syhiraalifia

Tolong

Vano langsung berjalan menuju kamar Kayla, karena ia hanya ingin Kayla menjawab apakah dia melihat dirinya dengan Kiara berpelukan atau tidak. Karena tumben sekali biasanya ketika Kayla pulang kerja, Kayla selalu menyapa atau langsung memasak untuk makan malam.

Setelah sampai tepat di depan kamar Kayla, Vano ragu tetapi ia juga penasaran dengan jawaban Kayla.

Tok Tok

Vano mengetuk pintu kamar Kayla, ketukan pertama tidak ada respon lalu Vano kembali mengetuk dan sama tidak ada jawaban.

Vano memutuskan untuk masuk ke dalam kamar Kayla, karena kebetulan pintu nya tidak di kunci.

“Kay gue masuk ya.” Ucap Vano, berjalan memasuki kamar Kayla.

Ketika Vano masuk, ia melihat Kayla sedang tertidur pulas tetapi masih mengenakan pakaian kantornya Vano lihat mata Kayla sembab seperti habis menangis.

Dugaan Vano benar bahwa Kayla melihat dirinya dengan Kiara sedang berpelukan. Sial benar benar sial.

Baru saja Vano mulai menerima Kayla tetapi ia langsung di hadapkan dengan masalah seperti ini. Tetapi ini semua memang salah Vano. Vano masih saja berhubungan dengan pacarnya yang matre itu.

“Lo beneran tidur?” Ucap Vano mendekat ke arah Kayla.

“Mata lo sembab lo habis nangis ya? Lo juga gak biasanya tidur pake baju kantor, sebenernya lo kenapa sih?” Sambungnya lagi.

Vano mengusap pelan rambut Kayla, mengecup keningnya “Good night istriku, tidur yang nyenyak ya maafin aku.”

Vano langsung keluar dari kamar Kayla karena takut mengganggu.

Setelah Vano pergi dari kamarnya, Kayla membuka matanya pelan lalu tersenyum ia senang karena baru pertama kalinya Vano mengecup keningnya.

“Vano kamu itu ngeselin, tapi aku sayang.” Ucapnya.

“Tapi maaf aku gak bisa jawab pertanyaan kamu, itu terlalu sakit bagi aku Van.” Sambungnya lagi.

Tolong

Vano langsung berjalan menuju kamar Kayla, karena ia hanya ingin Kayla menjawab apakah dia melihat dirinya dengan Kiara berpelukan atau tidak. Karena tumben sekali biasanya ketika Kayla pulang kerja, Kayla selalu menyapa atau langsung memasak untuk makan malam.

Setelah sampai tepat di depan kamar Kayla, Vano ragu tetapi ia juga penasaran dengan jawaban Kayla.

Tok Tok

Vano mengetuk pintu kamar Kayla, ketukan pertama tidak ada respon lalu Vano kembali mengetuk dan sama tidak ada jawaban.

Vano memutuskan untuk masuk ke dalam kamar Kayla, karena kebetulan pintu nya tidak di kunci.

“Kay gue masuk ya.” Ucap Vano, berjalan memasuki kamar Kayla.

Ketika Vano masuk, ia melihat Kayla sedang tertidur pulas tetapi masih mengenakan pakaian kantornya Vano liat mata Kayla agak sembab seperti habis menangis.

Dugaan Vano benar bahwa Kayla melihat dirinya dengan Kiara sedang berpelukan. Sial benar benar sial.

Baru saja Vano mulai menerima Kayla tetapi ia langsung di hadapkan dengan masalah seperti ini. Tetapi ini semua memang salah Vano. Vano masih saja berhubungan dengan pacarnya yang matre itu.

“Lo beneran tidur?” Ucap Vano mendekat ke arah Kayla.

“Mata lo sembab lo habis nangis ya? Lo juga gak biasanya tidur pake baju kantor, sebenernya lo kenapa sih?” Sambungnya lagi.

