cinta itu banyak jenisnya.
han taesan x myung jaehyun cw : gay (boys love boys), male pregnant, morning sickness, out of character, etc.
Dulu, saat masih duduk di bangku sekolah, Jaehyun kira kata-kata seperti i love you, aku cinta kamu, aku sayang banget sama kamu, adalah bentuk cinta yang paling manis. Dulu, Jaehyun kira kebahagiaan saat ditanya sudah makan belum? Mau pulang bareng? Atau jangan kehujanan ya nanti sakit adalah perhatian yang paling indah. Jaehyun kira saling bertukar kabar dan telfonan dari pagi hingga petang adalah bentuk romantis yang paling menggelitik. Tapi ternyata, saat dewasa Jaehyun sadari bahwa bentuk cinta itu beragam.
Hoekkk
Pagi ini, Jaehyun yang perutnya sudah membesar tidak sengaja muntah diatas kasurnya saat sedang tidur. Memang sejak beberapa jam lalu, tidurnya tidak nyaman dan perasaan tidak enak mulai mengganggu. Jaehyun paksakan tidurnya lebih lama karena ia membutuhkannya, tapi, satu jam kemudian dia malah memuntahkan isi perutnya diatas kasur. Dengan buru-buru, ia berlari menuju kamar mandi dan kembali memuntahkan isi perutnya.
Hoekk
Perutnya tidak enak, rasanya mual sekali, keringat dingin juga mulai membanjiri. Kepalanya berputar tiap kali ia mencoba menatap cermin guna mengecek kondisinya sendiri. Jaehyun terbatuk beberapa kali sebelum kembali memuntahkan cairan dari perutnya.
Jaehyun menangis. Rasanya capek sekali merasakan morning sickness seperti ini. Tak lama, Jaehyun rasakan usapan pelan pada punggung dan tengkuknya dan suara pelan dari suaminya yang sepertinya terbangun karena pergerakannya yang tiba-tiba tadi.
Hoekkk
Jaehyun kembali muntah, Taesan dengan pelan mengusap perut besarnya, sedang tangan kanannya masih setia menepuk punggung suaminya. Jaehyun terisak dan merengek, maka Taesan mengusap air mata yang sudah menganak sungai.
“Sudah?”
“sudah....”
Taesan mengusap dahi dan pipi Jaehyun yang basah lalu menyodorkan segelas air putih untuk berkumur. Setelah selesai berkumur, Taesan membantu Jaehyun melepas piyamanya dan menggantinya dengan yang baru meski si suami kecil itu sempat menolak karena katanya belum mandi.
“Kakak duduk dulu di sofa, biar aku ganti spreinya dulu ya”
Taesan mengusap pipi gembul suaminya lalu mengantarnya ke ruang tamu. Setelah suaminya duduk, Taesan menyalakan televisi dan pergi ke dapur untuk membuatkan minum hangat. Lalu ada segelas teh jahe madu dan cemilan dari buah kering yang sengaja Taesan siapkan untuk Jaehyun.
“Maaf ya, aku juga gak sangka bakalan muntah di kasur...” Jaehyun manyun, hal itu sukses membuat Taesan terkekeh gemas.
“Its ok kak, namanya juga morning sickness. Aku pergi dulu ya, tunggu disini saja ok?” Jaehyun mengangguk setelah Taesan mengecup puncak kepalanya dan pergi untuk mengganti sprei.
Lima belas menit berlalu dan hanya ada Jaehyun dengan film kartun yang ditontonnya. Jahe madu ini benar-benar membantu, Jaehyun merasakan nyaman di perutnya yang tadi bergejolak, dan pusingnya perlahan hilang. Ia usap perutnya yang sudah besar itu. Harusnya, katanya sih sudah tidak akan kena morning sickness di usia kandungan segini, tapi mungkin lain untuk kehamilanya. Atau mungkin karena diawal kehamilan, morning sickness menyerang suaminya, jadi di kesempatan kali ini, giliran Jaehyun yang tersiksa.
Jaehyun kira, setiap pagi mendapat pesan hangat disisipkan kata cinta adalah hal romantis yang membuatnya merasa gembira. Tapi ternyata, pemandangan Taesan memisahkan kacang dari bubur ayamnya juga membuat hatinya berdebar. Jaehyun kira, ditanya sudah makan atau belum sudah cukup baginya. Tapi ternyata, menerima daging kepiting dari cangkang yang telah dibuka oleh suaminya juga membuatnya tersipu. Taesan dan jutaan aksi penuh cintanya selalu sukses membuat Jaehyun jatuh cinta lagi dan lagi.
