syhiraalifia

Night Drives

Malam yang indah, bulan bersinar terang, gedung-gedung menjulang tinggi, jalanan ramai. Itulah yang selalu menghiasi kota Jakarta di malam hari.

Kayla sangat menikmati malam ini sambil melihat pemandangan malam kota Jakarta, indah tentu saja. Tetapi ini lebih indah lagi karena dinikmati bersama orang yang dicintai.

Akhirnya Kayla bisa Night Drives bersama Vano, Kayla sangat senang karena sebelumnya ia menikmati keindahan kota Jakarta ini hanya bersama Aksa, karena Aksa yang selalu mengantar Kayla pulang.

Tautan tangan mereka tidak terlepas sedari tadi, genggaman itu semakin kuat di iringi dengan lagu To The Bone yang semakin membuat keduanya menikmati Night Drives ini.

“Aku seneng banget hari ini.” Kayla bersuara tersenyum lebar, sembari menatap Vano yang sedang menyetir.

“Ayo cerita apa yang buat kamu bahagia hari ini.” Jawab Vano, pandangannya fokus ke depan tetapi sesekali menatap Kayla.

“Aku bahagia karena jabatan aku naik di kantor, ummmm bentar.” Kayla berfikir sejenak.

“Oh iya selain itu juga, aku bahagia karena bisa menikmati indahnya kota Jakarta di malam hari bersama kamu. Aku bahagia banget.” Sambungnya lagi, menatap Vano dengan tatapan yang sangat tulus tidak lupa juga Kayla tersenyum manis.

“Kamu bahagia?” Tanya Vano.

“Of course aku sangat bahagia.” Jawab Kayla.

“Syukur deh aku juga ikut bahagia, maaf ya selama ini sikap aku gak baik sama kamu, aku gak peduli sama kamu, bahkan Night Drives bersama kamu pun gak pernah. Aku minta maaf.” Ucap Vano dengan nada penyesalan.

“Hey, gak apa-apa Vano. Kamu gak perlu minta maaf terus aku udah maafin kamu, yang lalu biarlah berlalu jangan di ungkit lagi ya? Aku mau kita menikmati setiap moment yang Tuhan kasih buat kita, aku bersyukur akhirnya kita bisa seperti ini.” Ucap Kayla.

“Aku terharu, terima kasih ya sayang udah mau maafin pengkhianat kayak aku.”

“Kamu bukan pengkhianat, kita bukan pengkhianat. Jadi stop nyalahin diri kamu sendiri.” Ucap Kayla lembut lalu mencium pipi Vano.

Vano yang sedang fokus menyetir, sontak kaget karena Kayla tiba-tiba menciumnya.

“Kaget, nanti aku cium balik ya.” Ucap Vano menatap Kayla lalu mengedipkan sebelah matanya genit.

“Gak mau wleee.” Kayla meledek.

Vano dengan Kayla sama-sama bahagia, karena bisa menikmati setiap detik moment yang terjadi diantara keduanya.

Night Drives

Malam yang indah, bulan bersinar terang, gedung-gedung menjulang tinggi, jalanan ramai. Itulah yang selalu menghiasi kota Jakarta di malam hari.

Kayla sangat menikmati malam ini sambil melihat pemandangan malam kota Jakarta, indah tentu saja. Tetapi ini lebih indah lagi karena dinikmati bersama orang yang dicintai.

Akhirnya Kayla bisa Night Drives bersama Vano, Kayla sangat senang karena sebelumnya ia menikmati keindahan kota Jakarta ini hanya bersama Aksa, karena Aksa yang selalu mengantar Kayla pulang.

Tautan tangan mereka tidak terlepas sedari tadi, genggaman itu semakin kuat di iringi dengan lagu To The Bone yang semakin membuat keduanya menikmati Night Drives ini.

“Aku seneng banget hari ini.” Kayla bersuara tersenyum lebar, sembari menatap Vano yang sedang menyetir.

“Ayo cerita apa yang buat kamu bahagia hari ini.” Jawab Vano, pandangannya fokus ke depan tetapi sesekali menatap Kayla.

“Aku bahagia karena jabatan aku naik di kantor, ummmm bentar.” Kayla berfikir sejenak.

“Oh iya selain itu juga, aku bahagia karena bisa menikmati indahnya kota Jakarta di malam hari bersama kamu. Aku bahagia banget.” Sambungnya lagi, menatap Vano dengan tatapan yang sangat tulus tidak lupa juga Kayla tersenyum manis.

“Kamu bahagia?” Tanya Vano.

“Of course aku sangat bahagia.” Jawab Kayla.

“Syukur deh aku juga ikut bahagia, maaf ya selama ini sikap aku gak baik sama kamu, aku gak peduli sama kamu, bahkan Night Drives bersama kamu pun gak pernah. Aku minta maaf.” Ucap Vano dengan nada penyesalan.