Vano mengusap pelan rambut Kayla, mengecup keningnya “Good night istriku, tidur yang nyenyak ya maafin aku.”

Vano langsung keluar dari kamar Kayla karena takut mengganggu.

Setelah Vano pergi dari kamarnya, Kayla membuka matanya pelan lalu tersenyum ia senang karena baru pertama kalinya Vano mengecup keningnya.

“Vano kamu itu ngeselin, tapi aku sayang.” Ucapnya.

“Tapi maaf aku gak bisa jawab pertanyaan kamu, itu terlalu sakit bagi aku Van.” Sambungnya lagi.

Aku pulang

Kini Vano sedang berduaan dengan Kiara di kamarnya, Kiara menyuapinya bubur yang tadi di masak oleh Kayla dengan sangat telaten.

“Istri kamu kemana?” Tanya Kiara.

“Kerja.” Jawab Vano sambil menelan makanannya.

“Istri kamu itu gimana sih, masa pacar aku ditelantarin gimana kalo terjadi apa apa sama kamu?” Ucap Kiara kesal.

Padahal Kiara tidak tahu bahwa Kayla mengurus Vano dengan sangat telaten seharian berbeda dengan dirinya.

“Lo gak tau aja, kemaren Kayla rawat gue seharian.” Batin Vano.

“Sayang.” Panggil Vano.

“Iya sayang kenapa?” Jawab Kiara.

“Mau peluk.”

“Boleh sini.”

Vano langsung memeluk Kiara.


Akhirnya Kayla bisa menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat dan bisa segera pulang bertemu Vano.

“Vano aku pul-” Kayla tiba tiba terhenti, ia shock melihat Vano sedang berpelukan dengan seorang wanita.

Vano dan Kiara tidak mendengar suara Kayla pulang, mereka masih fokus berpelukan.

Kayla langsung memasuki kamarnya membanting pintu kamar nya keras, lalu menangis.

“Kamu jahat Vano.” Batinnya.

Sakit

Setelah Vano membaca chat nya, Kayla memutuskan untuk tidur ini benar benar hari yang melelahkan bagi Kayla. Tidak peduli Vano ada dimana toh dia juga sudah menyepam chat kepada Vano tetapi Vano hanya membaca chat nya.

Selang beberapa jam, Vano akhirnya pulang ia pulang dengan keadaan basah kuyup entah sudah dari mana. Vano berfikir kenapa Kayla tidak mengunci pintu rumah jika ada orang jahat yang masuk bagaimana?

Vano langsung membuka pintu kamar Kayla pelan, ia melihat istrinya itu sedang tertidur pulas. Ia baru sekali masuk ke kamar Kayla terlihat kamarnya begitu bersih, rapi, tidak ada debu sedikitpun walaupun akhir akhir ini Kayla sibuk bekerja tetapi pekerjaan rumah selalu ia dahulukan. Vano bangga mempunyai istri seperti Kayla.

Vano berjalan menghampiri Kayla yang sedang tertidur lalu mengusap rambut nya pelan “Maafin gue.”

Setelah itu Vano keluar dari kamar Kayla, dan pergi menuju kamarnya.

Sesampainya di kamar, Vano langsung merebahkan dirinya di atas ranjang lalu tertidur dengan keadaan basah kuyup.


Seperti biasanya setiap pagi Kayla bersih bersih rumah, sebelum berangkat ke kantor. Ia tidak tahu apakah Vano sudah pulang atau belum, Kayla memutuskan untuk membersihkan kamar Vano terlebih dahulu agar ketika nanti Vano pulang kamarnya sudah bersih dan rapi.

Kayla membuka pintu kamar Vano pelan, dan melihat sepatu, kaos kaki berserakan, lantai juga basah.

Kayla berjalan menghampiri tempat tidur Vano, dan benar saja ada Vano yang sedang menggigil kedinginan di balik selimutnya.

