syhiraalifia

Sarapan

Seperti biasa setiap pagi Kayla selalu sibuk di dapur mempersiapkan sarapan untuk dirinya dan vano, karena hari ini adalah hari pertama Kayla bekerja jadi kayla bangun lebih pagi agar tidak kesiangan.

Sebelum memasak, kayla juga sudah cuci baju, nyapu, nyetrika baju, mengepel, semua pekerjaan rumah sudah ia bereskan, sendiri. Karena vano mana mau membantunya, vano jika pulang hanya mandi, makan, ke kamar, entah apalagi yang vano lakukan kayla tidak tahu. Selama menikah kayla dan vano tidak pernah tidur satu ranjang, bahkan saling bersentuhan pun terakhir kali sewaktu selesai ijab qobul.

Kayla sebetulnya sedih karena ia diperlakukan seperti ini oleh suaminya sendiri, tetapi kayla mengerti apa yang vano rasakan saat ini. Ia akan terus berusaha mencairkan hati suaminya yang sedingin kutub Utara dan akan berjuang mempertahankan rumah tangganya ini walaupun hanya ia sendiri yang berjuang.

Makanan sudah siap tertata rapi di meja makan.

“Vano kok belum bangun ya? Biasanya kalo setiap aku selesai masak pasti dia langsung duduk di meja makan.” Batin kayla, karena tumben sekali hari ini vano tidak bangun lebih awal seperti biasanya.

Kayla memutuskan untuk membangunkan suaminya itu, karena jika tidak makanan yang sudah ia masak menjadi dingin dan tidak enak untuk dimakan.

Sesampainya di depan kamar vano, Kayla gugup ia takut sekali masuk ke dalam kamar suaminya itu, ia takut di anggap lancang tetapi sebetulnya wajar saja karena vano adalah suaminya sendiri.

Kayla mulai membuka pelan pintu kamar vano “Vano maaf aku lancang masuk ke dalam kamar kamu.” Ucapnya pelan sangat pelan karena takut mengganggu.

Benar saja ketika kayla mulai memasuki kamar vano, vano masih tertidur pulas di tutupi oleh selimut nya.

Kayla mendekat memegang tangan vano “Vano bangun, udah siang kamu kan harus ke kantor.” Ucap kayla pelan.

Tangan vano langsung bergerak memegangi pinggang Kayla, tetapi matanya masih tertutup. Vano menarik pinggang kayla mendekapnya erat seolah tidak ingin kehilangan.

Kayla kaget, sekaligus ia senang karena baru kali ini Revano memeluknya walaupun Revano tidak sepenuhnya menyadari.

Selama di peluk vano, kayla tidak memberikan bantahan, atau ocehan karena vano lancang memeluknya, kayla hanya tersenyum sesekali mengusap rambut vano.

20 menit berlalu, Revano akhirnya membuka matanya pelan, ia sontak kaget karena ia bangun sambil memeluk Kayla. Kayla juga nampak tertidur kembali padahal ia tadi berniat untuk membangunkan vano.

Vano tersenyum mengusap pelan rambut indah kayla, setelah itu ia sadar apa yang telah ia lakukan.

“Vano Lo apa apaan sih.” ucap vano dan langsung membangunkan paksa Kayla.

“Heh bangun, lo ngapain ada di kamar gue?”

Kayla langsung membuka matanya kaget “Maaf aku lancang masuk ke kamar kamu, aku cuma mau bangunin kamu aja, terus kamu narik pinggang aku dan peluk aku, aku juga kaget kenapa bisa aku tidur lagi, maafin aku vano.” kayla langsung beranjak dari tempat tidur vano dan turun ke dapur.

“Kamu apa apaan sih Kayla, ya Allah.” Batinnya menggerutu kesal tetapi juga ia senang karena vano memeluknya walaupun dengan kondisi setengah sadar.

Setelah mandi vano langsung turun ke ruang makan menghampiri Kayla.