“Hey, gak apa-apa Vano. Kamu gak perlu minta maaf terus aku udah maafin kamu, yang lalu biarlah berlalu jangan di ungkit lagi ya? Aku mau kita menikmati setiap moment yang tuhan kasih buat kita, aku bersyukur akhirnya kita bisa seperti ini.” Ucap Kayla.

“Aku terharu, terima kasih ya sayang udah mau maafin pengkhianat kayak aku.”

“Kamu bukan pengkhianat, kita bukan pengkhianat. Jadi stop nyalahin diri kamu sendiri.” Ucap Kayla lembut lalu mencium pipi Vano.

Vano yang sedang fokus menyetir, sontak kaget karena Kayla tiba-tiba menciumnya.

“Kaget, nanti aku cium balik ya.” Ucap Vano menatap Kayla lalu mengedipkan sebelah matanya genit.

“Gak mau wleee.” Kayla meledek.

Vano dengan Kayla sama-sama bahagia, karena bisa menikmati setiap detik moment yang terjadi diantara keduanya.

Aku minta maaf, Kayla.

Setelah di chat Harsa, Kayla bergegas menuju club yang tadi Harsa bagikan lokasinya. Sejujurnya Kayla untuk sementara ini tidak mau bertemu Vano karena ia masih kecewa dengan perkataan Vano malam itu.

Bagaimana Kayla tidak kecewa, Vano menyebut Kayla pengkhianat padahal Vano sendiri yang pengkhianat bahkan setelah menikah pun Vano masih tetap menjalin hubungan dengan Kiara.

Sesampainya di club, Kayla melihat Vano sudah tidak sadarkan diri, Vano di papah oleh Harsa.

Vano mabuk berat kali ini, karena ia terlalu stress memikirkan Kayla.

“Liat suami lo mabok berat.” Ucap Harsa berjalan menghampiri Kayla sembari memapah Vano.

Kayla hanya tersenyum tipis, lalu beralih mengambil Vano dari Harsa “Sini biar aku aja yang mapah Vano, makasih ya kak udah bantuin Vano.”

“Iya sama-sama, sebenernya kalian ada masalah apa sih?” Tanya Harsa penasaran, karena tidak mungkin juga Vano mabuk berat seperti ini kalau sedang tidak ada masalah.

“Masalah biasa yang sering terjadi sama suami istri pada umumnya.” Jawab Kayla.

Kayla langsung berjalan mendudukkan Vano di kursi dekat taman di bantu juga oleh Harsa.

“Vano kamu kenapa?” Kayla menepuk-nepuk pipi Vano berharap Vano sadar.

Tak lama, Dengan sedikit pusing di kepalanya Vano membuka matanya perlahan, karena Vano merasa ada yang membangunkannya.

Vano kaget ternyata yang membangunkannya adalah Kayla, Kayla ada disini di hadapan Vano.

“Sayang.” Ucap Vano langsung memeluk Kayla.

“A-aku kangen.” Sambungnya lagi dan makin mengeratkan pelukannya.

Vano menatap Kayla sendu “Aku minta maaf sama kamu, aku nyesel bilang kayak gitu. Aku cemburu waktu itu makanya emosi aku gak terkontrol, maaf karena omongan aku nyakitin hati kamu aku bener-bener nyesel Kayla.”

“Aku minta maaf, Kayla.” Sambungnya lagi.

“Kamu cemburu?” Tanya Kayla.

“Iya aku cemburu, bawaannya pengen marah kalo kamu deket-deket sama mantan kamu itu, aku gak tau kenapa bisa kayak gini. Aku juga pernah mikir apa aku udah mulai mencintai kamu tapi aku selalu menepis pikiran itu, tapi sejak kamu rawat aku waktu aku sakit, aku jadi semakin yakin bahwa aku benar-benar mencintai kamu.” Vano akhirnya mengungkapkan perasaannya kepada Kayla.

Kayla hanya terdiam.

“Aku minta maaf.” Ucap Vano, terhitung sudah tiga kali Vano berbicara maaf.

“Aku maafin kamu, karena bagaimanapun kamu masih suami aku Van. Tapi aku gak mau kejadian malam itu terulang lagi, aku bukan pengkhianat.” Ucap Kayla tersenyum.

“Kalo kamu cinta sama aku, terus pacar kamu gimana?” Tanya Kayla.

“Aku udah putus sama dia sayang.” Jawab Vano.

“Oh gitu syukur deh.” Kayla mengembuskan nafas lega.

“Aku janji, aku gak akan kayak gitu lagi kamu bisa pegang omongan aku sayang.” Ucap Vano tangannya mengusap Surai panjang Kayla.

“Iya aku percaya sama kamu.”

Lalu Vano mendekat ke wajah Kayla, begitupun juga dengan Kayla. Jarak diantara wajah mereka sudah sangat dekat bisa dibilang 2cm.

Disaat Vano dengan Kayla hendak menempelkan bibir mereka, Harsa bersuara.

“Enak banget anjir ciuman di tempat umum, mana gua jadi nyamuk daritadi.” Ucap Harsa.

Kayla dengan Vano kaget lalu menatap Harsa bersamaan.