“Vano kamu kenapa.” Tanya Kayla, Kayla mendekat lalu meletakkan tangannya di atas jidat Vano.

“Dingin.” Jawab Vano bibirnya bergetar.

“Badan kamu panas banget Van, kamu habis dari mana semalem? Aku kira kamu gak pulang.” Ucap kayla.

Vano tidak menjawab.

“Yaudah tunggu aku kompres, aku ke dapur dulu ya bawa air hangat nya.” Sambungnya lagi lalu pergi menuju dapur.

Vano hanya mengangguk.

Beberapa menit kemudian Kayla datang membawa air hangat untuk kompresan.

“Maaf ya.” Kayla menempelkan kompresan di atas jidat Vano.

“Di-dingin.”

“Iya Vano sabar ya.” Ucap kayla menenangkan.

“Lain kali jangan hujan hujanan lagi ya Van? Aku gak mau kamu sakit, kalo kamu marah sama aku marah aja aku gak apa apa kok.”

“Ma-af” Jawab Vano dengan bibir yang masih bergetar.

“Iya gak apa apa, udah kejadian juga kan?” Ucap kayla tersenyum.

“Aku ke dapur dulu ya.”

“Mau apa?” Tanya Vano.

“Masak bubur buat kamu, kamu pasti laper kan dari semalem belum makan?” Jawab Kayla.

“Iya.”

“Yaudah tunggu sebentar ya, kalo ada apa-apa chat aja, kamu gak boleh dulu berdiri.” Pinta Kayla, lalu pergi meninggalkan Vano ke dapur.

“Kayla lo bener bener istri yang baik, gue beruntung bisa jadi suami lo.” Batin Vano.

Selang beberapa lama Kayla datang, membawa semangkuk bubur dengan obat.

“Nih buburnya udah mateng, makan dulu ya biar cepet sembuh.” Ucap Kayla dengan nada seperti ibu yang sedang mengurus anaknya dikala sedang sakit.

Vano tersenyum lalu mengangguk.

“Aaaa ayo dong biar cepet sembuh.”

Vano membuka mulutnya lalu memakan bubur masakan Kayla.

“Bagus makannya habis, sekarang minum obat ya?”

“Iya ibu.” Jawab Vano tersenyum menunjukkan eye smile nya.

“Lucu banget sih.” Ucap Kayla gemas lalu mencubit pipi Vano.

Setelah makan, dan minum obat Kayla kembali memeriksa keadaan Vano.

“Syukurlah udah reda panasnya, sekarang tidur ya?” Pinta Kayla.

“Jangan kemana mana, temenin.” Vano memohon seperti anak kecil.

“Iya iya aku temenin.” Jawab Kayla.

Vano tertidur lelap, Kayla senang ia bisa sedekat ini dekat Vano, bisa mengurus Vano, momen ini yang selalu Kayla harapkan dan akhirnya terjadi.

“Cepet sembuh, suamiku.” Batin Kayla, sembari mengusap rambut Vano.

Sakit

Setelah Vano membaca chat nya, Kayla memutuskan untuk tidur ini benar benar hari yang melelahkan bagi Kayla. Tidak peduli Vano ada dimana toh dia juga sudah menyepam chat kepada Vano tetapi Vano hanya membaca chat nya.

Selang beberapa jam, Vano akhirnya pulang ia pulang dengan keadaan basah kuyup entah sudah dari mana. Vano berfikir kenapa Kayla tidak mengunci pintu rumah jika ada orang jahat yang masuk bagaimana?

Vano langsung membuka pintu kamar Kayla pelan, ia melihat istrinya itu sedang tertidur pulas. Ia baru sekali masuk ke kamar Kayla terlihat kamarnya begitu bersih, rapi, tidak ada debu sedikitpun walaupun akhir akhir ini Kayla sibuk bekerja tetapi pekerjaan rumah selalu ia dahulukan. Vano bangga mempunyai istri seperti Kayla.