“Sarapan dulu Van.” ucap kayla canggung.

“Hm” balas Revano.

Mereka berdua sarapan bersama dengan suasana yang masih canggung karena kejadian tadi.

Kayla buru buru menyelesaikan sarapannya, karena ia takut telat ini adalah hari pertama dirinya bekerja.

“Van aku berangkat kerja dulu.” pamit kayla mengulurkan tangannya untuk mencium tangan vano.

“Gak perlu, sana berangkat.” Ucap vano ketus.

Kayla hanya tersenyum lalu pergi meninggalkan Revano yang sedang sarapan di meja sendirian.

Sarapan

Seperti biasa setiap pagi Kayla selalu sibuk di dapur mempersiapkan sarapan untuk dirinya dan vano, karena hari ini adalah hari pertama Kayla bekerja jadi kayla bangun lebih pagi agar tidak kesiangan.

Sebelum memasak, kayla juga sudah cuci baju, nyapu, nyetrika baju, mengepel, semua pekerjaan rumah sudah ia bereskan, sendiri. Karena vano mana mau membantunya, vano jika pulang hanya mandi, makan, ke kamar, entah apalagi yang vano lakukan kayla tidak tahu. Selama menikah kayla dan vano tidak pernah tidur satu ranjang, bahkan saling bersentuhan pun terakhir kali sewaktu selesai ijab qobul.

Kayla sebetulnya sedih karena ia diperlakukan seperti ini oleh suaminya sendiri, tetapi kayla mengerti apa yang vano rasakan saat ini. Ia akan terus berusaha mencairkan hati suaminya yang sedingin kutub Utara dan akan berjuang mempertahankan rumah tangganya ini walaupun hanya ia sendiri yang berjuang.

Makanan sudah siap tertata rapi di meja makan.

“Vano kok belum bangun ya? Biasanya kalo setiap aku selesai masak pasti dia langsung duduk di meja makan.” Batin kayla, karena tumben sekali hari ini vano tidak bangun lebih awal seperti biasanya.

Kayla memutuskan untuk membangunkan suaminya itu, karena jika tidak makanan yang sudah ia masak menjadi dingin dan tidak enak untuk dimakan.

Sesampainya di depan kamar vano, Kayla gugup ia takut sekali masuk ke dalam kamar suaminya itu, ia takut di anggap lancang tetapi sebetulnya wajar saja karena vano adalah suaminya sendiri.

Kayla mulai membuka pelan pintu kamar vano “Vano maaf aku lancang masuk ke dalam kamar kamu.” Ucapnya pelan sangat pelan karena takut mengganggu.

Benar saja ketika kayla mulai memasuki kamar vano, vano masih tertidur pulas di tutupi oleh selimut nya.

Kayla mendekat memegang tangan vano “Vano bangun, udah siang kamu kan harus ke kantor.” Ucap kayla pelan.

Tangan vano langsung bergerak memegangi pinggang Kayla, tetapi matanya masih tertutup. Vano menarik pinggang kayla mendekapnya erat seolah tidak ingin kehilangan.

Kayla kaget, sekaligus ia senang karena baru kali ini Revano memeluknya walaupun Revano tidak sepenuhnya menyadari.

Selama di peluk vano, kayla tidak memberikan bantahan, atau ocehan karena vano lancang memeluknya, kayla hanya tersenyum sesekali mengusap rambut vano.

20 menit berlalu, Revano akhirnya membuka matanya pelan, ia sontak kaget karena ia bangun sambil memeluk Kayla. Kayla juga nampak tertidur kembali padahal ia tadi berniat untuk membangunkan vano.

Vano tersenyum mengusap pelan rambut indah kayla, setelah itu ia sadar apa yang telah ia lakukan.

“Vano Lo apa apaan sih.” ucap vano dan langsung membangunkan paksa Kayla.

“Heh bangun, lo ngapain ada di kamar gue?”