“Ganggu aja.” Ucap Vano menatap Harsa dengan tatapan tajam.

“Lagian ciuman di tempat umum, pulang pulang.” Usir Harsa.

“Yaudah ayo pulang.” Ajak Kayla.

“Kamu selama ini kemana?” Tanya Vano.

“Aku gak kemana mana, aku lagi pengen sendiri jadi aku pergi ke suatu tempat gak jauh kok.” Jawab Kayla.

“Ayok pulang Vano, masa mau disini terus sih serem tau.” Sambungnya lagi.

“Iya sayang iya, tapi nanti di rumah dilanjut lagi ya.” Ucap Vano dengan nada suara genit.

“Dilanjut apa?” Tanya Kayla bingung.

“Ituloh yang tadi sayang.”

“Oh, gak mau aku ngantuk mau bobo aja.” Ucap Kayla.

“Yah sayang kok gitu sih?” Vano mengerucutkan bibirnya seperti anak kecil.

“Ayok pulang Vano.”

“Iya sayang iya.” Ucap Vano lalu merangkul pundak Kayla.

Aku minta maaf, Kayla.

?

Setelah di chat Harsa, Kayla bergegas menuju club yang tadi Harsa bagikan lokasinya. Sejujurnya Kayla untuk sementara ini tidak mau bertemu Vano karena ia masih kecewa dengan perkataan Vano malam itu.

Bagaimana Kayla tidak kecewa, Vano menyebut Kayla pengkhianat padahal Vano sendiri yang pengkhianat bahkan setelah menikah pun Vano masih tetap menjalin hubungan dengan Kiara.

Sesampainya di club, Kayla melihat Vano sudah tidak sadarkan diri, Vano di papah oleh Harsa.

Vano mabuk berat kali ini, karena ia terlalu stress memikirkan Kayla.

“Liat suami lo mabok berat.” Ucap Harsa berjalan menghampiri Kayla sembari memapah Vano.

Kayla hanya tersenyum tipis, lalu beralih mengambil Vano dari Harsa “Sini biar aku aja yang mapah Vano, makasih ya kak udah bantuin Vano.”

“Iya sama-sama, sebenernya kalian ada masalah apa sih?” Tanya Harsa penasaran, karena tidak mungkin juga Vano mabuk berat seperti ini kalau sedang tidak ada masalah.

“Masalah biasa yang sering terjadi sama suami istri pada umumnya.” Jawab Kayla.

Kayla langsung berjalan mendudukkan Vano di kursi dekat taman di bantu juga oleh Harsa.

“Vano kamu kenapa?” Tanya Kayla menepuk-nepuk pipi Vano berharap Vano sadar.

Tak lama, Dengan sedikit pusing di kepalanya Vano membuka matanya perlahan, karena Vano merasa ada yang membangunkannya.

Vano kaget ternyata yang membangunkannya adalah Kayla, Kayla ada disini di hadapan Vano.

“Sayang.” Ucap Vano langsung memeluk Kayla.

“A-aku kangen.” Sambungnya lagi dan makin mengeratkan pelukannya.

Vano menatap Kayla sendu “Aku minta maaf sama kamu, aku nyesel bilang kayak gitu. Aku cemburu waktu itu makanya emosi aku gak terkontrol, maaf karena omongan aku nyakitin hati kamu aku bener-bener nyesel Kayla.”

“Aku minta maaf, Kayla.” Sambungnya lagi.

“Kamu cemburu?” Tanya Kayla.

“Iya aku cemburu, bawaannya pengen marah kalo kamu deket-deket sama mantan kamu itu, aku gak tau kenapa bisa kayak gini. Aku juga pernah mikir apa aku udah mulai mencintai kamu tapi aku selalu menepis pikiran itu, tapi sejak kamu rawat aku waktu aku sakit, aku jadi semakin yakin bahwa aku benar-benar mencintai kamu.” Vano akhirnya mengungkapkan perasaannya kepada Kayla.

Kayla hanya terdiam.

“Aku minta maaf.” Ucap Vano, terhitung sudah tiga kali Vano berbicara maaf.

“Aku maafin kamu, karena bagaimanapun kamu masih suami aku Van. Tapi aku gak mau kejadian malam itu terulang lagi, aku bukan pengkhianat.” Ucap Kayla tersenyum.

“Kalo kamu cinta sama aku, terus pacar kamu gimana?” Tanya Kayla.

“Aku udah putus sama dia sayang.” Jawab Vano.

“Oh gitu syukur deh.” Kayla mengembuskan nafas lega.

“Aku janji, aku gak akan kayak gitu lagi kamu bisa pegang omongan aku sayang.” Ucap Vano tangannya mengusap Surai panjang Kayla.

“Iya aku percaya sama kamu.”

Lalu Vano mendekat ke wajah Kayla, begitupun juga dengan Kayla. Jarak diantara wajah mereka sudah sangat dekat bisa dibilang 2cm.

Disaat Vano dengan Kayla hendak menempelkan bibir mereka, Harsa bersuara.