Vano berjalan menghampiri Kayla yang sedang tertidur lalu mengusap rambut nya pelan “Maafin gue.”

Setelah itu Vano keluar dari kamar Kayla, dan pergi menuju kamarnya.

Sesampainya di kamar, Vano langsung merebahkan dirinya di atas ranjang lalu tertidur dengan keadaan basah kuyup.


Seperti biasanya setiap pagi Kayla bersih bersih rumah, sebelum berangkat ke kantor. Ia tidak tahu apakah Vano sudah pulang atau belum, Kayla memutuskan untuk membersihkan kamar Vano terlebih dahulu agar ketika nanti Vano pulang kamarnya sudah bersih dan rapi.

Kayla membuka pintu kamar Vano pelan, dan melihat sepatu, kaos kaki berserakan, lantai juga basah.

Kayla berjalan menghampiri tempat tidur Vano, dan benar saja ada Vano yang sedang menggigil kedinginan di balik selimutnya.

“Vano kamu kenapa.” Tanya Kayla, Kayla mendekat lalu meletakkan tangannya di atas jidat Vano.

“Dingin.” Jawab Vano mulutnya bergetar.

“Badan kamu panas banget Van, kamu habis dari mana semalem? Aku kira kamu gak pulang.” Ucap kayla.

Vano tidak menjawab.

“Yaudah tunggu aku kompres, aku ke dapur dulu ya bawa air hangat nya.” Sambungnya lagi lalu pergi menuju dapur.

Vano hanya mengangguk.

Beberapa menit kemudian Kayla datang membawa air hangat untuk kompresan.

“Maaf ya.” Kayla menempelkan kompresan di atas jidat Vano.

“Di- dingin.”

“Iya Vano sabar ya.” Ucap kayla menenangkan.

“Lain kali jangan hujan hujanan lagi ya Van? Aku gak mau kamu sakit, kalo kamu marah sama aku marah aja aku gak apa apa kok.”

“Ma-af” Jawab Vano dengan mulut yang masih bergetar.

“Iya gak apa apa, udah kejadian juga kan?” Ucap kayla tersenyum.

“Aku ke dapur dulu ya.”

“Mau apa?” Tanya Vano.

“Masak bubur buat kamu, kamu pasti laper kan dari semalem belum makan?” Jawab Kayla.

“Iya.”

“Yaudah tunggu sebentar ya, kalo ada apa-apa chat aja, kamu gak boleh dulu berdiri.” Pinta Kayla, lalu pergi meninggalkan Vano ke dapur.

“Kayla lo bener bener istri yang baik, gue beruntung bisa jadi suami lo.” Batin Vano.

Selang beberapa lama Kayla datang, membawa semangkuk bubur dengan obat.

“Nih buburnya udah mateng, makan dulu ya biar cepet sembuh.” Ucap Kayla dengan nada seperti ibu yang sedang mengurus anaknya dikala sedang sakit.

Vano tersenyum lalu mengangguk.

“Aaaa ayo dong biar cepet sembuh.”

Vano membuka mulutnya lalu memakan bubur masakan Kayla.

“Bagus makannya habis, sekarang minum obat ya?”

“Iya ibu.” Jawab Vano tersenyum menunjukkan eye smile nya.

“Lucu banget sih.” Ucap Kayla gemas lalu mencubit pipi Vano.

Setelah makan, dan minum obat Kayla kembali memeriksa keadaan Vano.

“Syukurlah udah reda panasnya, sekarang tidur ya?” Pinta Kayla.

“Jangan kemana mana, temenin.” Vano memohon seperti anak kecil.

“Iya iya aku temenin.” Jawab Kayla.

Vano tertidur lelap, Kayla senang ia bisa sedekat ini dekat Vano, bisa mengurus Vano, momen ini yang selalu Kayla harapkan dan akhirnya terjadi.

