246

Hari ini hari wisuda ketiganya, tanggal 17 Maret 2022. Hanya dalam waktu 3 bulan ketiganya menyelesaikan skripsi dengan sidang di bulan februari. Karena sedari semester 6 ketiganya sudah mempersiapkan segala hal mengenai skripsi dan mulai mencicil poin poin skripsi dan di semester 7 dilanjutkan dengan proses skripsi dan tahap tahapnya. Dan hari inilah hari terbesar untuk ketiganya. Terdengar riuh suara suara dari mahasiswa dan keluarga keluarga nya. Mereka sibuk dengan berfoto foto. Acara pemberian ijazah telah selesai. Dengan baju toga dan selempang ditubuhnya yang terlihat sangat membanggakan. Jev dengan selempang lulusan terbaik bisnis 2022 dan Malvynn juga Bella yang bertuliskan cum laude. Keluarga masing-masing menemani ketiganya. Dan kini sedang berkumpul bersama.

Ayo ayo ayo foto dulu. Ucap Andre pada Jevera, Malvynn dan Bella.

Namun ketika Andre mulai mengarahkan Bella untuk ditengah dan Jev, Malvynn yang disampingnya, sebenarnya Bella tidak mau, namun tak ada pilihan, karena Bella tidak mau orang-orang dihadapannya kini tahu jika hubungan Bella dan Jev tidak baik-baik saja.

Andre pun mengambil foto ketiganya, bergantian. Setelah selesai berfoto foto dan berbincang bincang tiba-tiba saja Shinta menghampiri Bella.

Sayang, lama banget ga ketemu. Ibun kangen tau sama kamu. Sekarang susah banget kalo dihubungin, susah juga buat diajak main.

Iya maaf ibun, kemarin kemarin aku sibuk banget bun. Skripsian membuatku sangat sangat sangat lelah bun. Ucap Bella sembari memegang keningnya.

Namun itu hanya membuat Shinta tertawa.

Ayo.

Loh ayo kemana bun?

Ibun ada kejutan buat kalian bertiga.

Ibun maaf bukannya nolak, tapi sekarang aku mau langsung pulang ke Bandung bun, ada urusan di Bandung setelah ini. Jadi aku ga bisa ikut, gapapa ya?

Hmm. Ucap Shinta sembari mengerucutkan bibirnya.

Maaf. Ucap Bella yang memegang tangan Shinta.

Gapapa bun, bawa aja. Masih ada waktu buat pulang ke Bandung ko. Sampe jam berapa kalo boleh tau bun? Ucap Rey yang berbicara dari arah belakang Bella.

Batin Bella Aduh abang

3 jam deh kayanya, 1 jam buat foto studio, 2 jam buat makan sama sama, gimana? Masih bisa kan bang Rey?

Oh bisa ko bun, ini saya chat keluarga yang di Bandung dulu ya bun untuk tunda beberapa jam.

Emang gapapa?

Gapapa bun acaranya masih lama ko, cuma Bella khawatir macet dijalan dan telat ke acaranya.

Hm gitu, jadi bisa nih?

Bisa bun.

Okay, ajak ibu, ambu sama Rania juga ya sayang. Rey ikut ya.

Siap ibun. Ucap Rey sembari mengacungkan ibu jarinya.

Shinta pun pergi meninggalkan Rey dan Bella, untuk memberi tahu Jev dan Malvynn bahwa Bella akan ikut juga.

Bang, ih apa apaan sih.

Lagian kenapa kamu boong? Pake bilang ada urusan di Bandung, padahal kamu kan ga akan ikut pulang ke Bandung.

Bukan urusan abang.

Kenapa sih? Kamu ada masalah kan sama Jevera? Dari tadi abang liat sikap kamu beda banget sama Jevera.

Engga, aku ga ada masalah sama bang Jev. Ucap Bella sembari mengalihkan penglihatannya ke sembarang arah.

Boong kan? Sampe boong gitu sama ibun, cerita sama abang.

Orang ga ada apa apa juga.

Bella pun memutuskan untuk pergi meninggalkan Rey.

Sekitar pukul 3 sore setelah foto studio, dan berpindah ke sebuah restoran yang sudah disewa selama 2 jam oleh Shinta, yang direncanakan untuk acara graduation ketiga anak anaknya, Jevera, Bella dan Malvynn. Keluarga dari masing-masing pun sudah berkumpul berjajar berhadapan hadapan, dan sekarang Bella baru sadar jika ia berhadapan hadapan dengan Jev, namun juga dengan Malvynn yang berada disamping Jev. Bella ingin pindah pun bingung karena kursi sudah terisi penuh, diminta tukar dengan Rania pun Rania nya menolak. Dan dengan terpaksa lagi menerima apa yang terjadi sekarang. Sebelum memulai makan, Pras memberikan sedikit ucapan selamat kepada anak anaknya, dan sedikit berbincang bincang terlebih dahulu. Makanan telah siap di meja sedari mereka datang dan setelah Pras membuka acara, makan bersama pun dimulai dengan berbincang bincang bersama. Ditengah makan bersama, Bella meminta izin untuk pergi ke toilet.

Tuh bang sekarang kesempatan lo buat ajak Bella ketemu, baru ntar malem lo jelasin semuanya sama Bella. Inget ya bang taruhan kita berdua waktu itu, dan lo kalah dari gue. Bisik Malvynn pada Jev.

Anjim lo. Balas Jev dengan berbisik juga.

Namun balasan Jev membuat Malvynn sedikit tertawa. Ya keduanya punya taruhan dan ini membuat Jev kalah, mau tak mau Jev harus menuruti permintaan Malvynn. Jevera pun akhirnya pergi juga ke toilet, namun Jev tak masuk ke dalam toilet lelaki melainkan menunggu didepan toilet wanita. 15 menit sudah Bella berada ditoilet dan ketika keluar dari toilet, Bella melihat Jevera yang sedang berdiri sembari menyenderkan tubuhnya di tembok, dan juga menunduk sembari melihat kedua kakinya. Dan seketika Jev mendongakkan kepalanya, dan kini keduanya saling bertatapan. Namun tak Bella hiraukan dan langsung pergi meninggalkan Jev, Jev pun berlari menghampiri Bella.

Bella, nanti malem kita bisa ketemu? Ada yang mau gue jelasin sama lo Bell. Ucap Jev sembari memegang lengan Bella.

Bella masih saja menatap ke arah depan dan sama sekali tak menghiraukan keberadaan Jev yang berada disampingnya sembari memegang lengannya. Namun tak ada jawaban apapun dari Bella, tak lama Bella melepaskan genggaman tangan Jev yang ada dilengannya dan memutuskan pergi dari sana. Jevera pun tak mengejar Bella dan melihat kepergian Bella yang terus berjalan.