“Enak banget anjir ciuman di tempat umum, mana gua jadi nyamuk daritadi.” Ucap Harsa.

Kayla dengan Vano kaget lalu menatap Harsa bersamaan.

“Ganggu aja.” Ucap Vano menatap Harsa dengan tatapan tajam.

“Lagian ciuman di tempat umum, pulang pulang.” Usir Harsa.

“Yaudah ayo pulang.” Ajak Kayla.

“Kamu selama ini kemana?” Tanya Vano.

“Aku gak kemana mana, aku lagi pengen sendiri jadi aku pergi ke suatu tempat gak jauh kok.” Jawab Kayla.

“Ayok pulang Vano, masa mau disini terus sih serem tau.” Sambungnya lagi.

“Iya sayang iya, tapi nanti di rumah dilanjut lagi ya.” Ucap Vano dengan nada suara genit.

“Dilanjut apa?” Tanya Kayla bingung.

“Ituloh yang tadi sayang.”

“Oh, gak mau aku ngantuk mau bobo aja.” Ucap Kayla.

“Yah sayang kok gitu sih?” Vano mengerucutkan bibirnya seperti anak kecil.

“Ayok pulang Vano.”

“Iya sayang iya.” Ucap Vano lalu merangkul pundak Kayla.

Aku minta maaf, Kayla.

?

Setelah di chat Harsa, Kayla bergegas menuju club yang tadi Harsa bagikan lokasinya. Sejujurnya Kayla untuk sementara ini tidak mau bertemu Vano karena ia masih kecewa dengan perkataan Vano malam itu.

Bagaimana Kayla tidak kecewa, Vano menyebut Kayla pengkhianat padahal Vano sendiri yang pengkhianat bahkan setelah menikah pun Vano masih tetap menjalin hubungan dengan Kiara.

Sesampainya di club, Kayla melihat Vano sudah tidak sadarkan diri, Vano di papah oleh Harsa.

Vano mabuk berat kali ini, karena ia terlalu stress memikirkan Kayla.

“Liat suami lo mabok berat.” Ucap Harsa berjalan menghampiri Kayla sembari memapah Vano.

Kayla hanya tersenyum tipis, lalu beralih mengambil Vano dari Harsa “Sini biar aku aja yang mapah Vano, makasih ya kak udah bantuin Vano.”

“Iya sama-sama, sebenernya kalian ada masalah apa sih?” Tanya Harsa penasaran, karena tidak mungkin juga Vano mabuk berat seperti ini kalau sedang tidak ada masalah.

“Masalah biasa yang sering terjadi sama suami istri pada umumnya.” Jawab Kayla.

Kayla langsung berjalan mendudukkan Vano di kursi dekat taman di bantu juga oleh Harsa.

“Vano kamu kenapa?” Tanya Kayla menepuk-nepuk pipi Vano berharap Vano sadar.

Tak lama, Dengan sedikit pusing di kepalanya Vano membuka matanya perlahan, karena Vano merasa ada yang membangunkannya.

Vano kaget ternyata yang membangunkannya adalah Kayla, Kayla ada disini di hadapan Vano.

“Sayang.” Ucap Vano langsung memeluk Kayla.

“A-aku kangen.” Sambungnya lagi dan makin mengeratkan pelukannya.

Vano menatap Kayla sendu “Aku minta maaf sama kamu, aku nyesel bilang kayak gitu. Aku cemburu waktu itu makanya emosi aku gak terkontrol, maaf karena omongan aku nyakitin hati kamu aku bener-bener nyesel Kayla.”

“Aku minta maaf, Kayla.” Sambungnya lagi.

“Kamu cemburu?” Tanya Kayla.

“Iya aku cemburu, bawaannya pengen marah kalo kamu deket-deket sama mantan kamu itu, aku gak tau kenapa bisa kayak gini. Aku juga pernah mikir apa aku udah mulai mencintai kamu tapi aku selalu menepis pikiran itu, tapi sejak kamu rawat aku waktu aku sakit, aku jadi semakin yakin bahwa aku benar-benar mencintai kamu.” Vano akhirnya mengungkapkan perasaannya kepada Kayla.

Kayla hanya terdiam.

“Aku minta maaf.” Ucap Vano, terhitung sudah tiga kali Vano berbicara maaf.

“Aku maafin kamu, karena bagaimanapun kamu masih suami aku Van. Tapi aku gak mau kejadian malam itu terulang lagi, aku bukan pengkhianat.” Ucap Kayla tersenyum.

“Kalo kamu cinta sama aku, terus pacar kamu gimana?” Tanya Kayla.

“Aku udah putus sama dia sayang.” Jawab Vano.

“Oh gitu syukur deh.” Kayla mengembuskan nafas lega.

“Aku janji, aku gak akan kayak gitu lagi kamu bisa pegang omongan aku sayang.” Ucap Vano tangannya mengusap Surai panjang Kayla.

“Iya aku percaya sama kamu.”

Lalu Vano mendekat ke wajah Kayla, begitupun juga dengan Kayla. Jarak diantara wajah mereka sudah sangat dekat bisa dibilang 2cm.