“Cepet sembuh, suamiku.” Batin Kayla, sembari mengusap rambut Vano.

Sakit

Setelah Vano membaca chat nya, Kayla memutuskan untuk tidur ini benar benar hari yang melelahkan bagi Kayla. Tidak peduli Vano ada dimana toh dia juga sudah menyepam chat kepada Vano tetapi Vano hanya membaca chat nya.

Selang beberapa jam, Vano akhirnya pulang ia pulang dengan keadaan basah kuyup entah sudah dari mana. Vano berfikir kenapa Kayla tidak mengunci pintu rumah jika ada orang jahat yang masuk bagaimana?

Vano langsung membuka pintu kamar Kayla pelan, ia melihat istrinya itu sedang tertidur pulas. Ia baru sekali masuk ke kamar Kayla terlihat kamarnya begitu bersih, rapi, tidak ada debu sedikitpun walaupun akhir akhir ini Kayla sibuk bekerja tetapi pekerjaan rumah selalu ia dahulukan. Vano bangga mempunyai istri seperti Kayla.

Vano berjalan menghampiri Kayla yang sedang tertidur lalu mengusap rambut nya pelan “Maafin gue.”

Setelah itu Vano keluar dari kamar Kayla, dan pergi menuju kamarnya.

Sesampainya di kamar Vano langsung merebahkan dirinya di atas ranjang lalu tertidur dengan keadaan basah kuyup.


Seperti biasanya setiap pagi Kayla bersih bersih rumah, sebelum berangkat ke kantor. Ia tidak tahu apakah Vano sudah pulang atau belum, Kayla memutuskan untuk membersihkan kamar Vano terlebih dahulu agar ketika nanti Vano pulang kamarnya sudah bersih dan rapi.

Kayla membuka pintu kamar Vano pelan, dan melihat sepatu, kaos kaki berserakan, lantai juga basah.

Kayla berjalan menghampiri tempat tidur Vano, dan benar saja ada Vano yang sedang menggigil kedinginan di balik selimutnya.

“Vano kamu kenapa.” Tanya Kayla, Kayla mendekat lalu meletakkan tangannya di atas jidat Vano.

“Dingin.” Jawab Vano mulutnya bergetar.

“Badan kamu panas banget Van, kamu habis dari mana semalem? Aku kira kamu gak pulang.” Ucap kayla.

Vano tidak menjawab.

“Yaudah tunggu aku kompres, aku ke dapur dulu ya bawa air hangat nya.” Sambungnya lagi lalu pergi menuju dapur.

Vano hanya mengangguk.

Beberapa menit kemudian Kayla datang membawa air hangat untuk kompresan.

“Maaf ya.” Kayla menempelkan kompresan di atas jidat Vano.

“Di- dingin.”

“Iya Vano sabar ya.” Ucap kayla menenangkan.

“Lain kali jangan hujan hujanan lagi ya Van? Aku gak mau kamu sakit, kalo kamu marah sama aku marah aja aku gak apa apa kok.”

“Ma-af” Jawab Vano dengan mulut yang masih bergetar.

“Iya gak apa apa, udah kejadian juga kan?” Ucap kayla tersenyum.

“Aku ke dapur dulu ya.”

“Mau apa?” Tanya Vano.

“Masak bubur buat kamu, kamu pasti laper kan dari semalem belum makan?” Jawab Kayla.

“Iya.”

“Yaudah tunggu sebentar ya, kalo ada apa-apa chat aja, kamu gak boleh dulu berdiri.” Pinta Kayla, lalu pergi meninggalkan Vano ke dapur.

“Kayla lo bener bener istri yang baik, gue beruntung bisa jadi suami lo.” Batin Vano.

Selang beberapa lama Kayla datang, membawa semangkuk bubur dengan obat.

“Nih buburnya udah mateng, makan dulu ya biar cepet sembuh.” Ucap Kayla dengan nada seperti ibu yang sedang mengurus anaknya dikala sedang sakit.