Taesan yang membuatkannya susu dan teh jahe, Taesan yang memisahkan kacang dari bubur ayamnya, Taesan yang memisahkan daging kepiting atau lobster dari cangkangnya, memisahkan daging ikan dari durinya, Taesan yang memotong steaknya hingga menjadi ukuran yang mudah ditelan, Taesan yang selalu tahu apa yang Jaehyun suka dan tidak suka. Di meja makan saja, Jaehyun kenali berbagai cara menyalurkan cinta.
Belum lagi saat makan seperti ini, Jaehyun dan Taesan makan pasta untuk sarapannya, tentu setelah Taesan selesai mengganti sprei. Jaehyun bilang dia ingin makan pasta yang kejunya kuat, maka Taesan segera membuatnya. Tapi namanya orang hamil, moodnya gampang berubah. Sesaat setelah pasta itu masuk mulut, Jaehyun mengernyit tidak suka, bukan karena masakan suaminya tidak enak, namun tiba-tiba ia tidak bisa menelan rasa keju yang terlalu pekat.
Melihat Jaehyun begitu, Taesan segera menadahkan tangannya, dan Jaehyun melepeh disana.
“Gak enak, ya? Maaf ya... Aku gak jago masaknya ya” katanya sambil mengambil tisu untuk mengusap sisian mulut Jaehyun yang belepotan.
Jaehyun menggeleng meski masih merengek kecil, “adek bayinya gak mau makan pasta keju lagi... Maaf yaaa”
Taesan tertawa kecil lalu mengangguk, “gapapa, aku masak yang lain juga kok. Mau ayam kukus jahe? Masih diangetin tapi”
“Mau...”
“Ditunggu sebentar, ya, kakak cantik”
Lalu menu sarapannya tiba-tiba berubah dan nafsu makan Jaehyun meningkat.
Taesan punya banyak cara menyalurkan cintanya. Tidak hanya lewat kata-kata namun lewat gerak tubuhnya. Ini hari Minggu, Taesan tidak bekerja, begitu juga Jaehyun. Namun, siang ini ia harus memeriksa powerpoint yang akan disampaikan teamnya di rapat bulanan esok hari. Taesan duduk lesehan diatas karpet bulu di ruang tengah, sedangkan Jaehyun duduk di sofa sebelah kirinya. Tangan kanan Taesan stand by diatas laptopnya sedangkan tangan kirinya memijat halus kaki Jaehyun yang katanya pegal dan terlihat membengkak, ya, namanya juga orang hamil.
Taesan juga senantiasa menggandeng tangan Jaehyun saat berjalan, mengangkat sedikit perutnya saat Jaehyun pegal, melindungi kepala Jaehyun agar tidak terbentur benda apapun, dan masih banyak gestur lain yang membuat Jaehyun merasa aman dalam dekapannya.
Setiap Jaehyun ingin bermanja, Taesan dengan senang hati membuka tangannya. Membiarkannya duduk diatas pangkuannya, mengusap punggungnya dan mengecup keningnya hingga Jaehyun terlelap.
Selama hamil, Jaehyun tidak diikut sertakan dalam hal mengurus rumah. Semuanya Taesan yang kerjakan. Taesan juga suami yang siap dan sigap. Ia banyak belajar tentang kehamilan, ia belajar menjadi orang tua, mendaftarkan Jaehyun berbagai kegiatan orang hamil, dan tidak pernah absen jika sudah saatnya mengontrol kandungan.
Jaehyun kadang merasa kecil. Ia merasa cintanya tidak cukup besar untuk Taesan, tapi Taesan selalu bilang semuanya cukup, ia merasa dicintai oleh suaminya. Maka, Jaehyun berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi pasangan yang baik untuk Taesan.
Dulu, orang di sekitar Jaehyun akan sebal jika anaknya lahir mirip si ayah ketimbang ibunya yang mengandungnya selama sembilan bulan.
Tapi bagi Jaehyun, rasanya sebuah kado besar yang paling menakjubkan jika anaknya mirip Taesan seratus persen. Karena siapa yang tidak bangga jika ia berhasil melahirkan duplikat cintanya? Bayangkan bangun tidur, kamu melihat wajah orang yang paling kamu cintai di dunia ini dalam versi kecil yang masih polos tanpa dosa berada di sebelahmu? Masa sih hatimu tidak menghangat saat melihatnya? Bayangkan memiliki dua Taesan dalam hidupmu? Bayangkan memiliki buah cinta dari orang yang cintanya tidak pernah lekang oleh waktu? Ah... Jaehyun siap menukar nyawa untuk keluarganya. Keluarga hangat yang dibangun susah payah oleh keduanya. Keluarga kecil yang siap mengenalkan pada dunia bahwa cinta banyak jenisnya.