Disaat Vano dengan Kayla hendak menempelkan bibir mereka, Harsa bersuara.

“Enak banget anjir ciuman di tempat umum, mana gua jadi nyamuk daritadi.” Ucap Harsa.

Kayla dengan Vano kaget lalu menatap Harsa bersamaan.

“Ganggu aja.” Ucap Vano menatap Harsa dengan tatapan tajam.

“Lagian ciuman di tempat umum, pulang pulang.” Usir Harsa.

“Yaudah ayo pulang.” Ajak Kayla.

“Kamu selama ini kemana?” Tanya Vano.

“Aku gak kemana mana, aku lagi pengen sendiri jadi aku pergi ke suatu tempat gak jauh kok.” Jawab Kayla.

“Ayok pulang Vano, masa mau disini terus sih serem tau.” Sambungnya lagi.

“Iya sayang iya, tapi nanti di rumah dilanjut lagi ya.” Ucap Vano dengan nada suara genit.

“Dilanjut apa?” Tanya Kayla bingung.

“Ituloh yang tadi sayang.”

“Oh, gak mau aku ngantuk mau bobo aja.” Ucap Kayla.

“Yah sayang kok gitu sih?” Vano mengerucutkan bibirnya seperti anak kecil.

“Ayok pulang Vano.”

“Iya sayang iya.” Ucap Vano lalu merangkul pundak Kayla.

Aku minta maaf, Kayla.

Setelah di chat Harsa, Kayla bergegas menuju club yang tadi Harsa bagikan lokasinya. Sejujurnya Kayla untuk sementara ini tidak mau bertemu Vano karena ia masih kecewa dengan perkataan Vano malam itu.

Bagaimana Kayla tidak kecewa, Vano menyebut Kayla pengkhianat padahal Vano sendiri yang pengkhianat bahkan setelah menikah pun Vano masih tetap menjalin hubungan dengan Kiara.

Sesampainya di club, Kayla melihat Vano sudah tidak sadarkan diri, Vano di papah oleh Harsa.

Vano mabuk berat kali ini, karena ia terlalu stress memikirkan Kayla.

“Liat suami lo mabok berat.” Ucap Harsa berjalan menghampiri Kayla sembari memapah Vano.

Kayla hanya tersenyum tipis, lalu beralih mengambil Vano dari Harsa “Sini biar aku aja yang mapah Vano, makasih ya kak udah bantuin Vano.”

“Iya sama-sama, sebenernya kalian ada masalah apa sih?” Tanya Harsa penasaran, karena tidak mungkin juga Vano mabuk berat seperti ini kalau sedang tidak ada masalah.

“Masalah biasa yang sering terjadi sama suami istri pada umumnya.” Jawab Kayla.

Kayla langsung berjalan mendudukkan Vano di kursi dekat taman di bantu juga oleh Harsa.

“Vano kamu kenapa?” Tanya Kayla menepuk-nepuk pipi Vano berharap Vano sadar.

Tak lama, Dengan sedikit pusing di kepalanya Vano membuka matanya perlahan, karena Vano merasa ada yang membangunkannya.

Vano kaget ternyata yang membangunkannya adalah Kayla, Kayla ada disini di hadapan Vano.

“Sayang.” Ucap Vano langsung memeluk Kayla.

“A-aku kangen.” Sambungnya lagi dan makin mengeratkan pelukannya.

Vano menatap Kayla sendu “Aku minta maaf sama kamu, aku nyesel bilang kayak gitu. Aku cemburu waktu itu makanya emosi aku gak terkontrol, maaf karena omongan aku nyakitin hati kamu aku bener-bener nyesel Kayla.”

“Aku minta maaf, Kayla.” Sambungnya lagi.

“Kamu cemburu?” Tanya Kayla.

“Iya aku cemburu, bawaannya pengen marah kalo kamu deket-deket sama mantan kamu itu, aku gak tau kenapa bisa kayak gini. Aku juga pernah mikir apa aku udah mulai mencintai kamu tapi aku selalu menepis pikiran itu, tapi sejak kamu rawat aku waktu aku sakit, aku jadi semakin yakin bahwa aku benar-benar mencintai kamu.” Vano akhirnya mengungkapkan perasaannya kepada Kayla.

Kayla hanya terdiam.

“Aku minta maaf.” Ucap Vano, terhitung sudah tiga kali Vano berbicara maaf.

“Aku maafin kamu, karena bagaimanapun kamu masih suami aku Van. Tapi aku gak mau kejadian malam itu terulang lagi, aku bukan pengkhianat.” Ucap Kayla tersenyum.

“Kalo kamu cinta sama aku, terus pacar kamu gimana?” Tanya Kayla.

“Aku udah putus sama dia sayang.” Jawab Vano.

“Oh gitu syukur deh.” Kayla mengembuskan nafas lega.

“Aku janji, aku gak akan kayak gitu lagi kamu bisa pegang omongan aku sayang.” Ucap Vano tangannya mengusap Surai panjang Kayla.