Vano tersenyum lalu mengangguk.

“Aaaa ayo dong biar cepet sembuh.”

Vano membuka mulutnya lalu memakan bubur masakan Kayla.

“Bagus makannya habis, sekarang minum obat ya?”

“Iya ibu.” Jawab Vano tersenyum menunjukkan eye smile nya.

“Lucu banget sih.” Ucap Kayla gemas lalu mencubit pipi Vano.

Setelah makan, dan minum obat Kayla kembali memeriksa keadaan Vano.

“Syukurlah udah reda panasnya, sekarang tidur ya?” Pinta Kayla.

“Jangan kemana mana, temenin.” Vano memohon seperti anak kecil.

“Iya iya aku temenin.” Jawab Kayla.

Vano tertidur lelap, Kayla senang ia bisa sedekat ini dekat Vano, bisa mengurus Vano, momen ini yang selalu Kayla harapkan dan akhirnya terjadi.

“Cepet sembuh, suamiku.” Batin Kayla, sembari mengusap rambut Vano.

Kamu Kenapa?

Kayla sudah sampai di depan rumah Vano, kini ia turun dari mobil.

“Aksa makasih banyak udah anter aku pulang.” Kayla tersenyum.

Aksa hanya mengangguk.

“Yaudah gue pamit.” Sambungnya lagi, sambil menyalakan mesin mobilnya.

“Iya hati hati.” Ucap Kayla melambaikan tangan ke arah Aksa.

Di sisi lain, Vano dari tadi memandangi Kayla dengan Aksa di kaca jendela rumah nya. Jujur hati Vano saat ini panas sangat panas entah apa yang terjadi padanya akhir akhir ini.

Ia selalu berfikir, apakah dia sudah mencintai Kayla? tetapi Vano langsung menepis pikiran itu.

Setelah Aksa menghilang dari pandangannya, Kayla mulai berjalan memasuki rumah Vano.

Disaat Kayla hendak membuka pintu, pintu itu langsung terbuka dan menampakkan sesosok Vano.

“Eh Vano, aku kira siapa.” Kayla kaget, ia pikir hantu ternyata Vano.

“Lo pulang sama siapa barusan?” Tanya vano ketus.

“Oh aku pulang sama Aksa.” Jawab Kayla, berjalan memasuki rumah dan langsung duduk di sofa ruang tamu.

“Perasaan gue selalu denger, setiap lo pulang kerja dianterin dia mulu. Lo balikan lagi sama dia?” Tanya Vano penasaran, ia juga tidak tahu kenapa ingin bertanya perihal hal ini kepada Kayla.

“Dia bos aku, dia yang selalu nawarin aku pulang bareng. Aku sama dia gak ada hubungan apa-apa cuma sebatas bos sama karyawannya.” Jelas Kayla.

“Oh jadi selama ini lo kerja di kantor dia?” Vano kaget, ternyata Kayla bekerja satu kantor dengan Aksa mantan Kayla sendiri. Vano pikir Kayla bekerja di kantor lain bukan di kantor mantannya.

“Iya.” Jawab Kayla.

“Jadi lo bohong selama ini sama gue?”

“Bohong apa? Aku gak pernah bohong sama kamu, aku mau kerja bilang ke kamu terus kamu ngizinin kan? Jadi aku bohong apa?” Tanya Kayla, ia tidak mengerti kebohongan apa yang ia perbuat kepada Vano.

“Lo gak bilang kalo lo satu kantor sama mantan lo.” Jawab vano kesal.

“Ya kamu gak nanya, kan kamu juga bilang terserah aku.” Kayla menjawab dengan nada yang sedikit meninggi.

“Kamu kenapa?” Sambungnya lagi.

Vano hanya terdiam, memang betul sih ia sendiri yang bilang 'Terserah' ketika Kayla meminta izin untuk bekerja tetapi Vano saat ini kesal karena tahu bahwa Kayla satu kantor dengan Aksa.