Kayla langsung membuka matanya kaget “Maaf aku lancang masuk ke kamar kamu, aku cuma mau bangunin kamu aja, terus kamu narik pinggang aku dan peluk aku, aku juga kaget kenapa bisa aku tidur lagi, maafin aku vano.” kayla langsung beranjak dari tempat tidur vano dan turun ke dapur.

“Lo apa apaan sih Kayla, ya Allah.” Batinnya menggerutu kesal tetapi juga ia senang karena vano memeluknya walaupun dengan kondisi setengah sadar.

Setelah mandi vano langsung turun ke ruang makan menghampiri Kayla.

“Sarapan dulu Van.” ucap kayla canggung.

“Hm” balas Revano.

Mereka berdua sarapan bersama dengan suasana yang masih canggung karena kejadian tadi.

Kayla buru buru menyelesaikan sarapannya, karena ia takut telat ini adalah hari pertama dirinya bekerja.

“Van aku berangkat kerja dulu.” pamit kayla mengulurkan tangannya untuk mencium tangan vano.

“Gak perlu, sana berangkat.” Ucap vano ketus.

Kayla hanya tersenyum lalu pergi meninggalkan Revano yang sedang sarapan di meja sendirian.

Pulang

Vano benar benar pulang, setelah di chat kayla karena vano berfikir jika ia tidak kunjung pulang kayla akan mengadu kepada mama nya dan pada akhirnya ia yang akan dimarahi oleh mama nya.

Vano membuka pelan pintu rumahnya dan melihat kayla sudah tertidur pulas di sofa, di saat vano sedang menatap kayla, kayla tiba tiba terbangun dari tidurnya.

“Eh vano udah pulang.” ucap kayla sambil mengikat rambutnya yang sudah berantakan.

Vano hanya berdeham, lalu pergi.

“Vano tunggu.” cegahnya.

“Apa lagi? Gue mau mandi.” Ucap vano dengan nada ketus.

“Kamu mau makan lagi?” Tanya kayla.

“Gak usah gue udah kenyang.” Jawab vano lalu pergi ke kamarnya.

Kayla tersenyum sayu, karena meskipun vano bersikap acuh dan cuek kepadanya, tetapi vano langsung menuruti perintahnya untuk pulang.

Pulang

Vano benar benar pulang, setelah di chat oleh kayla karena vano berfikir jika ia tidak kunjung pulang kayla akan mengadu kepada mama nya dan pada akhirnya ia yang akan dimarahi oleh mama nya.

Vano membuka pelan pintu rumahnya dan melihat kayla sudah tertidur pulas di sofa, di saat vano sedang menatap kayla, kayla tiba tiba terbangun dari tidurnya.

“Eh vano udah pulang.” ucap kayla sambil mengikat rambutnya yang sudah berantakan.

Vano hanya berdeham, lalu pergi.

“Vano tunggu.” cegahnya.

“Apa lagi? Gue mau mandi.” Ucap vano dengan nada ketus.

“Kamu mau makan lagi?” Tanya kayla.

“Gak usah gue udah kenyang.” Jawab vano lalu pergi ke kamarnya.

Kayla tersenyum sayu, karena meskipun vano bersikap acuh dan cuek kepadanya, tetapi vano langsung menuruti perintahnya untuk pulang.

Morning Time

Hari sudah menjelang pagi, kini kayla sedang sibuk memasak di dapur, menyiapkan sarapan pagi untuk vano yang kini sudah menjadi suaminya.

Pagi ini kayla memasak nasi goreng telur mata sapi, kesukaan vano, sebelum memasak kayla juga sempat menanyakan apa makanan kesukaan vano kepada mamanya Vano dan kayla berinsiatif untuk memasak makanan kesukaan vano sebelum vano berangkat bekerja.

Vano berjalan gontai menuju meja makan, dan di sambut oleh senyuman manis khas kayla.