“Iya aku percaya sama kamu.”

Lalu Vano mendekat ke wajah Kayla, begitupun juga dengan Kayla. Jarak diantara wajah mereka sudah sangat dekat bisa dibilang 2cm.

Disaat Vano dengan Kayla hendak menempelkan bibir mereka, Harsa bersuara.

“Enak banget anjir ciuman di tempat umum, mana gua jadi nyamuk daritadi.” Ucap Harsa.

Kayla dengan Vano kaget lalu menatap Harsa bersamaan.

“Ganggu aja.” Ucap Vano menatap Harsa dengan tatapan tajam.

“Lagian ciuman di tempat umum, pulang pulang.” Usir Harsa.

“Yaudah ayo pulang.” Ajak Kayla.

“Kamu selama ini kemana?” Tanya Vano.

“Aku gak kemana mana, aku lagi pengen sendiri jadi aku pergi ke suatu tempat gak jauh kok.” Jawab Kayla.

“Ayok pulang Vano, masa mau disini terus sih serem tau.” Sambungnya lagi.

“Iya sayang iya, tapi nanti di rumah dilanjut lagi ya.” Ucap Vano dengan nada suara genit.

“Dilanjut apa?” Tanya Kayla bingung.

“Ituloh yang tadi sayang.”

“Oh, gak mau aku ngantuk mau bobo aja.” Ucap Kayla.

“Yah sayang kok gitu sih?” Vano mengerucutkan bibirnya seperti anak kecil.

“Ayok pulang Vano.”

“Iya sayang iya.” Ucap Vano lalu merangkul pundak Kayla.

Aku minta maaf, Kayla.

Setelah di chat Harsa, Kayla bergegas menuju club yang tadi Harsa bagikan lokasinya. Sejujurnya Kayla untuk sementara ini tidak mau bertemu Vano karena ia masih kecewa dengan perkataan Vano malam itu.

Bagaimana Kayla tidak kecewa, Vano menyebut Kayla pengkhianat padahal Vano sendiri yang pengkhianat bahkan setelah menikah pun Vano masih tetap menjalin hubungan dengan Kiara.

Sesampainya di club, Kayla melihat Vano sudah tidak sadarkan diri, Vano di papah oleh Harsa.

Vano mabuk berat kali ini, karena ia terlalu stress memikirkan Kayla.

“Liat suami lo mabok berat.” Ucap Harsa berjalan menghampiri Kayla sembari memapah Vano.

Kayla hanya tersenyum tipis, lalu beralih mengambil Vano dari Harsa “Sini biar aku aja yang mapah Vano, makasih ya kak udah bantuin Vano.”

“Iya sama-sama, sebenernya kalian ada masalah apa sih?” Tanya Harsa penasaran, karena tidak mungkin juga Vano mabuk berat seperti ini kalau sedang tidak ada masalah.

“Masalah biasa yang sering terjadi sama suami istri pada umumnya.” Jawab Kayla.

Kayla langsung berjalan mendudukkan Vano di kursi dekat taman di bantu juga oleh Harsa.

“Vano kamu kenapa?” Tanya Kayla menepuk-nepuk pipi Vano berharap Vano sadar.

Tak lama, Dengan sedikit pusing di kepalanya Vano membuka matanya perlahan, karena Vano merasa ada yang membangunkannya.

Vano kaget ternyata yang membangunkannya adalah Kayla, Kayla ada disini di hadapan Vano.

“Sayang.” Ucap Vano langsung memeluk Kayla.

“A-aku kangen.” Sambungnya lagi dan makin mengeratkan pelukannya.

Vano menatap Kayla sendu “Aku minta maaf sama kamu, aku nyesel bilang kayak gitu. Aku cemburu waktu itu makanya emosi aku gak terkontrol, maaf karena omongan aku nyakitin hati kamu aku bener-bener nyesel Kayla.”

“Aku minta maaf, Kayla.” Sambungnya lagi.

“Kamu cemburu?” Tanya Kayla.

“Iya aku cemburu, bawaannya pengen marah kalo kamu deket-deket sama mantan kamu itu, aku gak tau kenapa bisa kayak gini. Aku juga pernah mikir apa aku udah mulai mencintai kamu tapi aku selalu menepis pikiran itu, tapi sejak kamu rawat aku waktu aku sakit, aku jadi semakin yakin bahwa aku benar-benar mencintai kamu.” Vano akhirnya mengungkapkan perasaannya kepada Kayla.

Kayla hanya terdiam.

“Aku minta maaf.” Ucap Vano, terhitung sudah tiga kali Vano berbicara maaf.

“Aku maafin kamu, karena bagaimanapun kamu masih suami aku Van. Tapi aku gak mau kejadian malam itu terulang lagi, aku bukan pengkhianat.” Ucap Kayla tersenyum.

“Kalo kamu cinta sama aku, terus pacar kamu gimana?” Tanya Kayla.

“Aku udah putus sama dia sayang.” Jawab Vano.