“Intinya aku gak ada hubungan apa apa sama Aksa Van, aku masih menganggap kamu suami aku. Aku gak mungkin menjalin hubungan dengan orang lain disaat aku udah bersuami, udahlah aku capek Van. Aku ke kamar dulu.” Final Kayla langsung pergi meninggalkan Vano.

Vano hanya terdiam.

Makan Malam

Vano sudah tiba di kediaman orang tuanya, disana sudah ada Kayla, orang tuanya dan bunda Kayla sedang duduk sambil menunggunya datang.

“Maaf telat.” Ucap Vano tergesa-gesa.

“Kamu kenapa lari-lari?” Tanya Kayla heran.

“Takut udah di mulai jadi buru buru.” Jawab Vano.

Vano kemudian duduk disebelah Kayla sambil sesekali tersenyum menunjukkan eye smile nya.

“Kamu ini lain kali jangan begini dong Van, kasian istri kamu nunggu.” Ucap Andika Papa Vano.

“Iya pa maaf.”

“Minta maaf sama istrimu bukan sama Papa.” Pinta Andika.

“Maafin aku ya sayang, aku terlambat.” Ucap Vano.

Kayla tersenyum “Iya gak apa-apa.”

Jujur saat ini hati Kayla sedang tidak baik-baik saja, karena ucapan Vano tadi membuatnya salah tingkah, tetapi ia malu menunjukannya.

“Yaudah ayok dimakan makanannya keburu dingin.” Ajak Nita.

Mereka semua pun langsung menyantap hidangan yang disuguhkan.

“Jadi kapan kalian kasih kami cucu?” Tanya Andika.

“UHUK UHUKK.” Vano langsung terbatuk-batuk mendengar ucapan Papa nya itu.

“Kamu kenapa Van?” Tanya Nita.

“Minum dulu Van, jangan buru buru makan nya tenang aja.” Ucap Kayla menenangkan.

“Jadi kapan?” Tanya Andika sekali lagi.

“Aduh Pah nanti aja deh, Vano sibuk banget akhir-akhir ini.”

“Sibuk kenapa? Perasaan pekerjaan kantor gak banyak kok, kamu jangan alasan ya Vano.” Ucap Andika.

“Kayla kamu sendiri gimana udah siap?” Tanya Nita.

“Maaf ma Kayla belum siap.”

“Tuh kan Kayla aja belum siap, nanti aja deh ya minta cucunya.” Ucap Vano.

“Kalian ini gimana sih, udah lama loh kalian nikah tapi belum aja kasih kami cucu.”

“Iya sabar dong Pah.” Jawab Vano.

“Gimana mau kasih kalian cucu, aku sama Vano aja gak pernah ngapa-ngapain apalagi tidur satu kamar.” Batin Kayla.

Berkunjung

Hari ini mama Vano betul betul datang ke rumah Vano, untungnya Kayla sudah memindahkan barang barangnya ke kamar Vano, jadi mama nya tidak akan curiga.

“Halo mama.” Sapa Kayla sembari tersenyum ramah, disusul pula oleh Vano.

“Kalian apa kabar?” Tanya nita.

“Kami Alhamdulillah baik, duduk dulu ma Kayla siapin makanan ya ma tunggu.” Ucap kayla, langsung pergi meninggalkan Vano dan mama mertuanya itu.

“Vano.” Panggil nita, karena sedari tadi Vano hanya diam saja, sesekali tersenyum.

“Iya ma kenapa?” Vano menoleh.

“Kamu ini sombong banget, gak nyapa mama, gak nanya kabar sama mama, bahkan chat mama pun gak pernah harus mama yang chat kamu duluan.” Ucap nita kesal.

“Maaf ma Vano akhir akhir ini sibuk banget makanya gak sempet chat mama.” Jawab Vano santai, padahal dirinya berbohong karena ia takut ditanyai tentang hubungannya dengan Kayla.