“Siapa yang siapin baju gue? Perasaan semalem gue belum nyiapin apa apa loh buat ke kantor.” Tanya vano.

“Aku hehe, kan di rumah ini cuma ada kita berdua, maaf tadi aku lancang masuk ke kamar kamu. Aku gak ngapa ngapain kok aku cuma nyiapin baju buat kamu ke kantor aja abis itu aku langsung masak.” Jawab kayla tenang membelakangi tubuh vano.

“Oh makasih.” ucap vano pelan

“Kamu gak perlu bilang makasih, aku istri kamu udah seharusnya.”

“Udah gih sana mandi, kamu kan mau ke kantor.” sambungnya lagi.

10 menit sudah vano mandi, dan makanan pun sudah tertata rapi di meja disertai kopi hitam kesukaan vano.

“Makan dulu Van biar semangat kerjanya.” pinta kayla.

Vano langsung mencicipi makanan masakan istrinya itu, vano berpikir bagaimana bisa istrinya ini tahu makanan dan minuman kesukaannya, padahal ia dengan kayla saja tidak begitu dekat bahkan membicarakan hal hal kecil seperti ini pun tidak pernah.

“Kenapa lo bisa tau makanan sama minuman kesukaan gue?” Tanya vano masih dengan memakan nasi goreng masakan istrinya itu.

“Aku semalem nanyain ke mamah kamu, terus aku berinisiatif buat masakin makanan kesukaan kamu pagi ini.” Jawab kayla tersenyum.

Vano hanya ber-oh pelan, dan langsung menghabiskan nasi gorengnya.

“Yaudah gue berangkat.” ucap vano sembari memakai jas kantor nya.

Kayla langsung berdiri hendak mencium tangan vano, namun vano langsung menepisnya.

“Gak perlu, gue buru buru.”

Vano langsung pergi meninggalkan kayla.

“Sabar Kayla, mungkin vano belum terbiasa.” batinnya.

Morning Time

Hari sudah menjelang pagi, kini kayla sedang sibuk memasak di dapur, menyiapkan sarapan pagi untuk vano yang kini sudah menjadi suaminya.

Pagi ini kayla memasak nasi goreng telur mata sapi, kesukaan vano, sebelum memasak kayla juga sempat menanyakan apa makanan kesukaan vano kepada mamanya Vano dan kayla berinsiatif untuk memasak makanan kesukaan vano sebelum vano berangkat bekerja.

Vano berjalan gontai menuju meja makan, dan di sambut oleh senyuman manis khas kayla.

“Siapa yang siapin baju gue? Perasaan semalem gue belum nyiapin apa apa loh buat ke kantor.” Tanya vano.

“Aku hehe, kan di rumah ini cuma ada kita berdua, maaf tadi aku lancang masuk ke kamar kamu. Aku gak ngapa ngapain kok aku cuma nyiapin baju buat kamu ke kantor aja abis itu aku langsung masak.” Jawab kayla tenang membelakangi tubuh vano.

“Oh makasih.” ucap vano pelan

“Kamu gak perlu bilang makasih, aku istri kamu udah seharusnya.”

“Udah gih sana mandi, kamu kan mau ke kantor.” sambungnya lagi.

10 menit sudah vano mandi, dan makanan pun sudah tertata rapi di meja disertai kopi hitam kesukaan vano.

“Makan dulu Van biar semangat kerjanya.” pinta kayla.

Vano langsung mencicipi makanan masakan istrinya itu, vano berpikir bagaimana bisa istrinya ini tahu makanan dan minuman kesukaannya, padahal ia dengan kayla saja tidak begitu dekat bahkan membicarakan hal hal kecil seperti ini pun tidak pernah.

“Kenapa lo bisa tau makanan sama minuman kesukaan gue?” Tanya vano masih dengan memakan nasi goreng masakan istrinya itu.