“Oh gitu syukur deh.” Kayla mengembuskan nafas lega.

“Aku janji, aku gak akan kayak gitu lagi kamu bisa pegang omongan aku sayang.” Ucap Vano tangannya mengusap Surai panjang Kayla.

“Iya aku percaya sama kamu.”

Lalu Vano mendekat ke wajah Kayla, begitupun juga dengan Kayla. Jarak diantara wajah mereka sudah sangat dekat bisa dibilang 2cm.

Disaat Vano dengan Kayla hendak menempelkan bibir mereka, Harsa bersuara.

“Enak banget anjir ciuman di tempat umum, mana gua jadi orang ketiga.” Ucap Harsa.

Kayla dengan Vano kaget lalu menatap Harsa bersamaan.

“Ganggu aja.” Ucap Vano menatap Harsa dengan tatapan tajam.

“Lagian ciuman di tempat umum, pulang pulang.” Usir Harsa.

“Yaudah ayo pulang.” Ajak Kayla.

“Kamu selama ini kemana?” Tanya Vano.

“Aku gak kemana mana, aku lagi pengen sendiri jadi aku pergi ke suatu tempat gak jauh kok.” Jawab Kayla.

“Ayok pulang Vano, masa mau disini terus sih serem tau.” Sambungnya lagi.

“Iya sayang iya, tapi nanti di rumah dilanjut lagi ya.” Ucap Vano dengan nada suara genit.

“Dilanjut apa?” Tanya Kayla bingung.

“Ituloh yang tadi sayang.”

“Oh, gak mau aku ngantuk mau bobo aja.” Ucap Kayla.

“Yah sayang kok gitu sih?” Vano mengerucutkan bibirnya seperti anak kecil.

“Ayok pulang Vano.”

“Iya sayang iya.” Ucap Vano lalu merangkul pundak Kayla.

Kayla, kamu dimana? Aku rindu.

Sudah hampir 1 Minggu Kayla pergi dari rumah, dan 1 Minggu juga Kayla tidak memberi kabar.

Vano memutuskan untuk mencari Kayla ke rumah bundanya, siapa tahu Kayla ada disana.

Sesampainya di rumah bundanya Kayla, Vano langsung disambut hangat oleh bundanya Kayla.

“Eh nak Vano ada apa kemari?” Tanya Nita tersenyum ramah.

“Kayla ada disini gak Bun?” Tanya Vano.

“Kayla dari sejak kalian menikah tidak pernah lagi kemari nak, memangnya kenapa?” Jawab Nita, karena menurut Nita aneh saja Vano bertanya seperti itu padahal kan Kayla selalu bersama Vano setiap hari.

“Kayla pergi dari rumah Bun.” Ucap Vano pelan lalu ia menundukkan kepalanya.

“Pergi dari rumah? Sejak kapan?” Nita kaget ia sama sekali tidak mengetahui bahwa Kayla pergi dari rumah Vano, karena Kayla juga tidak memberitahunya.

“1 Minggu yang lalu, maafin Vano Bun karena gak becus jagain Kayla.” Ucap Vano lalu mencium tangan bunda Kayla.

“Kalian ada masalah apa?”

“Vano salah paham sama Kayla Bun, karena dia sering banget jalan sama mantannya.” Jawab Vano jujur.

“Aksa?” Tanya Nita.

“Iya Bunda.”

“Kok bisa?”

“Kayla kerja di kantornya Aksa, udah Vano larang buat dia kerja tapi kata Kayla biar gak bosen aja.” Vano kembali bersuara ia memutuskan untuk bercerita kepada bunda Kayla.

“Ya Allah, bunda bener bener gak tau nak, Kayla ada dimana, coba kamu chat siapa tau Kayla jawab?” Pinta Nita, karena biasanya ketika Kayla sedang ada masalah ia tidak mungkin kabur paling juga menenangkan diri di suatu tempat.

“Udah Bun, tapi gak di bales.” Jawab Vano.

“Yaudah kalo gitu Vano pamit ya Bun, Vano mau lanjut cari Kayla.” Sambungnya lagi lalu mencium tangan bunda Kayla.

“Hati hati nak.”

Vano sudah lelah terus mencari Kayla dan hasilnya juga nihil, harus kemana lagi Vano mencari Kayla ia ingin sekali bertemu Kayla, ia ingin meminta maaf kepada istrinya itu.

Bahkan ketika hujan mengguyur pun Vano masih tetapi mencari Kayla.

“Kayla, kamu dimana? Aku rindu.” Batinnya.

Aku capek, Van.

Vano malam ini sedang menunggu Kayla pulang di ruang tamu, ia marah karena melihat postingan Kayla tadi.

Apa maksud Kayla memposting mantannya itu, mana makan siang bareng, giliran dengan Vano Kayla tidak mau. Sebetulnya Kayla kenapa sih.

Itu yang sedang ada di pikiran Vano, dari tadi Vano tidak bisa berhenti memikirkan itu semua.

Hampir tengah malam, Kayla tidak kunjung pulang, Vano geram ia akan segera menjemput Kayla sekarang juga.

