin rablestuff dengan logo yang masih sama, dan ketika panggilan itu masuk di hp Jevera terlihat foto profilnya dengan nama kontak special someone.

Special someone? Ucap Bella dengan berdalih menatap Jev sembari mengerutkan keningnya.

Bella, gue mohon kasih waktu buat gue, gua akan jelasin semuanya sama lo, tapi ga sekarang. Keadaan lo sekarang lagi ga baik-baik aja, gue ga mau buat lo makin sedih, kasih gue waktu, hm? Gue janji Bell, bakal jelasin semuanya sama lo. Ucap Jevera sembari mendekat ke arah Bella, namun Bella berjalan 2 langkah kebelakang dan menggelengkan kepalanya.

Makasih banyak bang Jev, lo udah memperlihatkan gimana begonya seorang Sebella Jehan.

Gimana? Seru lakuin ini? Udah dapet apa yang lo mau bang?

Ga gitu. Bella, gue bener bener minta maaf. Kasih waktu buat gue, ya?

Makasih buat semuanya bang, maaf kalo gue ada salah sama lo, tapi gue ga mau kenal lagi sama lo. Mulai sekarang anggap kita ga pernah kenal, ketika kita ketemu nanti tolong abai kaya beberapa bulan belakangan. Dan gue minta lo pulang sekarang.

Bella, gue mohon.

Bella mengembalikan ponsel milik Jevera dan mulai meninggalkan Jevera.

Jujur, gue sayang banget sama lo Bell. Teriak Jevera.

I hate you so much Jevera Prasadja. Gumam Bella yang kemudian meneteskan air matanya.

Bella berada di pinggir jalan sembari menunggu pesanan ojek onlinenya, walaupun tak jauh untuk ke rumah sakit namun Bella memutuskan untuk pergi beberapa saat. Setelah beberapa menit menunggu akhirnya driver datang dan ketika Bella akan naik ke atas motor, Jevera melihat itu dan pergi berlari menghampiri Bella.

Bell, kasih kesempatan buat gue untuk jelasin semua ini Bell.

A, kita berangkat sekarang.

Tapi itu teh pacarnya.

Dia bukan pacar saya a, saya ga kenal sama dia. Ayo berangkat sekarang.

Driver nya pun mulai melaju dan pergi dari sana. Jevera saat ini hanya bisa melihat kepergian Bella yang melaju di atas motor. Selang 2 jam, disekitar pukul 9 malam, Jevera memutuskan untuk pergi kerumah sakit lagi untuk berpamitan pada Salma. Saat itu Jevera mendengar Bella sedang tertawa bersama dengan Rey dan Rania. Jevera tau bagaimana Bella, Bella bisa menutupi kesedihannya dibalik tawanya. Namun ketika Jevera masuk tiba-tiba saja Bella yang awalnya tertawa berhenti begitu saja dan berpamitan untuk pergi ke kamar mandi. Namun ketika Bella selesai dari kamar mandi, Rey meminta Bella untuk pulang kerumah dengan Jev, tak lama keduanya pun pergi ketempat parkir mobil. Bella tak bisa menolak dan tak mau menunjukan pada Rey bahwa Bella dan Jev sedang ada masalah. Keduanya pun berjalan melewati lorong lorong rumah sakit, keduanya saling diam, dan hanya terdengar suara langkah kaki keduanya saja. Bella berjalan beberapa langkah didepan Jev. Dan ketika sampai diparkiran mobil.

Gue ga mau bahas soal tadi. Lo ambil barang barang lo dirumah, dirumah ada ambu. Dan tolong jangan bilang apapun sama keluarga gue. Satu lagi, Gue bener bener ga mau kenal sama lo lagi bang. Dan jangan pernah lo hubungin keluarga gue lagi. Gue sekarang bener bener benci banget sama lo bang Jev. Ucap Bella yang berbicara dengan membelakangi Jevera.

Namun Jev mendengar suara isakan tangis Bella.

Bella, maafin gue.

Gue mohon Bang Jev.

Jevera pun memutuskan untuk pergi ke arah mobilnya, dan ketika didalam mobil Jevera hanya memukul mukul setir mobilnya. Dan ketika Bella sudah mendengar suara mobil yang menyala dan pergi dari sana, Bella berjongkok dan menangis sembari memegang dadanya. Dan tak lama Rey menyusul karena hp Bella tertinggal, namun Rey mendengar tangisan Bella Rey pun membuat Bella berdiri.

De, kenapa? Siapa yang buat ade nangis? Tanya Rey dengan ekspresi wajah yang sedikit marah, sembari mengusap air mata Bella.

Dada aku sesek bang. Ucap Bella yang masih saja menangis.

Jevera yang buat ade nangis kaya gini? Iya de?

Bella menggelengkan kepalanya.

Skripsi aku bang.

Ade, ga perlu dipikirin kaya gini ah sampe dadanya sesek gitu. Ade pasti bisa ko, sidang nya bulan februari sekarang ini kan? Ade pasti bisa, abang yakin.

Mendengar Bella yang terus menangis sembari memegang dadanya dengan erat, Rey kemudian memeluk Bella.

Nangis aja gapapa, keluarin semuanya yang udah ade pendem selama ini.