“Aku semalem nanyain ke mamah kamu, terus aku berinisiatif buat masakin makanan kesukaan kamu pagi ini.” Jawab kayla tersenyum.

Vano hanya ber-oh pelan, dan langsung menghabiskan nasi gorengnya.

“Yaudah gue berangkat.” ucap vano sembari memakai jas kantor nya.

Kayla langsung berdiri hendak mencium tangan vano, tetapi vano langsung menepisnya.

“Gak perlu, gue buru buru.”

Vano langsung pergi meninggalkan kayla.

“Sabar Kayla, mungkin vano belum terbiasa.” batinnya.

Morning Time

Hari sudah menjelang pagi, kini kayla sedang sibuk memasak di dapur, menyiapkan sarapan pagi untuk vano yang kini sudah menjadi suaminya.

Pagi ini kayla memasak nasi goreng telur mata sapi, kesukaan vano, sebelum memasak kayla juga sempat menanyakan apa makanan kesukaan vano kepada mamanya Vano dan kayla berinsiatif untuk memasak makanan kesukaan vano sebelum vano berangkat bekerja.

Vano berjalan gontai menuju meja makan, dan di sambut oleh senyuman manis khas kayla.

“Siapa yang siapin baju gue? Perasaan semalem gue belum nyiapin apa apa loh buat ke kantor.” Tanya vano.

“Aku hehe, kan di rumah ini cuma ada kita berdua, maaf tadi aku lancang masuk ke kamar kamu. Aku gak ngapa ngapain kok aku cuma nyiapin baju buat kamu ke kantor aja abis itu aku langsung masak.” Jawab kayla tenang membelakangi tubuh vano.

“Oh makasih.” ucap vano pelan

“Kamu gak perlu bilang makasih, aku istri kamu udah seharusnya.”

“Udah gih sana mandi, kamu kan mau ke kantor.” sambungnya lagi.

10 menit sudah vano mandi, dan makanan pun sudah tertata rapi di meja disertai kopi hitam kesukaan vano.

“Makan dulu Van biar semangat kerjanya.” pinta kayla.

Vano langsung mencicipi makanan masakan istrinya itu, vano berpikir bagaimana bisa istrinya ini tahu makanan dan minuman kesukaannya, padahal ia dengan kayla saja tidak begitu dekat bahkan membicarakan hal hal kecil seperti ini pun tidak pernah.

“Kenapa lo bisa tau makanan sama minuman kesukaan gue?” Tanya vano masih dengan memakan nasi goreng masakan istrinya itu.

“Aku semalem nanyain ke mamah kamu, terus aku berinisiatif buat masakin makanan kesukaan kamu pagi ini.” Jawab kayla tersenyum.

Vano hanya ber-oh pelan, dan langsung menghabiskan nasi gorengnya.

“Yaudah gue berangkat.” ucap vano sembari memakai jas kantor nya.

Kayla langsung berdiri dan hendak mencium tangan vano, tetapi vano langsung menepisnya.

“Gak perlu, gue buru buru.”

Vano langsung pergi meninggalkan kayla.

“Sabar Kayla, mungkin vano belum terbiasa.” batinnya.

Morning Time

Hari sudah menjelang pagi, kini kayla sedang sibuk memasak di dapur, menyiapkan sarapan pagi untuk vano yang kini sudah menjadi suaminya.

Pagi ini kayla memasak nasi goreng telur mata sapi, kesukaan vano, sebelum memasak kayla juga sempat menanyakan apa makanan kesukaan vano kepada mamanya Vano dan kayla berinsiatif untuk memasak makanan kesukaan vano sebelum vano berangkat bekerja.

Vano berjalan gontai menuju meja makan, dan di sambut oleh senyuman manis khas kayla.

“Siapa yang siapin baju gue? Perasaan semalem gue belum nyiapin apa apa loh buat ke kantor.” Tanya vano.