Disaat Vano hendak membuka pintu, Kayla pulang.

“Darimana aja lo?” Tanya Vano dengan nada emosi.

“Aku lembur Van, kerjaan aku banyak maaf aku pulang selarut ini.” Jawab Kayla, sambil berjalan menuju dapur hendak mengambil air minum.

“Kerja atau berduaan sama mantan lo itu?” Ucap Vano berjalan membuntuti Kayla dari belakang.

“Maksud kamu?” Tanya Kayla.

“Ya iya lo kerja atau berduaan sama mantan lo, gue liat lo tadi makam siang bareng ya sama mantan lo.” Jawab Vano.

“Aku emang makan bareng sama Aksa, dia yang ajak terus dia foto aku yang lagi makan yaudah aku foto balik. Kamu kenapa sih Van? Ucap Kayla dengan nada yang mulai meninggi.

“Sarapan sama gue gak mau, giliran sama mantan mau.”

“Aku di ajak Vano bukan aku yang mau, emangnya kamu berduaan sama perempuan di kamar mana peluk pelukan lagi.” Ucap Kayla dengan nada sindiran.

Vano tersentak, ternyata benar Kayla melihat dirinya dengan Kiara yang sedang berpelukan.

“Sama aja lo tuh PENGKHIANAT!” Ucap Vano tangannya menggebrak meja.

“KAMU YANG PENGKHIANAT VANO, AKU SELAMA INI UDAH SABAR YA KAMU NGATA-NGATAIN AKU, KAMU REMEHIN AKU, KAMU GAK ANGGEP AKU ISTRI AKU SABAR YA VANO SELAMA INI.” Ucap Kayla kali ini ia benar benar marah.

“Terus katanya bilang lo anggep gue suami, kenapa lo berduaan sama cowok lain di luaran sana?” Tanya Vano.

“DENGER YA VANO, AKU SAMA AKSA ITU GAK ADA HUBUNGAN APA-APA, CUMA SEBATAS BOS SAMA PEGAWAI.”

“Terus ngapain post foto dia?”

“AKU KAN UDAH BILANG TADI, KAMU KENAPA SIH VANO JADI NYALAHIN AKU? UDAHLAH AKU CAPEK, VAN.” Final Kayla lalu pergi ke kamarnya.

Kayla membereskan baju baju nya ke dalam koper, ia memutuskan untuk pergi meninggalkan Vano karena Vano sudah sangat keterlaluan kali ini.

“Lo mau kemana?” Tanya Vano sambil berusaha mencegah Kayla.

Kayla tidak menjawab langsung menepis tangan Vano, lalu pergi meninggalkan Vano.

“Kayla tunggu.” Teriak Vano.

Kayla tidak menggubris, ia terus berjalan meninggalkan rumah.

Maaf

Vano langsung berjalan menuju kamar Kayla, karena ia hanya ingin Kayla menjawab apakah dia melihat dirinya dengan Kiara berpelukan atau tidak. Karena tumben sekali biasanya ketika Kayla pulang kerja, Kayla selalu menyapa atau langsung memasak untuk makan malam.

Setelah sampai tepat di depan kamar Kayla, Vano ragu tetapi ia juga penasaran dengan jawaban Kayla.

Tok Tok

Vano mengetuk pintu kamar Kayla, ketukan pertama tidak ada respon lalu Vano kembali mengetuk dan sama tidak ada jawaban.

Vano memutuskan untuk masuk ke dalam kamar Kayla, karena kebetulan pintu nya tidak di kunci.

“Kay gue masuk ya.” Ucap Vano, berjalan memasuki kamar Kayla.

Ketika Vano masuk, ia melihat Kayla sedang tertidur pulas tetapi masih mengenakan pakaian kantornya Vano lihat mata Kayla sembab seperti habis menangis.

Dugaan Vano benar bahwa Kayla melihat dirinya dengan Kiara sedang berpelukan. Sial benar benar sial.

Baru saja Vano mulai menerima Kayla tetapi ia langsung di hadapkan dengan masalah seperti ini. Tetapi ini semua memang salah Vano. Vano masih saja berhubungan dengan pacarnya yang matre itu.

“Lo beneran tidur?” Ucap Vano mendekat ke arah Kayla.

“Mata lo sembab lo habis nangis ya? Lo juga gak biasanya tidur pake baju kantor, sebenernya lo kenapa sih?” Sambungnya lagi.

Vano mengusap pelan rambut Kayla, mengecup keningnya “Good night istriku, tidur yang nyenyak ya maafin aku.”

Vano langsung keluar dari kamar Kayla karena takut mengganggu.

Setelah Vano pergi dari kamarnya, Kayla membuka matanya pelan lalu tersenyum ia senang karena baru pertama kalinya Vano mengecup keningnya.

“Vano kamu itu ngeselin, tapi aku sayang.” Ucapnya.

“Tapi maaf aku gak bisa jawab pertanyaan kamu, itu terlalu sakit bagi aku Van.” Sambungnya lagi.