“Alasan aja kamu ini.”

Tak lama Kayla datang menghampiri Vano dan Nita.

“Ni mah Kayla bikinin pancake buat mama, sebenernya dari tadi sih bikinnya hehe, dimakan ya ma semoga suka” Ucap kayla, lalu ikut duduk bersama di sebelah Vano.

Nita tersenyum dan langsung memakan pancake buatan Kayla.

“Emmm ini enak banget pancake nya, kamu jago banget belajar darimana?” Tanya nita.

“Aku belajar dari Bunda dulu ma hehe.” Jawab Kayla.

“Oh iya besok malem kalian Dateng ya ke rumah, kita makan malam bersama. Oh iya Kayla bunda kamu juga ajak.” Pinta Nita.

“Iya sia-”

“Vano besok gak bisa.” Vano memotong omongan Kayla.

“Loh kenapa?” Tanya Nita.

“Vano besok lembur di kantor, kapan kapan aja ya ma.”

“Yah Vano ayoo dong pekerjaan kamu biar karyawan lain yang handle.” Kayla memohon karena kalau saja Vano tidak dibujuk maka akan tetap keras kepala.

Vano hanya berdeham.

“Yeayy makasih Vano” Kayla memeluk Vano.

Vano kaget, kenapa bisa Kayla menjadi se-manja ini, padahal biasanya Kayla tidak pernah berani memeluk Vano seperti ini.

“Aduh kalian ini sweet banget sih, mama jadi iri.” Ucap nita.

“Mama bisa aja.” Kayla tersenyum.


Tidak terasa hari sudah menjelang malam, Nita berpamitan kepada Vano dan Kayla.

“Yaudah kalo gitu mama pulang dulu, kalian akur akur ya jangan berantem. Inget besok jangan lupa Dateng ya.” Pamit Nita.

“Iya siap ma.” Jawab Kayla.

Revano and Friends

Harsa dan teman temannya sudah sampai di rumah vano, harsa sangat bersemangat sekali karena ingin bertemu kayla.

“Vano yuhuuu.” Panggil Harsa.

“Brisik amat lo, ketok aja pintu nya gak perlu tereak.” Ucap rendi.

Tak lama vano membukakan pintunya.

“Masuk.” Ajak vano.

“Waw rumah lo gede banget van, Lo tinggal berdua sama bini lo?” Tanya Ricky.

“Iya gue tinggal berdua.” Jawab vano santai.

Disaat mereka sedang mengobrol, kayla datang membawa cemilan dan jus untuk mereka.

“Silahkan.” Ucap kayla tersenyum.

Harsa langsung melirik Kayla “Jadi lo istrinya si vano? Cantik banget masya Allah, ceraiin dong si vano terus lo nikah sama gue mau gak?” Ucap harsa sembari mengedipkan matanya genit.

Kayla tersenyum “Makasih tawarannya, tapi aku gak mau hehe.”

“Hahahaha kasian banget si harsa.” Rendi tertawa terbahak bahak.

“Makanya jangan macem macem, mampus dah lo.” Ucap ricky.

“Oke dah, tapi inget ya van lo jangan pernah nyakitin bini lo itu putusin si kiara dia gak baik buat lo. Awas aja ye kalo lo sampe nyakitin bini lo, gue cekek.” Ancam Harsa.

“Gak bisa gue gak bisa putusin si kiara, gue sayang sama dia.” Jawab vano.

“Yailah sayang doang, itumah bisa berubah kali kapan aja, menurut gue ye si kiara itu gak baik buat lo dia cuma manfaatin lo doang.” Ucap harsa sambil memakan cemilan yang tadi di bawa oleh kayla.

Kayla yang mendengar obrolan mereka hanya tersenyum sayu sembari mengusap dadanya pelan.

“Sabar kayla.” Batinnya.