“Aku hehe, kan di rumah ini cuma ada kita berdua, maaf tadi aku lancang masuk ke kamar kamu. Aku gak ngapa ngapain kok aku cuma nyiapin baju buat kamu ke kantor aja abis itu aku langsung masak.” Jawab kayla tenang membelakangi tubuh vano.

“Oh makasih.” ucap vano pelan

“Kamu gak perlu bilang makasih, aku istri kamu udah seharusnya.”

“Udah gih sana mandi, kamu kan mau ke kantor.” sambungnya lagi.

10 menit sudah vano mandi, dan makanan pun sudah tertata rapi di meja disertai kopi hitam kesukaan vano.

“Makan dulu Van biar semangat kerjanya.” pinta kayla.

Vano langsung mencicipi makanan masakan istrinya itu, vano berpikir bagaimana bisa istrinya ini tahu makanan dan minuman kesukaannya, padahal ia dengan kayla saja tidak begitu dekat bahkan membicarakan hal hal kecil seperti ini pun tidak pernah.

“Kenapa lo bisa tau makanan sama minuman kesukaan gue?” Tanya vano masih dengan memakan nasi goreng masakan istrinya itu.

“Aku semalem nanyain ke mamah kamu, terus aku berinisiatif buat masakin makanan kesukaan kamu pagi ini.” Jawab kayla tersenyum.

Vano hanya ber-oh pelan, dan langsung menghabiskan nasi gorengnya.

“Yaudah gue berangkat.” ucap vano sembari memakaikan jas kantor nya.

Kayla langsung berdiri dan hendak mencium tangan vano, tetapi vano langsung menepisnya.

“Gak perlu, gue buru buru.”

Vano langsung pergi meninggalkan kayla.

“Sabar Kayla, mungkin vano belum terbiasa.” batinnya.

Kecewa

Hari ini Vano dan keluarganya berkunjung ke rumah Kayla, hendak membicarakan pernikahannya. Sebenarnya vano sangat malas karena baru saja ia tidur beberapa jam sudah di bangunkan oleh notif chat dari mamanya.

Kini mereka sudah sampai di rumah kayla, Vano dan keluarganya langsung disambut hangat oleh yuna bunda kayla.

“Begini bu, kami datang kesini untuk membicarakan pernikahan vano dengan kayla, bagaimana apakah bu yuna dengan kayla sudah setuju kami percepat pernikahannya?” ucap nita, sebetulnya nita juga sudah memberitahu yuna lewat chat tetapi mungkin karena kurang jelas nita memutuskan untuk mengunjungi rumah kayla.

“Saya sih setuju saja bu, tetapi tidak tahu kalau kayla” jawab yuna.

“Gimana sayang, kamu setuju? Oh iya kamu sudah memutuskan pacar mu itu?” Tanya yuna, Kayla hanya menunduk dan belum memberi respon apapun.

“Gimana kayla apakah kamu setuju?” Kali ini Nita bertanya sembari tersenyum kepada kayla.

“Iya Tante” jawab kayla pelan, Kayla juga sebetulnya tidak ingin pernikahan ini di percepat karena kayla masih ingin berhubungan dengan aksa.

Tanpa mereka semua sadari aksa mendengar pembicaraan mereka sambil membawa bunga untuk kayla, karena Aksa ingin memberikan suprise untuk kayla.

Dan tidak sengaja bunga yang dibawa Aksa terjatuh kayla sontak kaget dan langsung mengejar aksa.

“Aksa tunggu!” Teriak kayla.

aksa terus melangkahkan kaki nya cepat agar kayla tidak bisa mengejarnya.

“Aksa tolong dengerin penjelasan aku, aku mohon sa” kayla memohon dari kejauhan kepada aksa.

Aksa pun berhenti karena tidak tega dengan kayla yang mengejarnya sedari tadi.

“Apa kamu mau jelasin apa lagi?” Tanya aksa dengan nada sedikit emosi

“Aku minta maaf sama kamu karena udah sembunyiin hal ini, aku gak bermaksud bohongin kamu aku juga gak mau menikah dengan orang yang gak aku kenal kalo bukan karena alm. Ayah, tolong maafin aku Aksa.” Ucap kayla memohon.

Aksa hanya terdiam, berusaha menahan air matanya agar tidak terjatuh.

Aksa dengan kayla memang sudah lama menjalin hubungan dari sejak mereka SMA hingga saat ini, tetapi memang ayah kayla tidak suka dengan aksa entah apa sebabnya oleh karena itu ayah kayla menjodohkan Kayla dengan anak temannya.

“Aksa tolong maafin aku”

Aksa hanya mengangguk pelan.

“Terus hubungan kita?” Tanya aksa

“Maaf aksa hubungan kita harus berakhir, tapi kalaupun hubungan kita berakhir kita masih bisa jadi sahabat kan sa?” Ucap kayla sembari menatap Aksa dengan tatapan sendu.

Aksa menghembuskan nafas kasar “Yaudah kalo emang hubungan kita harus berakhir ya mau gimana lagi.”

“Iya kita masih bisa jadi sahabat, terima kasih ya kayla, terima kasih untuk waktunya, aku bahagia pernah menjadi orang yang sangat kamu cintai.”

“Aksa, terima kasih juga untuk semuanya maafin aku ya sa.”

Kayla langsung pergi meninggalkan aksa, sembari mengelap air matanya yang sudah terjatuh sejak tadi berbicara dengan Aksa.

Akhirnya bertemu

Setelah chatan dengan akma tadi, reyna kesal karena ia masih belum bertemu dengan akma secara langsung. Pikirannya menduga duga bahwa akma memiliki perempuan lain sehingga akma tidak mau bertemu dengannya.

Reyna langsung pergi menuju alun alun untuk menghilangkan rasa penat di kepalanya, berharap ada makanan yang bisa membuat rasa kesal dan penatnya hilang.

Setelah mendapatkan makanan favoritnya reyna duduk di bangku dekat trampolin, setelah makanannya habis reyna pun masih memikirkan kenapa akma selalu saja bilang 'secepatnya' jika reyna bertanya seperti itu padahal hubungan mereka sudah cukup lama terjalin, tetapi mereka masih belum saja bertemu.

“Kapan gue bisa ketemu si akma secara langsung” batinnya

Tanpa reyna sadari akma berada di dekatnya tepatnya di belakang reyna, akma tersenyum membayangkan betapa kesalnya sang kekasih dengan respon yang ia beri tadi di chat.

“Hei” sapa akma sambil memegang pundak reyna

“Astaga kaget” ucap reyna, karena ia tidak menyangka akma akan menemuinya.

“Maafin aku karena baru sekarang bisa nemuin kamu, aku bukannya gak mau ketemu kamu tapi akhir akhir ini aku sibuk” ucap akma dengan nada penyesalan

“Aku gak punya perempuan lain, aku cuma punya kamu” sambungnya lagi

Reyna hanya diam tetapi wajahnya tersenyum, ia berusaha untuk tegang di hadapan akma padahal hatinya kini sedang berantakan karena ucapan akma barusan.

“Maafin aku ya sayang?” pinta akma

“Iya iyaa aku maafin kok, aku juga minta maaf karena berpikiran negatif tentang kamu tadi”

Akma langsung membawa reyna ke dalam dekapannya, memeluk tubuh reyna erat seolah tidak ingin kehilangan “Terima kasih sayang, sudah mengerti” ucapnya masih dengan memeluk tubuh reyna

Reyna hanya membalas dengan anggukan kecil dan senyum yang terukir di wajahnya.

Reyna senang akhirnya ia bisa bertemu dengan akma, reyna masih tidak menyangka akma akan datang menemuinya. Reyna sangat bahagia begitupula dengan akma.

• THE END